Water Bombing Mulai Dikerahkan Hari Ini, Api di TPA Putri Cempo masih Membara
Water Bombing Dikerahkan, Api TPA Putri Cempo Masih Membara
Beritabaru1.com – Langit di atas kawasan Mojosongo, Jebres, Solo, Jawa Tengah, tampak ramai pada Jumat (4/9) saat helikopter milik Polda DI Yogyakarta menjatuhkan ribuan liter air dari ketinggian. Water Bombing Mulai Dikerahkan Hari Ini sebagai upaya terakhir meredam kobaran yang melahap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Operasi udara berlangsung dua jam penuh dan menargetkan sisi timur area kebakaran—sektor yang tidak dapat dijangkau armada pemadam darat. Meski ribuan liter air telah dituangkan, nyala api di Blok B, C, dan D masih menyala tanpa tanda padam total.
TPA Putri Cempo melayani pengelolaan sampah Kota Solo dan wilayah sekitarnya. Volume material organik yang menumpuk bertahun-tahun membuat api di lokasi semacam ini sangat sulit dipadamkan secara konvensional. Asap tebal yang membubung tinggi menutupi pandangan dari udara, sementara angin kencang di kawasan perbukitan Jebres memperparah penyebaran bara dan memicu percikan baru di titik yang sebelumnya telah berhasil ditangani.
Tantangan Operasional dari Udara
Setiap kali helikopter melakukan satu penjatuhan, sekitar 9.000 liter air dituangkan ke permukaan tumpukan sampah. Efektivitas setiap drop sangat bergantung pada akurasi target. Pada hari Jumat, posisi penjatuhan terhalang oleh kolom asap pekat dari titik-titik api aktif, sehingga guyuran air tidak sepenuhnya terfokus pada inti kobaran melainkan tersebar ke area yang lebih luas. Hembusan angin yang cukup kuat juga membuat arah jatuhnya air bergeser dari titik yang dikehendaki.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo, Herwin Trinugroho, yang memantau langsung proses tanggap darurat di lapangan, mengakui bahwa memadamkan kebakaran berskala ini menuntut upaya luar biasa.
“Tadi sudah sebanyak 14 kali penjatuhan air yang diangkut helikopter milik Polda DIY, namun sejauh apa hasilnya, kini sedang dievaluasi. Mudah-mudahan berhasil efektif.”
Hingga sore hari, 14 kali penjatuhan telah dilaksanakan. Tim teknis masih mengevaluasi dampak setiap drop untuk menentukan apakah frekuensi dan sudut jatuhnya perlu disesuaikan pada putaran berikutnya.
Operasi Berlanjut dan Koordinasi Darat
Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, menegaskan bahwa rangkaian penanganan dari udara tidak akan berhenti pada angka 14. Target minimal untuk hari Jumat adalah 25 kali penjatuhan, dengan operasi dijadwalkan berlangsung hingga sore. Karena sisi timur area kebakaran tidak dapat diakses tim darat, metode aerial akan dilanjutkan keesokan harinya guna menjangkau sektor-sektor yang belum tertangani.
“Sisi timur yang tidak bisa diakses tim darat, memang perlu penanganan hanya melalui metode water bombing. Dan angin yang cukup kuat berpengaruh, sebab yang sudah padam bisa muncul lagi api. Masih terus diupayakan, mudah-mudahan ada perkembangan pemadaman yang lebih baik.”
Ari juga menyoroti bahwa kebakaran kali ini jauh lebih besar dan lebih luas dibandingkan dua insiden serupa di lokasi sama pada tahun 2019 dan 2023. Perbandingan tersebut menggarisbawahi eskalasi risiko yang dihadapi pengelola TPA dan warga sekitar, sekaligus menunjukkan bahwa kapasitas respons darurat perlu terus ditingkatkan.
Selama helikopter beroperasi, tim darat secara sementara menghentikan aktivitas pemadaman agar tidak terjadi benturan operasional. Begitu satu putaran selesai, armada darat kembali bergerak. Untuk mendukung penanggulangan selama 14 hari ke depan, BPBD Kota Solo mengaktifkan skema bantuan lintas daerah: enam BPBD dari kabupaten dan kota tetangga mengerahkan mobil pemadam ke lokasi. Secara keseluruhan, kekuatan tim gabungan mencapai 15 mobil damkar ditambah kendaraan water canon dari Polda Jawa Tengah dan Polresta Surakarta, dengan total 151 petugas dari berbagai instansi.
Evakuasi Warga RW 19 Mojosongo
Di samping upaya pemadaman, BPBD Kota Solo bersama aparat kelurahan setempat melakukan evakuasi preventif terhadap sekitar 70 warga RW 19 Mojosongo—kelurahan yang berjarak paling dekat dari titik api. Para warga dibawa ke pendopo Kelurahan Mojosongo sebagai tempat penampungan sementara hingga situasi dinyatakan aman.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui
Berapa liter air yang diturunkan per penjatuhan? Sekitar 9.000 liter air dituangkan setiap kali helikopter melakukan satu drop ke permukaan tumpukan sampah.
Berapa kali penjatuhan yang telah dilaksanakan? Hingga sore hari Jumat, 14 kali penjatuhan telah dilakukan. Target minimal untuk hari tersebut adalah 25 kali, dan operasi dijadwalkan berlanjut keesokan harinya.
Apakah warga sekitar perlu mengungsi? Sekitar 70 warga RW 19 Mojosongo telah dievakuasi preventif ke pendopo kelurahan. Warga di radius lebih jauh diimbau tetap waspada terhadap arah angin dan potensi percikan bara.
Kapan kebakaran terakhir di TPA Putri Cempo sebelum ini? Dua insiden serupa tercatat terjadi pada tahun 2019 dan 2023. Kebakaran kali ini dinilai jauh lebih besar dan lebih luas dibanding keduanya.