Humaniora

Mahasiswa Teknik Elektro Unimal Aceh Raih Dua Penghargaan Internasional di Malaysia

1789208859_b3e1cb12139be7e9f92e
Foto : Matthew Martin - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Dua Tim Teknik Elektro Unimal Menang Silver Award di Malaysia
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Dua Tim Teknik Elektro Unimal Menang Silver Award di Malaysia

Beritabaru1.com – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh, kembali mencatatkan capaian di forum internasional. Dua kelompok mahasiswa meraih Silver Award melalui karya inovasi teknologi dalam kompetisi yang digelar Kolej Vokasional Sultan Ahmad Shah, Malaysia, pada 15 September 2026.

Pencapaian tersebut memperlihatkan kemampuan mahasiswa Unimal dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi untuk isu energi maupun pelayanan kesehatan. Kedua karya yang dipresentasikan menggabungkan pengetahuan elektronika, pemrograman, komunikasi nirkabel, serta penerapan kecerdasan buatan.

Eksperimen energi hibrida berbasis machine learning

Penghargaan pertama diperoleh lewat proyek berjudul “State of Charge Estimation Experiment on Machine Learning-Based Hybrid Energy Harvesting System Using ESP32”. Karya ini mengkaji estimasi State of Charge atau SoC pada sistem pemanenan energi hibrida dengan pendekatan machine learning dan mikrokontroler ESP32.

Dalam sistem penyimpanan energi, estimasi SoC menjadi bagian penting karena berkaitan dengan pemantauan kondisi daya yang tersedia. Penggunaan ESP32 juga menunjukkan pemanfaatan perangkat mikrokontroler yang dapat mendukung pengembangan sistem elektronika terhubung dan eksperimen teknologi energi.

Tim pengembang proyek tersebut terdiri atas Teuku Imam Fradhean Fred, Muhammad Fathi Annaqi Lubis, Azzuhra Nayla Evana Saragih, serta Riki Azril. Mereka membawa inovasi energi itu ke arena kompetisi internasional dengan bimbingan Prof. Arnawan Hasibuan.

Stetoskop elektronik yang dirancang lebih ramah anak

Silver Award kedua diraih melalui pengembangan “Development of a Bluetooth-Based Electronic Stethoscope with a Music Feature to Support Child-Friendly Examinations”. Tim ini merancang stetoskop elektronik berbasis Bluetooth yang dilengkapi fitur musik untuk membantu menciptakan suasana pemeriksaan kesehatan yang lebih bersahabat bagi anak-anak.

Gagasan tersebut menempatkan teknologi bukan hanya sebagai alat untuk menjalankan fungsi teknis, tetapi juga sebagai pendukung pengalaman pengguna. Fitur musik pada perangkat dirancang untuk mendukung pemeriksaan yang ramah anak, sementara konektivitas Bluetooth menjadi unsur utama dalam konsep stetoskop elektronik tersebut.

Anggota tim kedua adalah Novra, Gianina Inaya, Nyak Qurratu Aini, dan Rafli Hamdan Farabi. Seperti tim inovasi energi, kelompok ini juga mendapat pendampingan langsung dari Prof. Arnawan Hasibuan.

Dua penghargaan dari satu ajang internasional itu menjadi penanda bahwa kegiatan pembelajaran di Teknik Elektro Unimal tidak berhenti pada penguasaan teori. Mahasiswa juga diberi ruang untuk mengubah pengetahuan di bidang elektronika, Internet of Things, energi, komunikasi, dan kecerdasan buatan menjadi karya yang dapat dipertandingkan secara global.

Dorongan memperkuat budaya riset mahasiswa

Koordinator Program Studi Teknik Elektro Unimal, Teuku Multazam, menilai hasil tersebut mencerminkan kapasitas mahasiswa untuk bersaing di luar lingkungan kampus dan tingkat nasional. Ia menekankan bahwa prestasi itu lahir dari perpaduan kreativitas, kesiapan teknis, dan keberanian menunjukkan hasil kerja kepada peserta dari berbagai tempat.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi ini. Dua Silver Award ini menunjukkan mahasiswa Teknik Elektro Unimal memiliki kreativitas, kemampuan teknis, dan keberanian membawa hasil inovasinya ke tingkat internasional,” ujar Teuku Multazam kepada Media Indonesia, Sabtu (12/9).

Multazam, putra dari Meunasah Mulieng, Meureudu, Pidie Jaya, berharap keberhasilan dua tim tersebut dapat memantik semangat mahasiswa lainnya untuk terlibat lebih aktif dalam riset serta kompetisi. Baginya, pembelajaran teknik perlu menghasilkan penerapan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin budaya inovasi terus tumbuh. Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pengembang teknologi di bidang energi, elektronika, IoT, hingga kecerdasan buatan,” tambahnya.

Pandangan itu relevan bagi mahasiswa teknik yang tengah menghadapi perkembangan teknologi yang cepat. Kompetensi tidak hanya dibentuk melalui pemahaman perangkat dan konsep, tetapi juga melalui kemampuan mengenali persoalan, merancang solusi, menguji prototipe, dan bekerja sama untuk menyempurnakan hasilnya.

Pengalaman kompetisi sebagai modal profesional

Ketua Jurusan Teknik Elektro Unimal, Prof. Arnawan Hasibuan, yang didampingi Sekretaris Jurusan Andik Bintoro, menyebut prestasi ini sebagai sinyal positif bagi perkembangan aktivitas akademik di jurusan tersebut. Kedua proyek memperlihatkan pentingnya kemampuan lintas bidang dalam menghasilkan inovasi yang relevan.

“Prestasi ini adalah hasil semangat mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan multidisiplin. Penguasaan teknologi seperti machine learning, sistem energi, dan komunikasi Bluetooth menjadi modal penting menghadapi kebutuhan industri,” jelas Arnawan.

Keterlibatan dalam kompetisi internasional juga memberi pengalaman yang melampaui hasil penghargaan. Mahasiswa dapat berlatih membagi peran, menyatukan keahlian anggota tim, menyiapkan proyek secara terstruktur, serta menyelesaikan tantangan teknis selama proses pengembangan inovasi.

Jurusan Teknik Elektro Unimal menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan mahasiswa yang berfokus pada penelitian dan inovasi. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat kultur akademik di Universitas Malikussaleh sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya teknologi yang kompetitif.

Keberhasilan dua tim dari kampus yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe ini menunjukkan bahwa gagasan dari ruang belajar dapat berkembang menjadi inovasi yang mendapat pengakuan lintas negara. Dari sistem pemanen energi hingga perangkat pemeriksaan kesehatan yang lebih ramah anak, kedua proyek itu menegaskan luasnya ruang kontribusi mahasiswa Teknik Elektro bagi pengembangan teknologi.

Frequently Asked Questions

What is Mahasiswa Teknik Elektro Unimal Aceh Raih?

Mahasiswa Teknik Elektro Unimal Aceh Raih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mahasiswa Teknik Elektro Unimal Aceh Raih matter?

Mahasiswa Teknik Elektro Unimal Aceh Raih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment