Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ada Penataan Subsidi Pertalite, Motor Listrik Pilihan Mobilitas yang Kian Relevan

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Michael Jones - beritabaru1.com

Foto : Michael Jones - beritabaru1.com

Penataan Subsidi Pertalite Dorong Motor Listrik Jadi Pilihan

Beritabaru1.com – Wacana Ada Penataan Subsidi Pertalite Motor yang dikemukakan pemerintah membuka peluang besar bagi masyarakat untuk beralih ke alternatif mobilitas lebih efisien. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mendorong sepeda motor listrik menjadi opsi utama guna menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak serta mendukung efisiensi belanja energi nasional.

Isu ini muncul setelah pertemuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Selasa, 11 Agustus 2026. Pemerintah sedang mempertimbangkan pembatasan akses Pertalite bagi kelompok mampu, khususnya desil 9 dan 10, dengan penerapan bertahap setelah sistem pendukung siap.

Momentum Adopsi Kendaraan Listrik

Menurut Aismoli, momen ini harus dilihat lebih luas daripada sekadar penataan penerima subsidi. Indonesia memiliki kesempatan besar untuk mengurangi kebutuhan BBM secara struktural melalui percepatan adopsi kendaraan listrik, terutama sepeda motor yang menjadi moda transportasi dominan bagi masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat jumlah sepeda motor di Indonesia telah mencapai sekitar 139,45 juta unit. Populasi yang sangat besar ini membuat peralihan sebagian kendaraan roda dua ke listrik berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap konsumsi energi nasional.

"Penataan subsidi menjadi momentum yang tepat untuk memperluas pilihan masyarakat. Kalau masyarakat memiliki kendaraan yang lebih efisien untuk kebutuhan sehari-hari, ketergantungan terhadap BBM juga dapat berkurang. Sepeda motor listrik semakin relevan karena biaya operasionalnya lebih rendah dan pilihan produknya semakin beragam," ujar Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi.

Potensi Penghematan Signifikan

Potensi penghematannya tidak bisa dianggap remeh. Kementerian ESDM pada tahun 2022 memperkirakan bahwa penggunaan 900 ribu sepeda motor listrik dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 320 juta liter per tahun serta menekan kompensasi Pertalite sebesar Rp480 miliar per tahun.

Untuk para pengguna, Kementerian ESDM juga memperkirakan penghematan biaya BBM sepeda motor listrik dapat mencapai sekitar Rp2,68 juta per tahun. Dengan skala kendaraan roda dua Indonesia yang sangat besar, Aismoli memandang percepatan adopsi motor listrik dapat menghasilkan efek penghematan yang semakin signifikan.

Berdasarkan rasio penghematan konsumsi BBM yang pernah dihitung Kementerian ESDM, setiap satu juta sepeda motor yang beralih ke listrik setara dengan potensi pengurangan konsumsi BBM sekitar 356 juta liter per tahun. Artinya, peralihan 5 juta sepeda motor berpotensi mengurangi kebutuhan BBM sekitar 1,78 miliar liter per tahun, sementara 10 juta sepeda motor dapat mencapai sekitar 3,56 miliar liter per tahun.

"Kalau dilakukan dalam skala jutaan kendaraan, manfaatnya bukan hanya dirasakan pemilik motor melalui biaya operasional yang lebih rendah. Negara juga memiliki peluang mengurangi konsumsi BBM dan ruang fiskal yang selama ini diperlukan untuk menjaga harga energi. Karena itu, motor listrik harus mulai dilihat sebagai bagian dari solusi efisiensi energi nasional," kata Budi.

Membangun Ekosistem yang Kuat

Aismoli menekankan bahwa masyarakat akan beralih apabila kendaraan listrik benar-benar memberikan manfaat yang kompetitif. Karena itu, percepatan adopsi harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas dan keselamatan produk, harga yang semakin terjangkau, ketersediaan suku cadang, jaringan layanan purnajual, infrastruktur pengisian maupun penukaran baterai, serta perlindungan konsumen.

Penguatan industri juga perlu melibatkan seluruh pelaku usaha yang telah berinvestasi dan berkontribusi di Indonesia, mulai dari produsen kendaraan dan baterai, industri komponen, bengkel dan jaringan distribusi, hingga penyedia infrastruktur.

FAQ: Penataan Subsidi Pertalite dan Motor Listrik

Kapan rencana pembatasan akses Pertalite untuk kelompok mampu diterapkan?

Pemerintah sedang mempertimbangkan penerapan bertahap setelah sistem pendukung siap. Rencana ini dibahas dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Menteri ESDM pada Agustus 2026.

Berapa potensi penghematan bagi pengguna motor listrik per tahun?

Kementerian ESDM memperkirakan penghematan biaya BBM sepeda motor listrik dapat mencapai sekitar Rp2,68 juta per tahun bagi setiap pengguna.

Apa saja faktor yang mendorong masyarakat beralih ke motor listrik?

Masyarakat akan beralih apabila kendaraan listrik memberikan manfaat kompetitif meliputi kualitas produk, keselamatan, harga terjangkau, ketersediaan suku cadang, dan infrastruktur pengisian baterai yang memadai.

Bagaimana dampak peralihan motor listrik terhadap subsidi Pertalite?

Setiap satu juta sepeda motor yang beralih ke listrik setara dengan potensi pengurangan konsumsi BBM sekitar 356 juta liter per tahun, yang secara langsung mengurangi beban subsidi Pertalite.

Baca juga: Berita Ekonomi Terbaru di Media Indonesia

Related Reading