Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bahlil Sebut Tangki Modifikasi 1 Ton Jadi Biang Kerok Antrean BBM Makassar

Published September 17, 2026 · Updated September 17, 2026 · By Thomas Thomas - beritabaru1.com

Foto : Thomas Thomas - beritabaru1.com

Antrean BBM di Makassar Mulai Terurai, Pemerintah Soroti Tangki Modifikasi

Beritabaru1.com – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Makassar, Sulawesi Selatan, kini disebut telah berangsur normal. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan gangguan distribusi yang sempat memicu antrean tidak berkaitan dengan kekurangan persediaan BBM secara nasional.

Pemerintah menemukan dua faktor yang memberi tekanan pada penyaluran BBM bersubsidi di daerah tersebut. Pertama, terjadi peralihan penggunaan dari bahan bakar nonsubsidi beroktan lebih tinggi ke BBM subsidi. Kedua, aparat menemukan kendaraan dengan tangki yang dimodifikasi untuk menampung BBM dalam volume sangat besar.

Bahlil menyampaikan bahwa perkembangan penanganan situasi di Makassar sudah disampaikan kepada Presiden. Ia menilai kondisi di lapangan telah membaik setelah langkah penertiban dan koordinasi distribusi dilakukan.

“Dan yang terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai. Dan sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9).

Cadangan Nasional Disebut Tetap Aman

Penegasan mengenai stok nasional menjadi penting karena antrean panjang kerap memunculkan kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan bahan bakar. Dalam kasus Makassar, Bahlil memastikan pasokan nasional masih berada pada tingkat yang aman, dengan cadangan BBM diperkirakan cukup untuk 18 hingga 20 hari.

Artinya, persoalan yang muncul lebih berkaitan dengan pola permintaan dan penyaluran pada titik tertentu, bukan karena seluruh stok nasional menipis. Distribusi BBM membutuhkan pengawasan yang ketat agar volume yang tersedia dapat sampai kepada pengguna yang memang menjadi sasaran program subsidi.

BBM bersubsidi memiliki peran besar bagi mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi sehari-hari. Ketika permintaan meningkat mendadak atau penyalurannya dimanfaatkan secara tidak semestinya, dampaknya bisa segera terlihat dalam bentuk antrean di SPBU. Pengendalian di lapangan karena itu menjadi bagian penting untuk menjaga akses masyarakat terhadap bahan bakar tersebut.

Peralihan dari RON 92 dan RON 95 Menambah Tekanan

Bahlil mengungkapkan adanya perubahan pilihan konsumen di Makassar. Pengendara yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi dengan angka oktan RON 92 maupun RON 95 disebut mulai beralih ke produk subsidi. Pergeseran ini membuat kebutuhan BBM bersubsidi meningkat dan menambah beban pada kuota serta jaringan distribusi setempat.

Perubahan konsumsi dalam jumlah besar dapat memengaruhi keseimbangan pasokan di suatu wilayah, terutama ketika kebutuhan harian melampaui perkiraan penyaluran. Dalam kondisi demikian, pengaturan distribusi perlu memastikan pasokan tetap tersedia secara merata dan tidak terkonsentrasi pada pembeli tertentu.

Pemerintah menempatkan BBM subsidi sebagai komoditas yang harus digunakan sesuai peruntukannya. Karena itu, pengawasan tidak hanya menyasar ketersediaan di SPBU, tetapi juga cara pembelian serta kapasitas kendaraan yang digunakan untuk mengisi bahan bakar.

Tangki Berkapasitas hingga Satu Ton Jadi Temuan

Selain lonjakan konsumsi, temuan kendaraan bertangki besar menjadi perhatian utama dalam evaluasi antrean BBM di Makassar. Kepolisian menemukan dugaan penggunaan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk menampung bahan bakar dalam jumlah di luar kewajaran kendaraan biasa.

Sejumlah kendaraan bahkan disebut memiliki tangki dengan kapasitas sekitar 700 liter hingga satu ton. Volume tersebut jauh lebih besar dibanding kebutuhan pengisian normal, sehingga berpotensi mengurangi ketersediaan BBM di satu titik penjualan dalam waktu singkat.

“Ada yang 700 liter, ada yang 1 ton, kemudian diisi dengan mobil yang bak. Dengan mobil Pajero, apa, segala macam. Jadi itu yang membuat salah satu di antara yang membuat antrean,” ungkapnya.

Penggunaan kendaraan dengan daya tampung seperti itu dipandang sebagai salah satu pemicu antrean karena pembelian dalam jumlah besar dapat mengganggu distribusi bagi kendaraan lain. Situasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya pengawasan terhadap praktik pengisian yang tidak sesuai dengan sasaran kebijakan subsidi.

Bagi masyarakat yang membutuhkan BBM untuk perjalanan harian maupun aktivitas usaha, antrean panjang berarti tambahan waktu, biaya, dan ketidakpastian. Oleh sebab itu, kelancaran penyaluran tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya cadangan nasional, melainkan juga oleh efektivitas pengawasan pada jalur distribusi terakhir.

Koordinasi Pemerintah dan Pertamina Diperketat

Presiden telah memberi arahan agar praktik penyalahgunaan tersebut segera ditertibkan. Bahlil menegaskan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Pertamina, yang menjalankan distribusi BBM di lapangan, untuk memastikan penyaluran produk subsidi lebih tepat sasaran.

“Arahannya harus segera kita tertibkan. Karena kita tahu bahwa pemerintah itu kan regulator. Implementasi di lapangan itu kan adalah Pertamina. Jadi saya melakukan koordinasi terus dengan Pertamina,” pungkas Bahlil.

Peran pemerintah sebagai regulator mencakup penyusunan kebijakan dan pengawasan agar distribusi berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, pelaksanaan penyaluran di lapangan memerlukan koordinasi yang konsisten dengan Pertamina serta aparat terkait, khususnya ketika ditemukan indikasi pembelian tidak wajar.

Penanganan di Makassar menjadi pengingat bahwa ketahanan pasokan nasional perlu disertai pengendalian distribusi yang responsif di daerah. Dengan antrean yang telah mulai terurai dan kondisi distribusi kembali kondusif, fokus berikutnya adalah menjaga agar BBM bersubsidi tersedia bagi kelompok yang berhak serta mencegah pola penyalahgunaan yang dapat kembali mengganggu pelayanan di SPBU.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bahlil Sebut Tangki Modifikasi 1 Ton Jadi?

Bahlil Sebut Tangki Modifikasi 1 Ton Jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bahlil Sebut Tangki Modifikasi 1 Ton Jadi matter?

Bahlil Sebut Tangki Modifikasi 1 Ton Jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.