Impact Investment Festival 2026 Perkuat Kolaborasi Regulator dan Pasar Modal
Impact Investment Festival 2026 Perkuat Kolaborasi Regulator
Beritabaru1.com – Indonesia kini menjadi salah satu pasar investasi berdampak paling dinamis di Asia Tenggara. Impact Investment Festival 2026 Perkuat kolaborasi antara regulator dan pelaku pasar modal menjadi momentum penting bagi pengembangan ekosistem ini. Lebih dari seratus penyedia modal telah menyalurkan dana melebihi US$1,5 miliar ke dalam sektor investasi berdampak. Tren pertumbuhan tersebut mencerminkan minat investor yang kian meningkat terhadap instrumen investasi yang tidak sekadar memberikan imbal hasil finansial, melainkan juga menghasilkan perubahan sosial dan lingkungan yang dapat diukur.
Meskipun perkembangannya positif, ekosistem investasi berdampak di Indonesia masih menghadapi kendala berupa fragmentasi. Terdapat kesenjangan antara investor, produk keuangan, dan berbagai institusi yang ada. Kondisi ini membatasi visibilitas, aksesibilitas, serta peluang kolaborasi untuk memperluas dampak secara keseluruhan. Festival yang diselenggarakan oleh YCAB Foundation hadir sebagai solusi untuk menjembatani berbagai pihak dalam ekosistem ini.
Acara Lintas Sektor di IDX Main Hall
YCAB Foundation akan menyelenggarakan Impact Investment Festival 2026 Perkuat sinergi antar sektor pada tanggal 13 Agustus 2026. Acara ini dirancang sebagai wadah pertemuan bagi regulator, pelaku pasar modal, investor, institusi keuangan, organisasi filantropi, lembaga sosial, serta para pemimpin bidang keberlanjutan. Festival dijadwalkan berlangsung di IDX Main Hall, Jakarta, yang merupakan pusat kegiatan pasar modal Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antar sektor, membangun kepercayaan di antara para pemangku kepentingan, serta mendorong integrasi investasi berdampak ke dalam ekosistem pasar modal Indonesia secara lebih menyeluruh. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam pengembangan investasi berdampak.
Pertumbuhan Produk Investasi Berdampak
Berdasarkan data dari Trimegah Sekuritas per 31 Maret 2026, tercatat sebanyak 28 produk reksa dana berdampak dengan total aset kelolaan mencapai Rp17 triliun. Selain itu, terdapat 29 produk obligasi dan sukuk berdampak dengan nilai aset kelolaan sekitar Rp57 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan minat investor terhadap instrumen keuangan yang memberikan dampak sosial dan lingkungan.
Instrumen-instrumen keuangan tersebut telah menyalurkan dana ke berbagai sektor prioritas nasional. Di antaranya meliputi pendidikan, pemberdayaan perempuan, UMKM dan ketenagakerjaan, kesehatan serta kesejahteraan sosial, lingkungan dan perubahan iklim, serta perumahan terjangkau. Setiap sektor ini berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan yang menjadi fokus global.
Sesi Plenary Membahas Peran Pasar Modal
Festival 2026 menghadirkan dua sesi plenary yang fokus pada peran pasar modal dalam mempercepat pertumbuhan investasi berdampak di Indonesia. Sesi pertama berjudul "Unlocking Impact at Scale through Indonesia's Capital Markets" membahas bagaimana pasar modal dapat memperluas akses pembiayaan bagi sektor-sektor prioritas pembangunan. Pembicara dalam sesi tersebut antara lain Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Djamal Attamimi dari Danantara Indonesia, Sahat Pangaribuan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), serta Veronica Colondam, Founder & CEO YCAB Foundation. Prof. Rofikoh Rokhim, Ph.D. bertindak sebagai moderator.
Sementara itu, sesi kedua dengan judul "Investing Beyond Profit: Scaling Opportunities for Millions" membahas peluang memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi berdampak. Diskusi ini menghadirkan Richardo Walujo dari Juara Capital Indonesia, Darmayudha dari PT Trimegah Asset Management, dan Bernadus Wijaya dari Sucor Sekuritas, dengan Ellen May sebagai moderator.
Kolaborasi Kunci Ekosistem Investasi Berdampak
Pembahasan dalam festival menunjukkan bahwa pengembangan investasi berdampak tidak hanya memerlukan produk yang relevan bagi investor, tetapi juga ekosistem yang mampu mempertemukan sumber dana dengan berbagai peluang manfaat luas. Impact Investment Festival 2026 Perkuat peran regulator dan pasar modal dalam menciptakan kerangka kerja yang mendukung pertumbuhan investasi berdampak.
"Impact investing menjadi penting karena dapat membuka peluang untuk menciptakan nilai yang lebih luas bagi Indonesia. Ketika dana diarahkan pada sektor dan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan perubahan yang nyata. Karena itu, ekosistem ini perlu terus dikembangkan agar dapat menjadi bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujar Djamal Attamimi, Managing Director Global Business Development, Corporate, Finance & Investments Danantara Indonesia.
Komisaris Utama BEI, Nurhaida, juga menekankan bahwa pasar modal memiliki peran yang semakin krusial dalam mendukung pembangunan nasional. Selain berfungsi sebagai sarana investasi bagi masyarakat, pasar modal juga menjadi sumber pendanaan jangka panjang yang memungkinkan dunia usaha untuk bertumbuh, berekspansi, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.
"Kami meyakini bahwa kolaborasi yang kuat antara regulator, penyelenggara pasar, dan berbagai pihak terkait akan memperkuat fondasi investasi berdampak di Indonesia," tambah Nurhaida.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Impact Investment Festival 2026
Kapan Impact Investment Festival 2026 berlangsung? Festival ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 13 Agustus 2026 di IDX Main Hall, Jakarta.
Siapa saja yang dapat berpartisipasi dalam festival ini? Festival ini terbuka bagi regulator, pelaku pasar modal, investor, institusi keuangan, organisasi filantropi, lembaga sosial, dan para pemimpin bidang keberlanjutan.
Apa tujuan utama dari festival ini? Tujuan utamanya adalah memperkuat kolaborasi antara regulator dan pasar modal untuk mendorong integrasi investasi berdampak ke dalam ekosistem pasar modal Indonesia.
Berapa total aset kelolaan produk investasi berdampak di Indonesia? Berdasarkan data per 31 Maret 2026, total aset kelolaan mencapai Rp74 triliun, terdiri dari Rp17 triliun untuk reksa dana berdampak dan Rp57 triliun untuk obligasi dan sukuk berdampak.
Bagaimana cara mendapatkan informasi lebih lanjut tentang festival ini? Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi YCAB Foundation dan Bursa Efek Indonesia.