Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Manfaatkan Data dan AI untuk Pengadaan Barang dan Jasa yang Transparan dan Berkelanjutan

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Mark Brown - beritabaru1.com

Foto : Mark Brown - beritabaru1.com

Pengadaan Transparan: Manfaatkan Data dan AI untuk Keberlanjutan

Beritabaru1.com – Manfaatkan Data dan AI untuk pengadaan barang dan jasa kini menjadi prioritas strategis bagi Indonesia. Kamis (13/8/2026) menandai peluncuran resmi kolaborasi antara RMIT University Australia dan BINUS University dalam inisiatif yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan praktik pengadaan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk memperkuat sistem pengadaan nasional melalui integrasi data dan AI, mendorong peran pengadaan sebagai instrumen kunci dalam transisi menuju ekonomi hijau serta pengembangan rantai pasok yang ramah lingkungan.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan skala luar biasa dari nilai pengadaan barang dan jasa di Indonesia. Data dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menunjukkan bahwa total Rencana Umum Pengadaan (RUP) untuk kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah pada tahun 2025 menyentuh angka Rp1.193,6 triliun. Di sisi lain, negara ini memiliki lebih dari 64 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. Dengan besaran tersebut, keputusan pembelian serta standar vendor dinilai memiliki daya unggit signifikan terhadap dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Transformasi Fungsi Pengadaan Melalui Teknologi

Tantia Dian Permata Indah, sebagai Director Indonesia RMIT University, menekankan bahwa fungsi pengadaan tidak boleh lagi sekadar dianggap sebagai kegiatan administratif internal. Ia menjelaskan bahwa ketika belanja pengadaan pemerintah melibatkan lebih dari seribu triliun rupiah, maka procurement tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai urusan administratif di belakang layar. RMIT membantu para pengambil keputusan di Indonesia manfaatkan data dan AI secara bertanggung jawab agar keputusan transaksi lebih transparan, tangguh, dan berkelanjutan.

Melalui kemitraan RMIT Southeast Asia Hub dan BINUS Center of Excellence in Sustainability, kolaborasi ini memperkenalkan Sustainable Procurement Disclosure Index. Indeks yang dirancang peneliti rantai pasok RMIT tersebut berfungsi membantu korporasi dan lembaga pemerintah mengukur keterbukaan serta dampak ekologis dari praktik pengadaan mereka. Pemanfaatan AI juga diperkenalkan untuk membantu evaluasi vendor, mitigasi risiko rantai pasok, serta otomatisasi pelaporan keberlanjutan (ESG compliance) dengan tetap mengedepankan kontrol akuntabilitas manusia.

Dampak Ekonomi Sirkular dan Peluang UMKM

Langkah ini turut mendukung peta jalan ekonomi sirkular Kementerian PPN/Bappenas di lima sektor prioritas: makanan-minuman, tekstil, konstruksi, elektronik, dan perdagangan eceran. Penerapan ekonomi sirkular secara konsisten diperkirakan mampu menambah Rp593–638 triliun pada PDB nasional serta menciptakan 4,4 juta lapangan kerja hijau hingga 2030. UMKM memiliki peluang besar untuk mengakses pasar pengadaan yang lebih transparan melalui sistem berbasis AI yang mengurangi hambatan birokrasi.

Dengan memadukan riset internasional RMIT dan pemahaman BINUS terhadap regulasi serta ekosistem vendor di Indonesia, kolaborasi ini membantu organisasi bergerak dari komitmen ESG menuju praktik procurement yang nyata dan terukur.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Prof. Yanthi Rumbina Ianova Hutagaol, Ketua BINUS Center of Excellence in Sustainability. Ia menyatakan bahwa perpaduan kepakaran internasional dan pemahaman regulasi domestik menjadi kunci penguatan ekosistem vendor lokal. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa teknologi AI memungkinkan pemantauan real-time terhadap kinerja vendor, sehingga meningkatkan akuntabilitas dalam setiap tahap pengadaan.

Implementasi Praktis dan Masa Depan Pengadaan

Implementasi Manfaatkan Data dan AI dalam pengadaan memerlukan pendekatan bertahap yang melibatkan pelatihan SDM, penyempurnaan infrastruktur teknologi, dan penyesuaian regulasi. RMIT dan BINUS berencana menyelenggarakan workshop dan sertifikasi bagi profesional pengadaan di sektor publik dan swasta. Program ini juga mencakup pengembangan platform digital yang terintegrasi dengan sistem e-procurement nasional, memungkinkan pertukaran data secara real-time antara berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, kolaborasi ini akan menghasilkan panduan komprehensif tentang penggunaan AI dalam evaluasi tender, prediksi risiko rantai pasok, dan pengukuran jejak karbon pengadaan. Dengan dukungan teknologi, Indonesia dapat mencapai target pengadaan berkelanjutan yang lebih ambisius, sekaligus memperkuat posisi sebagai pemimpin ekonomi sirkular di kawasan Asia Tenggara.

FAQ: Manfaatkan Data dan AI untuk Pengadaan

Apa itu Sustainable Procurement Disclosure Index? Indeks ini adalah alat pengukuran yang dirancang peneliti RMIT untuk membantu organisasi menilai keterbukaan dan dampak lingkungan dari praktik pengadaan mereka.

Berapa nilai total pengadaan pemerintah Indonesia tahun 2025? Berdasarkan data LKPP, total Rencana Umum Pengadaan (RUP) mencapai Rp1.193,6 triliun untuk kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Bagaimana AI membantu evaluasi vendor? AI memungkinkan analisis data historis vendor secara otomatis, termasuk kinerja pengiriman, kepatuhan regulasi, dan jejak karbon operasional.

Apa manfaat ekonomi sirkular bagi Indonesia? Penerapan ekonomi sirkular diperkirakan menambah Rp593–638 triliun pada PDB nasional dan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja hijau hingga 2030.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam kolaborasi ini? Kolaborasi ini melibatkan RMIT University Australia, BINUS University, serta berbagai kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia.

Related Reading