Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Perkuat Fondasi Demi Pertumbuhan 8%

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Emily Davis - beritabaru1.com

Foto : Emily Davis - beritabaru1.com

Menkeu: Pertumbuhan 8% Mulai Terlihat di Depan Mata

Beritabaru1.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa arah pergerakan ekonomi nasional menuju target pertumbuhan delapan persen sudah mulai terlihat jelas. Dengan berbagai langkah penguatan fondasi ekonomi, mengaktifkan kembali sektor swasta, serta perbaikan iklim investasi, ia meyakini capaian tersebut dapat terwujud dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang. Langkah-langkah strategis ini menjadi kunci untuk memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga.

"Pertumbuhan 8% mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi. Tapi kalau untuk saya, sudah hampir kelihatan," tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan kepercayaan diri pemerintah terhadap kemampuan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Menurut Purbaya, Indonesia sebenarnya telah memiliki modal yang cukup untuk mencapai pertumbuhan lebih tinggi. Ia menilai ekonomi nasional mampu mencapai level sekitar enam persen hanya dengan menghidupkan kembali aktivitas sektor swasta dan pemerintah, tanpa perlu melakukan reformasi industri yang terlalu besar. Kondisi ini menjadi modal awal penting untuk mengakselerasi ekonomi hingga menyentuh angka delapan persen. Penguatan sektor riil dan digitalisasi menjadi fokus utama dalam strategi ini.

Pertumbuhan 5,29% sudah cukup baik di tengah tekanan global,

ujar Purbaya mengenai kinerja triwulan II 2026. Angka ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional meskipun menghadapi berbagai tantangan eksternal yang signifikan.

Kinerja Ekonomi Triwulan II 2026

Optimisme Menkeu sejalan dengan data ekonomi terkini. Pertumbuhan sebesar 5,29 persen pada triwulan kedua tahun 2026 dinilai masih solid, meskipun perekonomian nasional menghadapi berbagai tekanan global. Faktor utama yang memberikan dampak adalah tingginya harga minyak dunia serta pelemahan sektor eksternal yang turut memengaruhi kinerja ekspor. Pemerintah terus memantau perkembangan ini secara ketat.

Ia meyakini momentum positif akan berlanjut pada triwulan III dan IV 2026. Pemerintah saat ini terus berfokus menyiapkan fondasi yang kuat agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara berkelanjutan. Kebijakan fiskal dan moneter yang sinergis menjadi instrumen utama dalam mencapai target tersebut.

Nanti dua tahun atau tiga tahun lagi, Anda sudah melihat angka 8% sudah menyundul ke atas,

pungkasnya dengan penuh keyakinan. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi bahwa kondisi global akan membaik secara bertahap.

Mengoptimalkan Mesin Pertumbuhan

Untuk mendorong akselerasi tersebut, pemerintah berencana mengoptimalkan seluruh mesin pertumbuhan yang ada. Langkah yang akan diambil meliputi peningkatan likuiditas dalam perekonomian serta mendorong penurunan suku bunga. Hal ini bertujuan agar perbankan dapat menyalurkan kredit dengan bunga yang lebih rendah, sehingga aktivitas dunia usaha dan konsumsi masyarakat semakin terdorong.

Kami akan memaksimalkan seluruh engine (mesin) pertumbuhan ekonomi. Ke depan, saya yakin di triwulan III dan IV 2026 akan mendorong ekonomi ke arah lebih cepat, high round menuju 6%,

ucapnya optimistis. Strategi ini juga mencakup penguatan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.

Tantangan yang Masih Dihadapi Pelaku Usaha

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, mengungkapkan bahwa pelaku usaha hingga saat ini masih menghadapi sejumlah tekanan. Mulai dari kenaikan biaya produksi, pelemahan nilai tukar rupiah, perlambatan permintaan ekspor, hingga melemahnya daya beli domestik dinilai membatasi ruang ekspansi dunia usaha.

Shinta menjelaskan bahwa aktivitas ekonomi di sektor riil sepanjang kuartal II 2026 belum berjalan optimal. Dunia usaha harus menghadapi tekanan dari sisi biaya maupun permintaan. Lonjakan harga energi akibat konflik di Selat Hormuz, pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan biaya bahan baku impor, serta perlambatan permintaan dari negara-negara mitra dagang menjadi tantangan utama.

Jadi, aktivitas ekonomi di sektor riil yang dialami pelaku usaha sepanjang kuartal II 2026 cukup berat,

ujarnya. Kondisi ini memerlukan respons cepat dari berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Shinta, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 masih tergolong rapuh sehingga perlu dijaga momentumnya agar semakin kuat. Dengan demikian, dunia usaha diharapkan dapat kembali melakukan ekspansi dan keluar dari tren industri yang masih bersifat defensif.

Sehingga membalikkan tren industri yang sifatnya lebih defensif atau masih mengalami tekanan terhadap kondisi yang ada,

pungkasnya.

FAQ: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Apa target pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026? Target pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 adalah mencapai 8% berdasarkan proyeksi pemerintah yang disampaikan oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Berapa pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026? Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29%, yang dinilai masih solid di tengah tekanan global.

Apa saja tantangan utama pelaku usaha saat ini? Tantangan utama meliputi kenaikan biaya produksi, pelemahan nilai tukar rupiah, perlambatan permintaan ekspor, dan melemahnya daya beli domestik.

Kapan target pertumbuhan 8% diperkirakan tercapai? Menkeu memproyeksikan target pertumbuhan 8% dapat tercapai dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan melalui penguatan fondasi ekonomi.

Apa langkah pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi? Pemerintah fokus pada peningkatan likuiditas, penurunan suku bunga, penguatan sektor swasta, dan perbaikan iklim investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Related Reading