Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Ungkap Keberhasilan B50, Pakar: Devisa tak Terkuras oleh Impor BBM Lagi

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Mark Brown - beritabaru1.com

Foto : Mark Brown - beritabaru1.com

Prabowo Umumkan Pencapaian B50, Para Ahli Soroti Manfaat Devisa dan Ketahanan Energi

Beritabaru1.com – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan bahwa Indonesia telah mulai mewujudkan cita-cita swasembada energi. Salah satu tonggak pencapaian tersebut adalah keberhasilan produksi biodiesel B50 berbasis minyak kelapa sawit. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Tahunan MPR bersama DPR-DPD yang menjadi momen penting bagi evaluasi kebijakan energi nasional.

Analisis Ekonom Unima: Hemat Devisa hingga Rp170 Triliun

Robert Winerungan, ekonom dari Universitas Negeri Manado (Unima), memberikan respons positif terhadap pidato kepresidenan tersebut. Ia menekankan bahwa penghentian impor solar memberikan dampak signifikan bagi perekonomian negara. Sebelumnya, sebagian besar devisa nasional digunakan untuk membayar impor bahan bakar minyak dan melunasi utang luar negeri.

"Sebagian besar devisa kita habis untuk impor BBM dan bayar utang. Sekarang kalau BBM itu, solar tidak impor lagi, yang Rp170 triliun itu devisa hemat besar sekali. Jadi B50 ini sangat menghemat devisa. Devisa kita tidak terkuras oleh impor BBM lagi. Ada impor BBM, tapi sudah bukan solar," ujar Robert saat dihubungi, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Robert, penghematan devisa ini memiliki potensi manfaat yang lebih luas. Ruang yang tercipta dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan teknologi dalam negeri. Penguasaan teknologi dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi, sehingga produk nasional menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Ekonom ini juga mencatat bahwa peningkatan pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel menciptakan kepastian permintaan. Hal ini pada gilirannya membantu menjaga stabilitas harga komoditas serta mendukung penjualan. Robert pun memberikan apresiasi kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia karena mampu mengeksekusi perintah presiden dengan cepat.

"Itu spektakuler. Jadi intinya peran besar untuk BBM yang tidak impor lagi itu, devisa bisa dipakai untuk alih teknologi. Akan lebih maju lagi Indonesia kita. Jadi devisa tidak terkuras dan kalau devisa itu terpakai untuk alih teknologi, itu akan membuat Indonesia kita lebih maju lagi," tambahnya.

Perspektif Pakar Unpad: Kesiapan Ekosistem Kunci Keberhasilan B50

Yayan Satyakti, pakar ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), menilai industri sawit telah lama menjadi tulang punggung perekonomian. Sektor ini menyerap jutaan tenaga kerja, membantu pengurangan kemiskinan di pedesaan, serta menghasilkan devisa melalui ekspor dan pengurangan impor.

Yayan menekankan bahwa peningkatan penggunaan biodiesel hingga B50 harus dibarengi dengan penguatan ekosistem pendukung. Peningkatan porsi biodiesel otomatis meningkatkan kebutuhan bahan baku. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat, diversifikasi bahan baku, serta penguatan pembiayaan menjadi elemen krusial untuk keberlanjutan program B50.

"Perbaiki pungutan dan pasang katup pengaman campuran sekarang, diversifikasi ke bahan baku limbah sembari melindungi pangan melalui Harga Eceran Tertinggi alih-alih kuota ekspor, dan mulai menaikkan produktivitas perkebunan rakyat segera, maka B50 menjadi kemenangan ketahanan energi yang benar-benar mampu ditanggung Indonesia, baik secara fiskal maupun lingkungan," kata Yayan.

Yayan mencatat bahwa sejumlah prasyarat yang ia soroti telah tercermin dalam kebijakan Kementerian ESDM. Keputusan Menteri ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026 mengatur arah kebijakan pencampuran biodiesel hingga tahun 2030. Keputusan ini mempertimbangkan tiga aspek penting, yaitu kesiapan bahan baku, pembiayaan, dan infrastruktur.

"Syarat gerbang itulah petunjuknya. Keputusan itu sendiri mengakui bahwa jalur pencampuran bergantung pada kesiapan pembiayaan yang persis merupakan variabel yang ditemukan model sebagai pengikat," jelas Yayan.

Kajian Yayan juga menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku dapat dikelola melalui peningkatan produktivitas dan peremajaan kebun rakyat. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada pembukaan lahan baru. Dengan dukungan pembiayaan, bahan baku, dan infrastruktur yang memadai, B50 berpeluang menjadi instrumen penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi impor.

Kebijakan B50 yang dijalankan Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia tidak hanya berorientasi pada peningkatan persentase biodiesel. Kesiapan ekosistem turut menjadi pertimbangan sebelum peningkatan campuran dilakukan. Hal ini menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus memastikan manfaat B50 terhadap ketahanan energi dapat diperoleh secara optimal.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Ungkap Keberhasilan B50 Pakar?

Prabowo Ungkap Keberhasilan B50 Pakar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Ungkap Keberhasilan B50 Pakar matter?

Prabowo Ungkap Keberhasilan B50 Pakar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.