Antusias Ajak Keluarga untuk Cek Kesehatan Gratis, Sukiyah: Jangan Sampai Mereka Sakit!
Sukiyah: Cek Kesehatan Gratis untuk Keluarga
Beritabaru1.com – Sukiyah, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kampung Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, memiliki keyakinan kuat bahwa pemeriksaan kesehatan rutin adalah investasi terbaik untuk masa depan keluarga. Perempuan ini meyakini bahwa deteksi dini penyakit dapat mencegah komplikasi serius dan menjaga kualitas hidup setiap anggota keluarga.
Pengalaman pahit yang mengubah hidupnya terjadi pada tahun 2025 ketika Sukiyah didiagnosis tuberkulosis melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Selama enam bulan menjalani pengobatan, ia harus menjaga jarak dari orang-orang terdekat untuk mencegah penularan. Masa-masa sulit tersebut justru memperkuat tekadnya untuk memastikan tidak ada anggota keluarganya yang mengalami hal serupa.
"Saya mah maunya anak saya, keluarga saya, jangan sampai ada yang kena TB, cukup saya aja (yang merasakan sakit)," ungkap Sukiyah saat ditemui di Jakarta, Kamis (13/8).
Dukungan Lingkungan yang Luar Biasa
Perjalanan penyembuhan Sukiyah terasa lebih ringan berkat dukungan luar biasa dari warga Kampung Muara. Alih-alih dikucilkan, ia justru merasa semakin dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya. Dari kelurahan, RW, RT, hingga kader-kader dasawisma, semua pihak menunjukkan kepedulian yang tulus.
"Saya bangga jadi warga di Kampung Muara ini. Dari kelurahan, RW, RT, sampai kader-kader dasawismanya, kita yang punya penyakit ini bukannya dijauhin, malah dirangkul dan diperhatiin," ceritanya dengan mata berbinar.
Trauma akibat penyakit menular tersebut membuat Sukiyah menjadi sosok yang sangat protektif terhadap kesehatan anak-anaknya. Setiap kali si kecil menunjukkan gejala batuk yang tidak kunjung sembuh dalam waktu dua pekan, ia langsung membawa mereka ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Motivasi untuk Deteksi Dini
Sukiyah menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang enggan mengikuti program cek kesehatan karena takut mengetahui kondisi tubuh mereka sebenarnya. Bagi perempuan ini, rasa takut tersebut justru menunjukkan ketidaksiapan seseorang untuk sembuh dan menerima pengobatan yang diperlukan.
"Kalau orang yang ada cek begitu, dia ngerasa takut, itu orang yang nggak mau tahu, engga mau sembuh, nggak ada semangat sehat," tegasnya.
Bagi Sukiyah, deteksi dini merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan keluarga. Ia selalu mendorong suami dan kedua anaknya untuk tidak melewatkan kesempatan berobat gratis yang tersedia di puskesmas sekitar rumah. Program ini dinilai sangat membantu, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan dalam hal biaya transportasi maupun waktu.
"Kalau saya pribadi, ada berobat gratis buru-buru saya mah. Pengen tahu nih, kita sehat enggak. Biar kita tahu, biar kita cepat mencegah dan cepat sembuh. Apalagi udah usia, penyakit rentan masuk," lanjutnya memotivasi.
Akses Kesehatan yang Lebih Mudah
Kehadiran program CKG di puskesmas dinilai sangat membantu masyarakat Jakarta Utara. Sukiyah merasa bersyukur karena kini pemeriksaan kesehatan tidak lagi membutuhkan perjalanan jauh. Dengan adanya program ini, warga dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan yang signifikan.
"Ada CKG begini bersyukur saya mah. Jadi enggak usah jauh-jauh kita," pungkas Sukiyah dengan senyum semangat yang menular.
Kisah Sukiyah menjadi bukti nyata bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan terus meningkat. Program CKG diharapkan dapat terus dibangun agar lebih banyak orang yang merasakan manfaatnya. Hingga 9 Agustus 2026, tercatat lebih dari 78 juta masyarakat Indonesia telah mengikuti program tersebut. (H-2)
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Cek Kesehatan Gratis
Apa itu program Cek Kesehatan Gratis (CKG)? Program CKG adalah layanan kesehatan yang disediakan pemerintah melalui puskesmas untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis kepada masyarakat Indonesia.
Bagaimana cara mengikuti program CKG? Masyarakat dapat datang langsung ke puskesmas terdekat dengan membawa KTP atau identitas lainnya. Pendaftaran biasanya dilakukan di loket pendaftaran puskesmas.
Apa saja pemeriksaan yang dilakukan dalam CKG? Program CKG mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta pemeriksaan fisik umum untuk mendeteksi potensi penyakit seperti tuberkulosis dan diabetes.
Apakah program CKG tersedia setiap hari? Waktu pelaksanaan CKG bervariasi tergantung puskesmas masing-masing. Sebagian besar puskesmas menyediakan layanan ini pada hari kerja dan beberapa hari libur nasional.