BRIN Perkuat Kolaborasi untuk Perluas Dampak Riset dan Inovasi
BRIN dan Media Group Perkuat Kolaborasi untuk Perluas Dampak Inovasi Nasional
Beritabaru1.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Media Group telah menyepakati langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi guna memperluas dampak riset dan inovasi di Indonesia. Pertemuan audiensi antara kedua lembaga ini dilaksanakan di Gedung Metro TV pada hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2025. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah memperluas jangkauan informasi seputar kegiatan riset dan inovasi yang dilakukan BRIN kepada khalayak luas. Melalui sinergi ini, BRIN Perkuat Kolaborasi untuk Perluas Dampak - sebuah inisiatif yang diharapkan dapat mengubah cara masyarakat memahami kemajuan ilmiah nasional.
Dengan adanya dukungan media, berbagai temuan penelitian diharapkan tidak hanya dikenal ketika sudah menjadi tren viral, melainkan dapat dipahami masyarakat sejak awal proses hingga manfaat yang dihasilkan. Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa kerja sama antara BRIN dan Media Group sebenarnya telah terjalin dalam berbagai kegiatan selama ini. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang lebih intensif agar inovasi-inovasi BRIN dapat diakses oleh masyarakat secara lebih efektif.
Momentum Penguatan Sinergi yang Sudah Ada
Audiensi kali ini menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi yang telah berjalan, baik melalui Metro TV, Media Indonesia, maupun unit usaha lainnya di bawah naungan Media Group. Arif Satria menjelaskan bahwa hubungan antara kedua lembaga sudah berlangsung lama dan kini perlu ditingkatkan frekuensinya. Menurut Arif, keterlibatan media sangat penting untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap berbagai hasil riset dan inovasi yang dikembangkan BRIN.
Sejak lama kami sudah banyak bersama, berkolaborasi dalam banyak hal. Kesemuanya ini kita akan beraudiensi untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara BRIN dengan Media Group, kata Arif Satria.
Ia menekankan bahwa inovasi-inovasi yang ada di BRIN perlu semakin dipahami secara luas oleh masyarakat Indonesia. Saat ini, banyak masyarakat yang baru mengetahui hasil riset setelah produk tersebut ramai atau viral di media sosial. Padahal, di balik sebuah hasil inovasi terdapat proses penelitian dan pengembangan yang panjang, mencakup penelitian, pengujian, hingga penyesuaian agar hasil riset dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Membangun Kesamaan Frekuensi Kolaborasi
Arif menambahkan bahwa BRIN dan Media Group perlu membangun kesamaan frekuensi agar kolaborasi ke depan dapat berjalan lebih efektif. Kesamaan pemahaman mengenai arah riset, inovasi, serta kebutuhan masyarakat menjadi salah satu fondasi dalam membangun kerja sama yang berdampak. Ia menjelaskan bahwa terbangun frekuensi yang sama akan memudahkan kolaborasi antara kedua lembaga di masa mendatang.
Saya kira penting, karena model kolaborasi itu kan satu frekuensi. Terbangun frekuensi yang sama itu akan mudah kolaborasi kita ke depan, jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Metro TV sekaligus Media Indonesia, Arief Suditomo, menyambut baik rencana penguatan kolaborasi tersebut. Menurutnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui berbagai riset yang sedang dilakukan BRIN. Arief mencontohkan inovasi berupa sepatu dan genteng yang sempat menjadi perhatian publik, namun proses penelitian di baliknya jarang diketahui masyarakat.
Tentu kita menyambut baik kolaborasi ini dengan BRIN. Mungkin banyak masyarakat Indonesia yang masih belum tahu terkait dengan riset yang sedang dilakukan oleh BRIN untuk masyarakat Indonesia sendiri, ujar Arief.
Arief menilai, selama ini masyarakat terkadang baru mengetahui hasil riset dan inovasi setelah produk tersebut ramai atau viral di media sosial. Ia mencontohkan inovasi berupa sepatu dan genteng yang sempat menjadi perhatian publik. Padahal, lanjut Arief, di balik sebuah hasil inovasi terdapat proses penelitian dan pengembangan yang panjang. Proses tersebut mencakup penelitian, pengujian, hingga penyesuaian agar hasil riset dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
Padahal di balik itu ada usaha dari BRIN, mulai dari meneliti, mencocok-cocokkan penelitian tersebut yang mungkin bisa bertahun-tahun, ucapnya.
Karena itu, Arief berharap kolaborasi antara BRIN dan Media Group dapat segera direalisasikan untuk membantu memperkenalkan proses maupun hasil riset BRIN kepada masyarakat secara lebih luas. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini akan membantu masyarakat memahami bahwa inovasi bukan hanya hasil akhir, tetapi juga proses yang panjang.
Jadi kami sambut baik kolaborasi ini yang mungkin kita bisa lakukan secepatnya, dekat-dekat ini, pungkasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, BRIN dan Media Group diharapkan dapat membangun ekosistem komunikasi riset yang lebih kuat, sehingga hasil penelitian dan inovasi nasional tidak hanya menjadi informasi, tetapi juga semakin dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sinergi ini juga membuka peluang untuk memperluas jangkauan riset BRIN ke berbagai segmen masyarakat melalui platform media yang telah ada.
Frequently Asked Questions
Apa tujuan utama kolaborasi BRIN dan Media Group? Tujuan utama kolaborasi ini adalah memperluas dampak riset dan inovasi BRIN dengan memanfaatkan platform media untuk mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat secara lebih efektif dan luas.
Kapan pertemuan audiensi antara BRIN dan Media Group dilaksanakan? Pertemuan audiensi dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2025, di Gedung Metro TV.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam kolaborasi ini? Pihak yang terlibat meliputi BRIN yang dipimpin oleh Arif Satria, serta Media Group yang diwakili oleh Arief Suditomo sebagai Direktur Utama Metro TV dan Media Indonesia.
Bagaimana kolaborasi ini akan membantu masyarakat? Kolaborasi ini akan membantu masyarakat memahami proses penelitian dan inovasi BRIN sejak awal, bukan hanya setelah hasil inovasi menjadi viral di media sosial.
Apakah ada contoh inovasi BRIN yang pernah menjadi viral? Ya, inovasi berupa sepatu dan genteng dari BRIN pernah menjadi perhatian publik dan viral di media sosial, meskipun proses penelitian di baliknya jarang diketahui masyarakat.