Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dokter Saraf RSPAD: Pasien Heatstroke Harus Segera Mendapat Pendinginan

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Richard Moore - beritabaru1.com

Foto : Richard Moore - beritabaru1.com

Heatstroke: Mengapa Pendinginan Segera Penting Menurut Dokter Saraf RSPAD

Beritabaru1.com – DOKTER spesialis neurologi dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Brigjen TNI (Purn) dr. Sholihul Muhibbi, menekankan pentingnya tindakan pendinginan segera bagi pasien yang mengalami heatstroke. Langkah awal yang paling krusial adalah memindahkan pasien ke ruangan yang lebih sejuk. Kondisi ini menjadi semakin kritis seiring dengan meningkatnya suhu udara di berbagai wilayah Indonesia selama musim kemarau.

Menurut dr. Sholihul, cuaca panas ekstrem saat ini memicu kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh atau termoregulasi. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas fisik yang berlebihan, kurangnya asupan cairan, serta kondisi tubuh yang tidak bugar. Sistem termoregulasi yang bekerja optimal akan menjaga suhu tubuh tetap stabil meskipun lingkungan sekitar mengalami perubahan suhu yang signifikan.

“Pada cuaca panas seperti ini mempermudah terjadinya kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh yang dipicu oleh aktivitas berlebihan dan kurangnya cairan,” ujar Sholihul saat dihubungi di Jakarta, Rabu (12/8). Selain memindahkan pasien ke tempat sejuk, dr. Sholihul menyarankan agar pakaian yang menghalangi proses penguapan keringat segera dilonggarkan. Pakaian longgar akan membantu tubuh melepaskan panas lebih efektif melalui mekanisme penguapan.

Teknik Pendinginan dan Penanganan Medis untuk Heatstroke

Proses pendinginan tubuh dapat dilakukan dengan cara membasahi atau mengompres permukaan kulit sambil dikipasi secara terus-menerus. Terkait pemberian asupan, ia memberikan catatan penting: cairan melalui minuman hanya boleh diberikan jika pasien dalam kondisi sadar penuh. Sebaliknya, jika pasien mengalami penurunan kesadaran, jangan dipaksakan untuk minum karena berisiko tersedak.

“Pasien dengan penurunan kesadaran perlu segera mendapat penanganan medis, termasuk pemberian cairan melalui infus serta pemantauan fungsi organ vital seperti ginjal, hati, jantung, dan otak,” tegasnya. Paparan panas biasanya menunjukkan gejala yang muncul secara bertahap: Pada kondisi heatstroke, pasien dapat mengalami penurunan kesadaran seperti meracau, kejang, hingga koma. Selain itu, risiko kegagalan fungsi ginjal, hati, serta gangguan pembekuan darah menjadi ancaman serius.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan risiko heatstroke selama musim kemarau, terutama bagi warga yang beraktivitas lama di luar ruangan. Dr. Sholihul menambahkan bahwa risiko ini meningkat pada individu dengan gangguan sistem regulasi keringat, termasuk mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin dan beta blocker.

Kelompok lain yang sangat rentan meliputi lansia, penderita obesitas, serta orang yang melakukan aktivitas berat tanpa proses adaptasi cuaca (aklimatisasi) yang cukup. Penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal heatstroke agar dapat segera mencari pertolongan medis sebelum kondisi memburuk.

"Pendinginan segera adalah kunci utama dalam penanganan heatstroke. Setiap menit yang berlalu tanpa tindakan pendinginan dapat meningkatkan risiko kerusakan organ permanen pada pasien."

Frequently Asked Questions (FAQ) tentang Heatstroke

Apa saja gejala awal heatstroke? Gejala awal heatstroke meliputi pusing, mual, kelelahan ekstrem, kulit kemerahan, dan keringat berlebihan atau justru tidak berkeringat sama sekali.

Bagaimana cara mencegah heatstroke saat beraktivitas di luar ruangan? Minum air yang cukup, menghindari aktivitas berat pada jam-jam terpanas (10.00-15.00), menggunakan pakaian ringan berwarna terang, dan melakukan aklimatisasi bertahap.

Kapan harus segera membawa pasien heatstroke ke rumah sakit? Segera bawa ke rumah sakit jika pasien mengalami penurunan kesadaran, kejang, suhu tubuh di atas 40°C, atau tidak responsif terhadap pendinginan awal.

Apakah obat-obatan tertentu meningkatkan risiko heatstroke? Ya, obat-obatan seperti antihistamin, beta blocker, dan beberapa jenis obat tekanan darah dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur suhu.

Related Reading