Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kampus Ini Kembangkan Listening Station Digital Dorong Keroncong Solo Menuju Warisan Budaya UNESCO

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Mark Brown - beritabaru1.com

Foto : Mark Brown - beritabaru1.com

Listening Station Digital: Upaya Kampus Ini Kembangkan Listening Station untuk Keroncong Solo

Beritabaru1.com – Universitas Budi Luhur Jakarta meluncurkan inisiatif digital inovatif melalui pengembangan Listening Station. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem musik keroncong di Kota Surakarta dan mendorong pengakuan internasional sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Inisiatif ini menggabungkan keahlian akademik dengan kebutuhan komunitas seni lokal.

Program pengabdian masyarakat ini telah berjalan sejak awal tahun 2026 dengan dukungan penuh dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun Anggaran 2026. Pendanaan dialokasikan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) yang berada di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya melalui pendekatan digital.

Kolaborasi Strategis dengan KAMKI Surakarta

Program ini melibatkan sinergi erat antara tim dosen Universitas Budi Luhur dengan Komunitas Artis Musik Keroncong Indonesia (KAMKI) Surakarta. Rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi komunitas keroncong selama ini. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi budaya terkait nilai penting musik keroncong, keterbatasan ruang pertunjukan publik, serta kebutuhan penguatan tata kelola administrasi organisasi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pelaksana menggabungkan pelestarian budaya dengan pemanfaatan teknologi digital secara harmonis. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup peningkatan literasi budaya, pelatihan dokumentasi menggunakan smartphone, perancangan website resmi KAMKI Surakarta, produksi rekaman lagu berkualitas, pembuatan video feature, serta rencana pemasangan signage informatif di ruang publik Kota Solo.

Dua Inovasi Digital Unggulan

Dari serangkaian kegiatan intensif tersebut, muncul dua inovasi utama yang menjadi tulang punggung program. Pertama, website resmi KAMKI Surakarta yang berfungsi sebagai pusat informasi terpadu, database keanggotaan, dan sistem administrasi organisasi yang modern. Kedua, fitur Listening Station yang berperan sebagai repositori digital karya audio-visual sekaligus kanal penyiaran publik yang mudah diakses.

Listening Station diharapkan menjadi ruang digital yang memungkinkan karya para musisi keroncong terdokumentasi dengan baik, diakses kapan saja, dan diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas seni ini dirancang agar teknologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan mitra dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

Tim Pelaksana dan Kontribusi Mahasiswa

Program ini dipimpin oleh Yousep Eka Irawan Apriyandi, dosen Ilmu Komunikasi dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FKDK). Ia dibantu oleh Denik Iswardani Witarti, dosen Magister Ilmu Komunikasi FKDK; Pipin Farida Ariyani, dosen Teknik Informatika FTI; serta Muhammad Iqbal Naufal, dosen Ilmu Komunikasi FKDK. Tim ini membawa berbagai keahlian untuk mendukung keberhasilan program.

Mahasiswa dari lintas fakultas juga turut serta aktif dalam kegiatan ini. Mereka antara lain Ahmad Kholiluddin dan Muzaki Alfarizqi Azhar dari Desain Komunikasi Visual FKDK, serta Syukranda dari Teknik Informatika FTI. Seluruh kegiatan dilaksanakan bersama pengurus dan musisi KAMKI Surakarta dengan semangat gotong royong.

Harapan Jangka Panjang Program

Selain menghasilkan platform digital, program ini juga memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pengurus serta musisi dalam mendokumentasikan dan mempublikasikan karya secara profesional. Ketua tim pelaksana, Yousep Eka Irawan Apriyandi, berharap program ini tidak berhenti pada peningkatan kapasitas organisasi semata.

"Program ini semoga tidak berhenti pada penguatan kapasitas organisasi semata. Semoga ini bisa tumbuh dan berkembang untuk memperluas visibilitas musik keroncong di ruang publik nasional maupun global," ungkap Yousep.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkenalkan musik keroncong kepada generasi yang lebih luas sekaligus memperkuat dokumentasi karya dan aktivitas komunitas. Langkah ini sejalan dengan upaya Keroncong Solo menuju pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Pihak KAMKI Surakarta turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dengan antusias. Inovasi digital yang dikembangkan dinilai dapat membantu komunitas keroncong beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas di era digital.

"Program kerja sama ini diharapkan agar KAMKI bisa adaptif terhadap perkembangan zaman. Pengurus dan musisi yang tergabung dalam KAMKI mendapatkan pengetahuan baru dari program ini," kata Didiet Raykapoor, perwakilan Sekretariat KAMKI Kota Solo.

Melalui pengembangan website dan Listening Station, KAMKI Surakarta diharapkan memiliki fondasi digital yang dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendokumentasikan karya, memperkenalkan musisi, serta membangun komunikasi dengan masyarakat. Inovasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pelestarian musik keroncong di Surakarta.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Listening Station

Apa itu Listening Station? Listening Station adalah fitur digital yang berfungsi sebagai repositori karya audio-visual keroncong dan kanal penyiaran publik untuk masyarakat umum.

Siapa yang mengembangkan Listening Station? Listening Station dikembangkan oleh tim dosen Universitas Budi Luhur Jakarta melalui program pengabdian masyarakat yang didukung PISN 2026.

Bagaimana Listening Station mendukung UNESCO? Dengan mendokumentasikan dan mempublikasikan karya keroncong secara digital, Listening Station membantu memperkuat bukti dan visibilitas Keroncong Solo menuju pengakuan UNESCO.

Bagaimana cara mengakses Listening Station? Listening Station dapat diakses melalui website resmi KAMKI Surakarta yang telah dirancang sebagai pusat informasi terpadu.

Apakah program ini melibatkan mahasiswa? Ya, mahasiswa dari berbagai fakultas seperti Desain Komunikasi Visual dan Teknik Informatika turut serta aktif dalam kegiatan ini.

Related Reading