Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kembangkan Literasi Finansial dan Produk UMKM Berbasis Ecopreneurship

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Richard Moore - beritabaru1.com

Foto : Richard Moore - beritabaru1.com

Program KKN-PMM Ubhara Jaya Galakkan Ecopreneurship di Bekasi

Beritabaru1.com – Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, menjadi lokasi pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN-PMM) yang melibatkan dua puluh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Kegiatan ini mengusung tema "Literasi Inklusif Berbasis Ecopreneurship : Pendampingan Lingkungan Kaya Literasi melalui Pemanfaatan Teks Multimodal" dan dijadwalkan berlangsung dari akhir Juni hingga Agustus 2026.

Program yang mendapat dukungan dari BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini menyasar dua kelompok sasaran utama. Kelompok Ibu-Ibu Berkarya (KIIB) mewakili masyarakat yang aktif secara ekonomi, sementara SDN Harapan Baru III menjadi representasi sektor nonproduktif.

Pembukaan Resmi dan Dukungan Pemerintah Kelurahan

Kegiatan diresmikan di Kantor Kelurahan Harapan Baru dengan sambutan hangat dari Lurah setempat, Toni Kurniadi M Noer. Ia menyambut positif kehadiran mahasiswa dan menegaskan dukungan penuh terhadap sinergi antara institusi pendidikan tinggi dengan warga lingkungan.

Sekretaris Kelurahan, Syuriani Gulo ST, yang hadir bersama perwakilan mitra dari KIIB serta jajaran guru SDN Harapan Baru III, menyampaikan harapan agar program ini memberikan manfaat berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya fokus pada peningkatan literasi keuangan dan pengembangan produk lokal yang memiliki potensi unggulan.

"Khususnya dalam penguatan literasi finansial dan pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal," ujar Syuriani Gulo saat membuka kegiatan.

Pendampingan Kelompok Ibu-Ibu Berkarya

Tahap awal pendampingan bagi KIIB difokuskan pada identifikasi kebutuhan produksi, khususnya terkait usaha peyek yang dipimpin oleh Siti Umayah atau yang lebih dikenal sebagai Bu Sarah. Sosok ini berperan sebagai penggerak utama dalam pengembangan produk unggulan kelompok tersebut.

Setelah proses identifikasi selesai, para ibu menerima edukasi mengenai konsep ecopreneurship. Pendekatan ini menekankan wirausaha yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan dalam setiap keputusan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga desain kemasan.

Dr. Sani Aryanto, yang juga menjabat sebagai Dekan FIP Ubhara Jaya dan Ketua Tim Pengabdian, menyampaikan materi ini bersama anggota tim, Dr. Zahara Tussoleha Rony. Menurutnya, pengenalan konsep ecopreneurship bertujuan agar para ibu dapat memperhitungkan aspek lingkungan secara holistik.

"Konsep ecopreneurship kami perkenalkan agar ibu-ibu tidak hanya berpikir soal keuntungan, juga memperhitungkan dampak lingkungan dalam setiap keputusan produksi, mulai dari bahan baku hingga kemasan," ungkap Sani Aryanto dalam keterangan resmi.

Mahasiswa kemudian mendampingi para ibu dalam standardisasi kemasan produk. Hasilnya adalah peluncuran Ecopeyek Oemah Sarah, sebuah produk dengan identitas merek dan kemasan yang lebih menarik dan layak jual dibandingkan kemasan plastik bening tanpa label yang digunakan sebelumnya.

Sebagai langkah lanjutan, mitra produktif juga dibantu dalam pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, sebagai saluran pemasaran digital. Mahasiswa Ubhara Jaya bekerja sama langsung dengan para ibu kelompok dalam mengelola akun-akun tersebut.

Tim pengabdian juga mendampingi penyusunan katalog produk yang rencananya akan diajukan sebagai Hak Cipta atas nama Kelurahan Harapan Baru sebagai bentuk penguatan luaran program.

Pendampingan SDN Harapan Baru III

Di jalur mitra kedua, pendampingan terhadap SDN Harapan Baru III dilaksanakan sejak Juli hingga Agustus 2026. Identifikasi awal mengungkap bahwa perpustakaan sekolah masih didominasi buku teks pelajaran dan belum tertata sesuai standar perjenjangan bacaan.

Mahasiswa kemudian membantu penataan ulang manajemen perpustakaan dengan mengacu pada Pedoman Perjenjangan Buku Nonteks Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 30 Tahun 2022. Selain penataan koleksi, sekolah juga dibantu membangun lingkungan kaya literasi melalui pelabelan buku dan tanaman di area sekolah, serta pembuatan barcode otomatis yang terhubung ke laman bacaan digital dan produk teks multimodal.

Bagian inti dari pendampingan ini adalah penguatan kapasitas bagi 33 guru SDN Harapan Baru III dalam memanfaatkan aplikasi digital Sastra Finansial. Aplikasi ini merupakan hasil diseminasi riset yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

Dr. Puri Pramudiani dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), bersama Dr. Sani Aryanto, menyampaikan materi aplikasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memastikan hasil penelitian benar-benar mencapai masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi guru dan siswa di kelas.

"Aplikasi Sastra Finansial merupakan hasil diseminasi riset kami sejak beberapa tahun terakhir. Melalui program ini, kami ingin memastikan hasil penelitian benar-benar hilir dan dirasakan manfaatnya oleh guru dan siswa di kelas," ujar Puri Pramudiani.

Pada tahap akhir pendampingan, setiap guru didampingi oleh mahasiswa untuk mengimplementasikan aplikasi tersebut dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga literasi finansial dapat terintegrasi secara efektif dalam kegiatan akademik di sekolah.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kembangkan Literasi Finansial dan Produk UMKM?

Kembangkan Literasi Finansial dan Produk UMKM is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kembangkan Literasi Finansial dan Produk UMKM matter?

Kembangkan Literasi Finansial dan Produk UMKM matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.