Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemerintah Minta Korporasi Bantu Atasi Karhutla Kalsel yang Kian Parah

Published Agustus 19, 2026 · Updated Agustus 19, 2026 · By Karen Smith - beritabaru1.com

Foto : Karen Smith - beritabaru1.com

Beritabaru1.com – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, meminta dukungan aktif dari pihak korporasi di sektor pertambangan, perkebunan, dan pengelolaan hutan untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) yang kian memprihatinkan. Hanif menegaskan bahwa penanganan Karhutla di enam provinsi saat ini menjadi prioritas utama pemerintah. Namun, tantangan besar muncul seiring dengan prakiraan kemarau dan udara kering yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

"Kondisi Karhutla di enam provinsi semakin meluas dan menjadi prioritas penanganan saat ini. Di sisi lain, pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran dan sarana, sehingga mengharuskan kita meminta dukungan semua pihak, terutama korporasi," ujar Hanif saat memimpin rapat penanganan Karhutla di Posko Pantau Pengayuan, Kota Banjarbaru, Selasa (18/8). Hanif menilai kolaborasi dengan pihak swasta sangat krusial, terutama untuk menangani titik api di luar areal konsesi perusahaan serta kawasan ring satu di sekitar Bandara Syamsudin Noor.

Ia menekankan bahwa penanganan tidak boleh dilakukan secara parsial atau sektoral. "Ini harus semuanya bergerak, membagi titik dengan strategi pagar betis. Kalsel sangat rawan terbakar," tegasnya.

Selain keterlibatan korporasi, Wamenko Pangan juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalsel untuk mengakselerasi penanganan dengan mengombinasikan seluruh potensi daerah. Langkah ini mencakup pengerahan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swakarsa masyarakat, unit usaha, hingga mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengakui bahwa Satgas Karhutla mulai kewalahan di lapangan.

Kendala utama yang dihadapi adalah menyusutnya sumber air serta keterbatasan personel dan peralatan. "Terkadang lokasi kebakaran sulit diakses dan sumber air semakin terbatas. Sementara pemadaman menggunakan helikopter water bombing tidak bisa dilakukan sampai malam hari," jelas Ronny.

Saat ini, lahan gambut di kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor terus terbakar. Untuk menyiasati keterbatasan sumber daya, BPBD berencana menerapkan pengaturan dukungan dari pihak korporasi secara bergantian. Pada Selasa (18/8), kebakaran hebat melanda puluhan hektare lahan di kawasan Liang Anggang, Kecamatan Landasan Ulin, yang berdekatan dengan bandara.

Kebakaran tersebut memicu asap tebal yang mengganggu arus lalu lintas di jalur Banjarbaru-Tanah Laut. Dalam situasi darurat tersebut, Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq turun langsung ke lapangan untuk membantu proses pemadaman api yang mulai merambah kawasan pergudangan dan permukiman warga. (Ant/E-3)

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemerintah Minta Korporasi Bantu Atasi Karhutla?

Pemerintah Minta Korporasi Bantu Atasi Karhutla is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemerintah Minta Korporasi Bantu Atasi Karhutla matter?

Pemerintah Minta Korporasi Bantu Atasi Karhutla matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.