Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gelar The 12th ACPID 2026 di Bandung, Tenaga Kesehatan Asia Komitmen Perkuat Ketahanan Kesehatan Anak

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Michael Gonzalez - beritabaru1.com

Foto : Michael Gonzalez - beritabaru1.com

Gelar The 12th ACPID 2026: Ketahanan Kesehatan Anak di Bandung

Beritabaru1.com – Gelar The 12th ACPID 2026 di Bandung menandai momentum penting bagi dunia kedokteran anak di Asia. Kongres kedelapan belas Asian Congress of Pediatric Infectious Diseases (ACPID) 2026 resmi dibuka di Trans Hotel & Convention Center pada Jumat sore, 14 Agustus 2026. Acara bergengsi ini menghadirkan lebih dari seribu peserta dari berbagai negara, mencakup dokter spesialis anak, konsultan penyakit infeksi, peneliti, akademisi, tenaga kesehatan, serta para pembuat kebijakan kesehatan.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga bagi tenaga medis global. Penyakit menular tidak mengenal batas wilayah, sehingga wabah dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia tanpa terkecuali.

Dalam wabah Covid-19, anak menjadi korban dengan angka kematian yang paling tinggi. Mereka menanggung dampak terbesar, baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan dan perkembangan mereka.

Piprim menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan kesehatan anak yang belum terselesaikan secara optimal. Penyakit tuberkulosis, dengue, campak, pneumonia, diare, serta berbagai penyakit tropis lainnya masih merebak di berbagai daerah. Beban serupa juga dirasakan oleh anak-anak di seluruh kawasan Asia.

Selain itu, muncul ancaman kompleks seperti resistensi antimikroba, kembalinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, peningkatan resistensi vaksin, perubahan iklim, tingginya mobilitas penduduk, serta ketimpangan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Kita tidak dapat mengatasinya sendiri. Karena itu, kongres ini tidak boleh berhenti pada kegiatan saling tukar hasil penelitian. Kongres harus menjadi ruang membangun kepercayaan, memperkuat jejaring internasional serta melahirkan kolaborasi nyata antarnegara.

Kongres dua tahunan ini mengusung tema besar "Fostering Asian Collaboration in Pediatric Infectious Diseases Control to Strengthen Resilience Against Future Global Threats". Acara ini berlangsung bersamaan dengan Annual Scientific Meeting on Pediatric Infectious Diseases (ASMPID) selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu, 14–16 Agustus 2026.

Piprim menekankan bahwa keberhasilan tenaga kesehatan tidak diukur dari jumlah publikasi atau penelitian yang dihasilkan. Keberhasilan sejati terletak pada penurunan angka kematian dan kesakitan pada anak di seluruh dunia.

Kehadiran lebih dari seratus pembicara nasional dan internasional dalam kongres ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan kesehatan anak di tengah ancaman penyakit infeksi yang semakin kompleks dan dinamis.

Komitmen Regional dan Kolaborasi Nyata

Prof Anggraini Alam, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia ACPID 2026 serta Ketua IDAI Cabang Jawa Barat, menyatakan bahwa momen ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi berbagai masalah kritis dalam kesehatan anak.

Kongres ini akan menyoroti isu-isu mendesak seperti penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (VPD), penyakit tropis terabaikan (NTD), penyakit emerging dan re-emerging, serta ancaman serius dari resistansi antimikroba. Kami merancang program ilmiah yang komprehensif dengan harapan setiap peserta dapat membawa pulang wawasan dan keterampilan praktis untuk meningkatkan tata laksana infeksi pada anak di negara masing-masing.

Mike Yat-Wah Kwan, Presiden Asian Society for Pediatric Infectious Diseases (ASPID), juga memberikan dukungannya. Ia menilai ACPID 2026 sebagai wadah ideal untuk memperkuat sinergi antar negara di Asia dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

Kami melihat antusiasme luar biasa dari para ahli dan praktisi. Melalui simposium dan diskusi interaktif, kami berharap dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang tidak hanya berdampak pada penelitian tetapi juga langsung pada kebijakan kesehatan anak di kawasan Asia. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan generasi kita.

Di sisi lain, Prof Edi Hartoyo, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, menambahkan bahwa kolaborasi Asia sangat penting untuk menghadapi ancaman global di masa depan.

Penyelenggaraan kongres ini juga menjadi bukti nyata peran aktif Indonesia dalam mendorong kolaborasi regional. IDAI berkomitmen penuh untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman demi menciptakan strategi yang lebih efektif dan adaptif di masa depan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang ACPID 2026

Apa itu ACPID 2026? ACPID 2026 adalah Asian Congress of Pediatric Infectious Diseases ke-12 yang digelar di Bandung pada 14-16 Agustus 2026, menghadirkan para ahli kesehatan anak dari seluruh Asia.

Siapa saja yang bisa menghadiri ACPID 2026? Kongres ini terbuka untuk dokter spesialis anak, konsultan penyakit infeksi, peneliti, akademisi, tenaga kesehatan, dan para pembuat kebijakan dari berbagai negara.

Apa tema utama ACPID 2026? Tema utamanya adalah "Fostering Asian Collaboration in Pediatric Infectious Diseases Control to Strengthen Resilience Against Future Global Threats".

Bagaimana ACPID 2026 berkontribusi pada kesehatan anak? Kongres ini memperkuat kolaborasi regional, berbagi penelitian terbaru, dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan anak di Asia.

Related Reading