Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jaga Resep Lama di Tengah Kuliner Viral

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Mark Jones - beritabaru1.com

Foto : Mark Jones - beritabaru1.com

Klepon Gianyar 1980: Konsistensi Rasa di Era Tren Kuliner

Beritabaru1.com – Hungry Playground yang diselenggarakan di Summarecon Mall Bekasi menghadirkan pengalaman kuliner berbeda. Festival ini menampilkan 110 tenant dari berbagai daerah, termasuk Klepon Gianyar yang telah berdiri sejak tahun 1980. Acara berlangsung dari tanggal 14 Agustus hingga 20 September 2026 dan menjadi wadah bagi pelaku usaha tradisional untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak lebih luas.

Akar Sejarah dan Perjalanan Usaha

Kini dikelola oleh generasi kedua, Klepon Gianyar 1980 bermula dari dapur rumah yang dirintis oleh mertua Dayu Putu Laksmi Dewi. Awalnya usaha ini bertujuan membantu kondisi ekonomi keluarga. Seiring waktu, produksi tidak hanya terbatas pada klepon, tetapi juga mencakup berbagai kue tradisional untuk keperluan upacara adat di Bali.

Perkembangan signifikan terjadi ketika klepon buatan keluarga Dayu mengikuti kompetisi di Pesta Kesenian Bali dan meraih beberapa kali juara. Pengakuan tersebut membawa produk mereka hingga ke Istana Negara. Popularitas pun terus meningkat seiring minat media dan tokoh kuliner terhadap klepon khas Bali ini.

Menolak Perubahan yang Menggeser Identitas

Di tengah arus inovasi rasa yang sedang tren, Klepon Gianyar 1980 memilih jalan berbeda. Dayu menjelaskan bahwa mereka pernah bereksperimen dengan varian stroberi dan cokelat, namun hasilnya tidak memuaskan.

"Sudah pernah. Strawberry, kita buat juga. Jadi mochi. Saya testing sama keluarga, mereka bilang, 'Bukan, bukan klepon ini.' Makanya tetap," katanya.

Menurut Dayu, perubahan rasa justru mengaburkan karakter dasar klepon yang telah dikenal selama ini. Tantangan terbesar bukan sekadar mengikuti tren, melainkan mempertahankan keautentikan rasa yang telah terbentuk sejak lama.

Ciri Khas Gula Cair Khas Bali

Salah satu pembeda utama Klepon Gianyar 1980 adalah penggunaan gula cair sebagai isian. Berbeda dengan kebiasaan di Jawa yang umumnya menggunakan gula merah potong, klepon dari Bali ini mencairkan gula terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam adonan.

"Kalau di Jawa pada umumnya gulanya diiris. Kalau di Bali itu gulanya cair," katanya.

Sensasi melelehnya gula saat digigit menjadi ciri khas yang tidak boleh hilang. Untuk menjaga konsistensi, mereka hanya menggunakan satu pemasok gula dari Bali. Bahkan saat mengikuti festival di luar daerah, bahan baku tersebut selalu dibawa langsung dari pulau Dewata.

Hungry Playground: Transformasi Pasar Senggol

Kehadiran Klepon Gianyar 1980 di Bekasi merupakan bagian dari festival yang telah mengalami transformasi nama. Sebelumnya dikenal sebagai Pasar Senggol yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, kini konsepnya menggabungkan kuliner, hiburan, dan gaya hidup.

Ugi Cahyono, Center Director Summarecon Mall Bekasi, menjelaskan bahwa perubahan nama dilakukan untuk menyesuaikan tren pengunjung yang semakin mengutamakan pengalaman.

"Melihat pergeseran tren dan gaya hidup yang semakin mengutamakan pengalaman (experience driven), tahun ini kami mengubah nama menjadi Hungry Playground," ujarnya.

Festival ini menempati area seluas 18.200 meter persegi dan menghadirkan berbagai konsep mulai dari kuliner legendaris hingga merek F&B yang sedang berkembang. Selain kuliner, pengunjung juga dapat menikmati wahana permainan, pertunjukan musik, dan aktivitas komunitas lainnya.

Sejumlah musisi ternama dijadwalkan tampil di panggung utama, antara lain Mahalini, Maliq & D'Essentials, Juicy Luicy, serta Dewa 19 Experience. Kehadiran Klepon Gianyar 1980 menjadi bukti bahwa usaha tradisional tetap relevan di tengah era kuliner viral yang terus berkembang.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Jaga Resep Lama di Tengah Kuliner?

Jaga Resep Lama di Tengah Kuliner is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jaga Resep Lama di Tengah Kuliner matter?

Jaga Resep Lama di Tengah Kuliner matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.