Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lebih dari Tempat Bermain

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Richard Moore - beritabaru1.com

Foto : Richard Moore - beritabaru1.com

Lebih dari Tempat Bermain: RPTRA Jakarta Bertransformasi

Beritabaru1.com – Jakarta kini memiliki lebih dari sekadar tempat bermain untuk anak-anaknya. Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau RPTRA telah mengalami transformasi yang signifikan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang komprehensif. Fasilitas yang awalnya dikenal sebagai tempat bermain anak-anak kini berfungsi sebagai wadah interaksi sosial dan pengembangan potensi warga. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penyediaan fasilitas bermain merupakan bagian penting dari interaksi sosial untuk menikmati ruang terbuka hijau.

Hingga saat ini, jumlah RPTRA di ibu kota telah mencapai 324 unit. Angka ini melampaui target awal sebesar 267 RPTRA yang telah ditetapkan sebelumnya. Penyebaran fasilitas ini mencakup 44 kecamatan dan 173 kelurahan di seluruh wilayah Jakarta. Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani, menilai bahwa RPTRA memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai program pembangunan masyarakat.

Adanya RPTRA, kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak, dapat meningkat melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Potensi tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari perlindungan anak, pemberdayaan keluarga, peningkatan derajat kesehatan, hingga penguatan ekonomi warga. Dwi menambahkan bahwa berbagai kegiatan di RPTRA dapat dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan masyarakat melalui kolaborasi berbagai program. Dengan demikian, konsep lebih dari tempat bermain telah menjadi kenyataan di Jakarta.

RPTRA Tunas Muda: Kolaborasi untuk Era Digital

Salah satu contoh nyata penguatan RPTRA dapat dilihat di lokasi Tunas Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta pihak swasta untuk menghadirkan ruang publik yang mendukung tumbuh kembang anak di era digital. Fasilitas yang tersedia meliputi buku bacaan, permainan edukatif, serta sarana literasi digital.

Inisiatif ini dirancang untuk membimbing anak-anak agar membangun kebiasaan mengoperasikan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Menurut Dwi, ruang bermain memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar sarana rekreasi. Area tersebut menjadi tempat anak belajar, mengasah kreativitas, membentuk karakter, serta memperkuat keterampilan bersosialisasi.

Perluasan Kawasan Hijau Kota

Penguatan peran RPTRA juga berjalan seiring dengan perluasan kawasan hijau kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan bahwa luas ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota saat ini telah mencapai 3.703,56 hektare atau 5,59 persen dari total wilayah. Angka ini meningkat dibanding capaian 2024 yang tercatat sebesar 3.446 hektare atau 5,3 persen.

Peningkatan persentase ruang terbuka hijau melalui pembangunan 15 lokasi RTH taman, satu lokasi RTH jalur hijau, tiga lokasi RTH hutan, dan satu lokasi RTH makam dengan 7.627 potensi petak makam baru.

Lebih lanjut, Rano menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta turut memperkuat fungsi ekologis taman melalui penambahan area resapan air. Pembangunan penampung air seperti Embung Lapangan Merah di Jakarta Selatan dan Waduk Giri Kencana di Jakarta Timur dihadirkan untuk mengendalikan limpasan air hujan sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.

Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Manfaat nyata dari penataan taman kota dirasakan langsung oleh masyarakat. Di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, RTH tidak lagi dipandang sebagai sekadar pelengkap estetika tata kota, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang bernapas sekaligus destinasi wisata alternatif yang ramah kantong.

Agung Rahmatsyah, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku rutin menghabiskan waktu akhir pekan bersama istri dan anak balitanya di taman tersebut. Menurut Agung, wajah baru taman yang telah terintegrasi menjadi pilihan utama untuk berekreasi tanpa harus menghadapi kemacetan menuju luar kota atau berjejal di pusat perbelanjaan.

Taman yang saat ini sudah direvitalisasi jadi lebih bagus dan nyaman untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.

Bagi keluarga muda seperti Agung, ruang terbuka publik yang nyaman dan terjangkau menjadi kebutuhan yang kian mendesak. Cukup dengan membayar tarif parkir kendaraan dan membawa bekal dari rumah, warga sudah dapat menikmati suasana senja yang asri di jantung kota.

FAQ: Lebih dari Tempat Bermain

Berapa jumlah RPTRA yang ada di Jakarta saat ini?

Hingga saat ini, jumlah RPTRA di Jakarta telah mencapai 324 unit, melampaui target awal sebesar 267 unit.

Apa saja fasilitas yang tersedia di RPTRA Tunas Muda?

RPTRA Tunas Muda menyediakan buku bacaan, permainan edukatif, serta sarana literasi digital untuk mendukung tumbuh kembang anak di era digital.

Berapa luas ruang terbuka hijau di Jakarta?

Luas ruang terbuka hijau di Jakarta saat ini mencapai 3.703,56 hektare atau 5,59 persen dari total wilayah ibu kota.

Di mana lokasi Embung Lapangan Merah dan Waduk Giri Kencana?

Embung Lapangan Merah terletak di Jakarta Selatan, sedangkan Waduk Giri Kencana berada di Jakarta Timur.

Related Reading