20 Investor Siap Alirkan Rp64 Triliun ke Kalsel
Investasi Rp64 Triliun Mengalir ke Kalimantan Selatan Pasca Pamor Borneo 2026
Beritabaru1.com – Kalimantan Selatan kini menanti realisasi investasi yang nilainya mencapai Rp64 triliun. Jumlah tersebut merupakan komitmen dari 20 pelaku usaha, baik yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara. Kesepakatan ini tertuang dalam 12 Letter of Intent (LoI) yang telah ditandatangani selama penyelenggaraan Investment Forum Pamor Borneo 2026. Acara tersebut berlangsung di Banjarmasin pada tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, event ini memfasilitasi 15 proyek investasi dengan total nilai Rp73 triliun. Gubernur Kalsel, Muhidin, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan penyelenggaraan. Ia menjelaskan bahwa laporan yang diterima menunjukkan adanya 20 investor yang hadir langsung di lokasi forum. Para investor tersebut telah menandatangani 32 Letter of Intent dengan total nilai Rp64 triliun. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur pada hari Selasa, 11 Agustus.
Memperkuat Ekonomi dan Digitalisasi
Pamor Borneo merupakan festival tahunan terbesar di Kalimantan Selatan yang menggabungkan ekonomi kreatif, pameran UMKM, dan forum investasi. Tujuan utamanya adalah memperkuat pertumbuhan ekonomi, memperluas digitalisasi pembayaran termasuk QRIS, serta mempromosikan proyek strategis dan produk lokal regional Kalimantan. Tema yang diangkat tahun ini adalah "Unlocking Kalimantan's Value-Added Growth Potential for Economy Prosperity".
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Haris Munandar, menilai capaian ini sebagai hasil utama dari Pamor Borneo 2026. Menurutnya, event ini berhasil memperkuat kinerja ekonomi se-Kalimantan melalui peningkatan investasi, daya saing UMKM, serta digitalisasi sistem pembayaran. Haris menambahkan bahwa dampak positif terasa selama tiga hari penyelenggaraan acara di Banjarmasin pada hari Minggu, 11 Agustus.
Realisasi UMKM dan Bisnis
Dalam sektor UMKM, panitia mencatat adanya 50 pelaku usaha unggulan yang turut dipromosikan. Pelaku usaha ini berasal dari bidang kriya, fashion, wastra, dan kuliner. Selama kegiatan berlangsung, transaksi atau penjualan booth mencapai Rp306 juta. Selain itu, business deal tercatat sebesar Rp2,2 miliar dengan komitmen pembiayaan UMKM senilai Rp1,05 miliar.
Endri, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kalsel, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan perhitungan mengenai total nilai investasi yang berhasil masuk ke Kalsel selama even Pamor Borneo 2026. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut cukup sukses mengingat cakupan acaranya yang bersifat regional Kalimantan.
"Pamor Borneo yang dilaksanakan selama tiga hari ini memberikan dampak positif untuk mendorong kinerja ekonomi Kalimantan secara keseluruhan," kata Haris saat penutupan Pamor Borneo 2026 di Banjarmasin, Minggu (11/8).
Kolaborasi dan Masa Depan
Menurut Haris, penguatan ekonomi melalui Pamor Borneo tercermin dari peningkatan daya saing UMKM, akselerasi investasi yang menghasilkan 12 LoI dari 20 investor dengan nilai minat Rp73 triliun, serta perluasan akseptasi digital sistem pembayaran melalui QRIS dan berbagai kegiatan pendukung. Ia juga menyebutkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dekranasda, pelaku UMKM, sektor swasta, dan berbagai mitra kerja yang bersama-sama mengembangkan potensi daerah untuk memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam perekonomian regional.
Haris berharap kolaborasi tersebut terus dilanjutkan setelah Pamor Borneo 2026 berakhir sehingga minat investasi yang telah terbentuk dapat ditindaklanjuti, sementara penguatan UMKM dan digitalisasi pembayaran terus diperluas untuk memberikan dampak ekonomi yang semakin besar. Ia menegaskan kerja sama lintas pihak menjadi kunci karena setiap pemangku kepentingan memiliki peran yang saling melengkapi dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah, sebagaimana semangat the power of we yang menekankan kekuatan kerja bersama.
Dalam rangka memperkuat digitalisasi pembayaran, Bank Indonesia memberikan gelar Bunda QRIS Kalimantan Selatan kepada Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Fathul Jannah sebagai bentuk apresiasi atas perannya dalam meningkatkan pemanfaatan QRIS di masyarakat dan pelaku usaha.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 20 Investor Siap Alirkan Rp64 Triliun?20 Investor Siap Alirkan Rp64 Triliun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 20 Investor Siap Alirkan Rp64 Triliun matter?20 Investor Siap Alirkan Rp64 Triliun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.