Alami Hipotermia dan Cedera, 31 Pendaki Gunung Bawakaraeng Dievakuasi
31 Pendaki Gunung Bawakaraeng Dievakuasi Akibat Hipotermia dan Cedera
Beritabaru1.com – Tim Siaga SAR Merah Putih mencatat jumlah gangguan kesehatan tertinggi sepanjang masa siaga tahun ini setelah menangani 31 pendaki yang terserang gangguan kesehatan akut di kawasan Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Peristiwa tersebut terjadi di tengah cuaca ekstrem dengan suhu udara yang menyentuh titik beku, sehingga hipotermia menjadi keluhan utama. Tim medis juga menangani peserta yang terserang asma, kelelahan parah, serta cedera fisik.
Penyelamatan di Jalur Terjal
Hingga Selasa pagi (18/8/2026), satu pendaki masih terjebak di jalur terjal sekitar Pos 7 Lembanna akibat cedera lutut yang serius. Medan berbatu dan suhu dingin menusuk membuat proses penyelamatan berlangsung lambat. Komandan Rescue, Darul, menjelaskan bahwa mayoritas korban telah berhasil dibawa ke Posko Bulubalea untuk menerima perawatan intensif dari tim medis gabungan, sementara beberapa di antaranya dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong guna penanganan lanjutan.
"Kondisi medan yang terjal dan berbatu membuat proses penurunan berjalan lambat. Petugas harus memadukan teknik tali-temali dan gotong-royong, sambil terus memantau kondisi korban yang mulai lemah karena rasa sakit dan kedinginan," ujar Darul.
Lonjakan Peserta dan Penguatan Personel
Data registrasi menunjukkan lonjakan kasus ini berbanding lurus dengan membludaknya peserta di empat jalur utama — Bulu Balea, Tassoso, Kanreapia, dan Lembanna — dengan total mencapai 3.786 pendaki. Lonjakan tersebut dipicu oleh kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak gunung. Untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut, 295 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan disiagakan di delapan titik strategis, termasuk Lembah Ramma dan Puncak Bawakaraeng. Selain evakuasi, petugas juga mengatur alur kepulangan pendaki guna mencegah kepadatan di jalur sempit yang berpotensi memicu kecelakaan baru.
Prioritas Keselamatan hingga Batas Akhir Pengamanan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menegaskan bahwa operasi keselamatan akan terus berlangsung hingga seluruh pendaki dipastikan turun dengan aman.
"Kami memahami euforia peringatan HUT, tapi keselamatan adalah prioritas utama. Tim kami tetap siaga penuh hingga batas akhir pengamanan pada 18 Agustus 2026," pungkas Arif Anwar.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Alami Hipotermia dan Cedera 31 Pendaki?Alami Hipotermia dan Cedera 31 Pendaki is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Alami Hipotermia dan Cedera 31 Pendaki matter?Alami Hipotermia dan Cedera 31 Pendaki matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.