Bank Sampah Cemara Asri Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Bank Sampah Cemara Asri Ubah Limbah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Beritabaru1.com – Kelurahan Gedog di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini memiliki Bank Sampah Cemara Asri yang aktif mengolah limbah menjadi barang bernilai ekonomi. Pendampingan dilakukan oleh tim dari Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Blitar (UNISBA) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2026 dengan mengusung tema implementasi waste to value melalui inovasi produk konversi dan mitigasi sampah untuk mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Tim pelaksana program dipimpin oleh Tri Endrawati sebagai ketua, sementara Palupi Puspitorini dan Eko Wahyu Budiman berperan sebagai anggota. Dalam kunjungan tersebut, para akademisi memberikan pelatihan dan memperkenalkan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah botol plastik serta komposter. Tri Endrawati menjelaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar menyerahkan peralatan, tetapi juga bertujuan mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah.
"Kami ingin mendorong Bank Sampah Cemara Asri agar tidak lagi melihat sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dikumpulkan dan dijual, tetapi sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk bernilai," ujar Tri.
Melalui mesin pencacah, botol plastik yang sebelumnya hanya dikumpulkan dan dijual dapat diolah menjadi cacahan berukuran lebih kecil. Hasil cacahan tersebut lebih mudah disimpan dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku proses daur ulang. Sementara sampah organik seperti sisa tanaman diolah menggunakan komposter menjadi kompos padat dan pupuk organik cair (POC). Produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk tanaman sekaligus dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi.
Peningkatan Keterampilan Masyarakat
Palupi Puspitorini, salah satu anggota tim, menekankan bahwa penggunaan teknologi harus diikuti peningkatan keterampilan anggota kelompok agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa teknologi akan memberikan dampak apabila masyarakat mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya. Karena itu, kegiatan tidak berhenti pada penyerahan mesin pencacah dan komposter, tetapi dilanjutkan dengan pelatihan serta pendampingan.
"Teknologi akan memberikan dampak apabila masyarakat mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya. Karena itu, kegiatan kami tidak berhenti pada penyerahan mesin pencacah dan komposter, tetapi dilanjutkan dengan pelatihan serta pendampingan," katanya.
Menurut Palupi, kemampuan tersebut diperlukan agar anggota bank sampah dapat mengoperasikan peralatan, menjaga kualitas hasil produksi, serta mengembangkan potensi usaha dari pengolahan sampah. Eko Wahyu Budiman menambahkan bahwa sampah organik memiliki potensi untuk dikembalikan ke dalam siklus biologis melalui proses pengomposan.
"Melalui komposter, bahan organik dapat dikembalikan ke dalam siklus biologis dan menghasilkan kompos serta POC. Produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk tanaman sekaligus dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi," ujarnya.
Dukungan dari Pemerintah dan Masyarakat
Lurah Gedog mengapresiasi program yang mempertemukan perguruan tinggi dengan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, Bank Sampah Cemara Asri memiliki potensi untuk berkembang dari sekadar tempat pengumpulan sampah menjadi kelompok pengolahan sampah yang produktif. Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi kepada masyarakat, serta berharap pendampingan ini dapat terus memberikan dampak bagi kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Gedog.
Ketua Bank Sampah Cemara Asri juga menyambut baik pendampingan tersebut. Ia mengatakan pelatihan memberikan pengetahuan baru bagi anggota dalam mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai lebih. Sebelumnya, mereka lebih banyak mengumpulkan dan menjual sampah, sedangkan sekarang mendapatkan pengetahuan untuk mengolah sampah menjadi produk yang lebih bernilai.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Sampah plastik diproses agar dapat kembali dimanfaatkan sebagai bahan baku, sedangkan sampah organik diolah menjadi kompos dan POC. Tim UNISBA berharap Bank Sampah Cemara Asri dapat melanjutkan pemanfaatan teknologi tersebut secara mandiri. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, sampah diharapkan tidak hanya berkurang dari lingkungan, tetapi juga mampu menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.
Program PkM tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta dukungan kelembagaan dari UNISBA dan Pemerintah Kelurahan Gedog.
FAQ Tentang Bank Sampah Cemara Asri
Apa itu Bank Sampah Cemara Asri? Bank Sampah Cemara Asri adalah lembaga pengelolaan sampah di Kelurahan Gedog, Kota Blitar yang mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui teknologi tepat guna.
Berapa kali Bank Sampah Cemara Asri Ubah limbah menjadi produk? Melalui program pendampingan UNISBA, Bank Sampah Cemara Asri Ubah limbah plastik menjadi cacahan dan sampah organik menjadi kompos serta pupuk organik cair.
Apakah ada pelatihan untuk anggota Bank Sampah Cemara Asri? Ya, pelatihan dan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar anggota mampu mengoperasikan mesin pencacah dan komposter secara mandiri.
Bagaimana cara menghubungi Bank Sampah Cemara Asri? Anda dapat menghubungi melalui kantor Kelurahan Gedog atau melalui tim pendamping dari UNISBA untuk informasi lebih lanjut tentang program pengelolaan sampah.