Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BI Tegal dan Pemkot Pekalongan Kembangkan Padi Biosalin di Lahan Bekas Rob

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Mark Jones - beritabaru1.com

Foto : Mark Jones - beritabaru1.com

Upaya Pemulihan Lahan Pesisir Melalui Budidaya Padi Tahan Garam di Pekalongan

Beritabaru1.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Tegal berkolaborasi dengan otoritas kota Pekalongan untuk menghidupkan kembali lahan pertanian yang sebelumnya terdampak banjir rob. Inisiatif ini berfokus pada penanaman padi biosalin di kawasan Kelurahan Degayu sebagai strategi pemulihan produktivitas tanah yang terpengaruh kadar garam tinggi. Langkah ini juga berkontribusi pada stabilitas ketahanan pangan masyarakat setempat.

Acara puncak ditandai dengan panen Demfarm Smart Farming Padi Biosalin serta penyerahan wakaf produktif berupa benih padi unggul untuk mendukung kemandirian pangan. Kegiatan berlangsung pada hari Rabu tanggal 12 Agustus di Kelurahan Degayu, Pekalongan.

Perluasan Partisipasi Petani dan Lahan

Kepala KPwBI Tegal, Bimala, menyampaikan bahwa program ini telah mengalami pertumbuhan signifikan. Awalnya hanya melibatkan satu kelompok tani, kini jumlah kelompok telah bertambah menjadi empat. Pertumbuhan ini membawa dampak positif berupa penambahan jumlah petani peserta dan perluasan area budidaya.

"Yang tadinya satu kelompok, sekarang menjadi empat kelompok. Jadi anggotanya lebih dari 70 dan luas lahannya sudah berkembang menjadi 56 hektare," ujar Bimala.

Para tamu undangan yang hadir meliputi Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Wakil Wali Kota Balgis Diab, perwakilan Forkopimda, lembaga daerah, Masyarakat Ekonomi Syariah Pekalongan, Dompet Dhuafa Jawa Tengah, serta berbagai kelompok tani lokal.

Produktivitas Melampaui Rata-Rata Nasional

Hasil panen awal menunjukkan angka yang menggembirakan. Padi biosalin yang dikembangkan mencapai produktivitas sekitar 6,6 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya berkisar 5,3 ton per hektare.

"Kami sangat senang sekali karena produktivitasnya luar biasa. Sudah di atas rata-rata nasional, 6,6 ton per hektare, sementara rata-rata nasional sekitar 5,3 ton," katanya.

Program Demfarm 2026 akan memperluas areal percontohan menjadi 3,5 hektare dengan mengintegrasikan teknologi Climate-Smart Agriculture. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi lahan sekaligus menyesuaikan sistem pertanian dengan tantangan perubahan iklim global.

Remediasi Tanah dan Pengembangan Pusat Pembenihan

Proses perbaikan kualitas tanah dimulai dengan remediasi menggunakan kombinasi biochar, dekomposer, dan pupuk kompos dari kotoran hewan. Metode ini dirancang untuk memulihkan kesuburan tanah yang sebelumnya terganggu oleh rob dan salinitas tinggi.

Pengembangan padi biosalin dinilai strategis bagi wilayah pesisir utara Jawa yang terus menghadapi masalah rob dan peningkatan kadar garam. Pemanfaatan kembali lahan bekas rob menjadi sawah produktif diharapkan dapat memperluas kapasitas produksi pangan nasional.

Bimala juga memberikan apresiasi terhadap rencana Wali Kota Pekalongan membangun pusat pembenihan di lokasi tersebut. Fasilitas ini diproyeksikan mendukung pengembangan lahan eks-rob sepanjang Pantai Utara Jawa.

"Rencana Pak Wali untuk membuat pusat pembenihan di sini luar biasa karena bisa mendukung lahan eks-rob yang sepanjang Pantura," ujarnya.

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi padi, tetapi juga membangun ekosistem pertanian berkelanjutan. Kolaborasi antara kelompok tani, pemerintah daerah, lembaga sosial, dan Bank Indonesia menjadi fondasi upaya memperkuat kemandirian pangan daerah.

Pengembangan lahan biosalin diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya. Dengan penerapan teknologi pertanian adaptif, lahan yang sebelumnya sulit ditanami dapat kembali dimanfaatkan untuk produksi pangan. Kegiatan panen dan penyerahan wakaf produktif ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam mendukung swasembada beras nasional.

Pemanfaatan benih unggulan dan pengembangan pusat pembenihan diharapkan dapat memperluas dampak program ke kawasan pesisir Pantura.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BI Tegal dan Pemkot Pekalongan Kembangkan?

BI Tegal dan Pemkot Pekalongan Kembangkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BI Tegal dan Pemkot Pekalongan Kembangkan matter?

BI Tegal dan Pemkot Pekalongan Kembangkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.