Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BNPT Perkuat Pemberdayaan Ekonomi di Ponpes Al Muttaqin Jepara Pasca Pembubaran JI

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Richard Moore - beritabaru1.com

Foto : Richard Moore - beritabaru1.com

BNPT Perkuat Pemberdayaan Ekonomi di Ponpes Al Muttaqin Jepara

Beritabaru1.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menunjukkan komitmen kuat melalui program BNPT Perkuat Pemberdayaan Ekonomi di Ponpes Al Muttaqin yang berlokasi di Jepara, Jawa Tengah. Program strategis ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan para santri sekaligus memperkuat fondasi kebangsaan di tengah masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari ini dimulai pada 10 Agustus 2026 dan telah menarik perhatian berbagai pemangku kepentingan nasional.

Pondok Pesantren Al Muttaqin memiliki posisi istimewa dalam peta penanggulangan terorisme Indonesia. Sebagai pesantren terbesar kedua yang sebelumnya berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah (JI), institusi ini menjadi simbol transformasi dari masa lalu menuju masa depan yang lebih cerah. Inisiatif BNPT ini merupakan kelanjutan langsung dari deklarasi pembubaran JI yang diumumkan pada Desember 2024 silam, menandai babak baru dalam hubungan antara komunitas pesantren dengan negara.

Strategi Kolaborasi Multisektoral

Kepala BNPT, Eddy Hartono, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa program pemberdayaan ini merupakan tindak lanjut konkret dari deklarasi eks-Jamaah Islamiyah di Solo. Pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan program ini, di mana pemerintah dan masyarakat bekerja sama secara sinergis.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi eks Jamaah Islamiyah di Solo Desember 2024 yang lalu. Prinsipnya adalah pemerintah dan masyarakat berkolaborasi.

Kolaborasi multidimensi ini melibatkan berbagai institusi dan perusahaan terkemuka. Densus 88 Antiteror Polri memberikan kontribusi melalui aspek keamanan dan reintegrasi. Kementerian Pertanian mendukung program ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Pemerintah Daerah Jepara berperan dalam koordinasi lokal dan penyediaan infrastruktur. Sementara itu, sektor swasta juga memberikan kontribusi signifikan melalui PT Astra, PT Panasonic Gobel, serta Amuya Coffee yang berbagi ilmu kewirausahaan kepada para santri.

BNPT berperan sebagai koordinator utama yang mengoordinasikan dukungan sarana dan prasarana sesuai dengan kompetensi masing-masing instansi dan perusahaan yang terlibat. Sinergi ini memastikan bahwa setiap program pemberdayaan dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan.

Komitmen Transisi Pascapembubaran JI

Komandan Satgaswil Jawa Tengah Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Chairul Anam, menegaskan bahwa proses transisi akan terus diawasi dengan ketat. Pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa para mantan anggota JI dan santri ponpes dapat berintegrasi sepenuhnya ke dalam masyarakat.

Pascapembubaran eks JI, kami akan selalu bersama-sama memajukan bangsa dengan budaya dan kearifan lokal.

Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan implementasi nyata dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (RAN PE) Fase 2. Fokus utamanya meliputi pemantapan keamanan negara, kemandirian bangsa, perluasan lapangan kerja, dan penguatan sumber daya manusia. Melalui pendekatan holistik ini, BNPT berharap dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial.

Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, S.E., menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk melanjutkan program ini secara berkelanjutan. Pemkab Jepara berkomitmen memberikan dukungan sarana prasarana serta peningkatan mutu pembelajaran bagi para santri agar program ini memberikan manfaat konkret jangka panjang. Dukungan ini mencakup berbagai aspek mulai dari fasilitas pendidikan hingga program pelatihan keterampilan.

Rangkaian kegiatan pemberdayaan ini dijadwalkan akan ditutup dengan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 di halaman pondok pesantren. Melalui bekal keterampilan dan wawasan kebangsaan, para santri diharapkan memiliki ketahanan kuat terhadap ajaran intoleransi dan radikalisme, sekaligus mampu berkontribusi positif bagi ekonomi masyarakat lokal.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program BNPT

Apa tujuan utama program BNPT Perkuat Pemberdayaan Ekonomi di Ponpes Al Muttaqin? Program ini bertujuan memperkuat kemandirian finansial para santri sekaligus meningkatkan wawasan kebangsaan melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi.

Berapa lama program ini berlangsung? Program ini berlangsung selama tujuh hari, dimulai pada 10 Agustus 2026 dan ditutup pada 17 Agustus 2026 dengan upacara pengibaran bendera.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam program ini? Pihak yang terlibat meliputi BNPT, Densus 88 Antiteror Polri, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah Jepara, PT Astra, PT Panasonic Gobel, dan Amuya Coffee.

Bagaimana hubungan program ini dengan pembubaran JI? Program ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi pembubaran JI yang diumumkan pada Desember 2024, dengan fokus pada reintegrasi dan pemberdayaan komunitas pesantren.

Apa manfaat jangka panjang bagi para santri? Para santri mendapatkan keterampilan ekonomi, wawasan kebangsaan, dan ketahanan terhadap intoleransi serta radikalisme, yang memungkinkan mereka berkontribusi positif bagi masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut tentang program BNPT, Anda dapat mengunjungi [halaman resmi BNPT](https://bnpt.go.id) atau membaca artikel terkait di [Media Indonesia](https://mediaindonesia.com).

(Z-1)

Related Reading