Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ekraf Mania Festival 2026 Perkuat Kolaborasi Pelaku Ekraf di NTB

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Mark Jones - beritabaru1.com

Foto : Mark Jones - beritabaru1.com

Festival Ekraf Mania 2026 Membuka Jalur Kolaborasi di NTB

Beritabaru1.com – Disparekraf Nusa Tenggara Barat telah meluncurkan inisiatif baru melalui Ekraf Mania Festival 2026. Acara ini dirancang untuk memperluas peluang kerja sama antar pelaku ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Sebagai bagian dari upaya revitalisasi sektor kreatif, forum yang dikenal dengan nama Ngopi Ekraf ini menggabungkan sesi talk show inspiratif dengan networking session.

Acara yang diselenggarakan pada Kamis malam tanggal 13 Agustus di halaman kantor Disparekraf NTB ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dan komunitas kreatif. Tujuannya adalah memperkuat sinergi serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pelaku ekraf secara lebih komprehensif.

Peran Pemerintah sebagai Fasilitator dan Regulator

Sekretaris Disparekraf NTB, Muhamad Erwa, menekankan pentingnya dialog intensif dengan para pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, komunikasi yang efektif memungkinkan pemerintah menjalankan tiga fungsi utama sekaligus.

Tanpa komunikasi yang baik, maka kita tidak bisa memitigasi persoalan-persoalan, masalah-masalah yang dihadapi oleh para pelaku ekraf,

penjelasan Erwa lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa tanpa interaksi yang lancar, berbagai hambatan yang dialami komunitas kreatif sulit diatasi secara optimal.

Dari Seremoni Menuju Creative Hub

Festival ini tidak sekadar menjadi acara seremonial belaka. Disparekraf NTB memiliki visi untuk mengubah kantornya menjadi Creative Hub yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Berbagai komunitas akan mendapat kesempatan untuk memamerkan karya mereka secara berkala.

Ruang tersebut akan menampung beragam kelompok, mulai dari fotografi, perfilman, musik, hingga pelaku usaha kreatif lainnya. Erwa berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat event-based, melainkan menjadi aktivitas rutin yang terus berjalan.

Kita harapkan bukan hanya persoalan event, tapi memang setiap hari harus ada yang kita coba untuk menampilkan dan kita fasilitasi,

tambahnya.

Ekraf Satu Data dan Pendataan Terpadu

Proses pendaftaran dibuka secara terbuka melalui platform digital untuk memperluas akses bagi pelaku ekraf yang selama ini kurang mendapat perhatian. Langkah ini sejalan dengan rencana pembangunan Ekraf Satu Data oleh Disparekraf NTB.

Sistem ini bertujuan memetakan kapasitas dan perkembangan pelaku ekonomi kreatif berdasarkan tingkatan masing-masing. Dengan data yang terstruktur, pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan spesifik setiap pelaku atau komunitas.

Ke depan itu kita akan coba dengan Ekraf Satu Data. Dengan Ekraf Satu Data itu kita bisa memilah-milah level tingkatan dari ekraf,

jelas Erwa.

Visi Jangka Panjang Nusa Tenggara Creative Hub

Dalam periode menengah, Disparekraf NTB merencanakan pengembangan ruang-ruang kreatif di lingkungan kantor, termasuk pusat studio untuk komunitas. Sementara itu, dalam jangka panjang pemerintah daerah mendorong pembentukan Nusa Tenggara Creative Hub sebagai pusat kreativitas yang menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif.

Konsep ini diharapkan dapat mempertemukan berbagai komunitas sekaligus mendukung karakter NTB sebagai destinasi sport tourism. Erwa memberikan contoh komunitas otomotif yang memerlukan ruang khusus untuk berkreasi dan memodifikasi kendaraan.

Regulasi juga perlu disiapkan agar kreativitas masyarakat tidak berbenturan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Erwa menyoroti kekhawatiran pelaku ekraf terkait hal ini.

Jangan sampai gara-gara modifikasi, orang masuk penjara. Jadi memang itu ketakutan-ketakutan teman-teman dari pelaku ekraf,

katanya.

Respons Peserta dan Harapan ke Depan

Khaeril, seorang peserta diskusi dari Lombok Timur, mengungkapkan bahwa ia mengikuti acara ini setelah sebelumnya berpartisipasi dalam Digital Creative Academy. Ia menilai kegiatan tersebut sangat menarik karena memungkinkan pertemuan dengan sekitar 40 penggiat ekonomi kreatif dari berbagai latar belakang.

Khaeril menyebutkan bahwa ia memperoleh pengetahuan baru dalam bidang fotografi, digital marketing, sinematografi, hingga blogging. Menurutnya, proses belajar yang dilakukan secara langsung dengan mentor kompeten memberikan pengalaman yang realistis.

Acara ini keren, dimentor orang yang kompeten dibidangnya langsung. Dalam proses belajar realistis kita praktek langsung,

ungkap Khaeril.

Erwan juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari pelaku ekonomi kreatif. Ekraf Mania Festival dipandang sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah dan komunitas kreatif. Ia menyadari bahwa sebagai pemerintah, menerima banyak kritik adalah hal yang wajar, namun kritik tersebut haruslah konstruktif dan membantu rakyat terfasilitasi dengan baik.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ekraf Mania Festival 2026 Perkuat Kolaborasi?

Ekraf Mania Festival 2026 Perkuat Kolaborasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ekraf Mania Festival 2026 Perkuat Kolaborasi matter?

Ekraf Mania Festival 2026 Perkuat Kolaborasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.