Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Event Budaya Naikolan, Warga Usulkan Jalan Bougenvil Jadi Kawasan Kuliner di Kupang

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By Mark Brown - beritabaru1.com

Foto : Mark Brown - beritabaru1.com

Warga Naikolan Dorong Jalan Bougenvil Menjadi Sentra Kuliner Malam

Beritabaru1.com – Jalan Bougenvil di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, diusulkan untuk dikembangkan sebagai kawasan kuliner. Gagasan itu mengemuka dalam Event Budaya Kelurahan Naikolan 2026 yang berlangsung pada Senin (28/9), dengan harapan menghadirkan peluang usaha baru bagi warga sekaligus menambah pilihan ruang berkumpul bagi masyarakat pada malam hari.

Usulan tersebut disampaikan Ketua Panitia yang juga Ketua LPM Kelurahan Naikolan, Yeni Misa, S.Sos. Ia melihat Jalan Bougenvil memiliki potensi untuk menjadi ruang aktivitas ekonomi warga, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan kegiatan ekonomi kreatif. Kehadiran kawasan kuliner dinilai dapat memberi tempat yang lebih terarah bagi masyarakat yang ingin merintis atau mengembangkan usaha makanan dan minuman.

Selain membuka kesempatan berusaha, kawasan kuliner juga diharapkan menjadi titik temu warga dan pengunjung. Aktivitas ekonomi yang tumbuh di ruang publik dapat berjalan seiring dengan suasana lingkungan yang hidup, terutama pada waktu malam ketika pilihan tempat kuliner menjadi kebutuhan masyarakat.

Budaya dan Ekonomi Warga Berjalan Bersama

Event Budaya Kelurahan Naikolan tahun ini mengangkat tema “Satu Budaya, Seribu Kreasi, Satu Kebersamaan”. Kegiatan tersebut bukan hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi wadah bagi warga untuk menyuarakan kebutuhan lingkungan serta merancang peluang pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Acara dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega. Ia hadir bersama Camat Maulafa Imanuel A. Eliaser, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang Margaritha Salean, dan Lurah Naikolan Redemtus Hardin. Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang Roy Ratu Riwu Kaho turut menghadiri kegiatan itu.

Dalam sambutannya, Ignasius menekankan bahwa kemajuan kota tidak semata-mata tampak dari pembangunan fisik maupun peningkatan ekonomi. Ia menilai perawatan identitas daerah, nilai budaya, dan semangat hidup bersama juga menjadi unsur penting dalam pembangunan masyarakat.

“Budaya adalah ingatan kolektif sebuah masyarakat. Ketika budaya kita rawat, kita memastikan generasi yang akan datang tidak kehilangan akar ketika melangkah menuju masa depan,” ujarnya.

Pesan tersebut menempatkan kegiatan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari warga, bukan sekadar agenda seremonial. Ruang budaya dapat memberi kesempatan bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, sekaligus membantu pelaku UMKM dan ekonomi kreatif memperkenalkan produk maupun gagasan mereka kepada masyarakat.

Dalam konteks Naikolan, gagasan pengembangan Jalan Bougenvil sebagai kawasan kuliner selaras dengan semangat itu. Budaya dapat menjadi daya tarik kegiatan, sementara usaha warga dapat memperoleh ruang untuk tumbuh. Keduanya berpotensi saling mendukung tanpa menghilangkan tujuan utama pelestarian identitas lokal.

Event Digelar Tiga Hari

Event Budaya Kelurahan Naikolan telah diselenggarakan empat kali sejak 2023. Selama penyelenggaraannya, kegiatan ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan budaya, memperkuat kerukunan antarwarga, membuka ruang kreasi, dan mendukung geliat UMKM di lingkungan kelurahan.

Pada 2026, kegiatan berlangsung selama tiga hari, dari 28 hingga 30 September. Hari pertama menampilkan budaya Alor. Keragaman budaya Flobamora menjadi sajian utama pada hari kedua dan ketiga, menghadirkan warna budaya dari kawasan Nusa Tenggara Timur dalam satu perayaan bersama.

Rangkaian acara dimulai dengan pawai budaya dari Kantor Kelurahan Naikolan menuju Jalan Bougenvil, yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan. Pawai tersebut memberi penanda bahwa ruang jalan dapat berfungsi lebih luas, bukan hanya sebagai jalur mobilitas, melainkan juga sebagai tempat warga mengekspresikan identitas dan kebersamaan.

Bagi masyarakat, kegiatan seperti ini juga memberi pengalaman langsung untuk mengenal keberagaman budaya di sekitarnya. Kehadiran penampilan dari berbagai unsur budaya Flobamora memperlihatkan bahwa perbedaan latar dapat dirayakan dalam suasana yang terbuka dan saling menghargai.

Kepedulian Sosial dalam Perayaan Budaya

Event ini turut diisi kegiatan sosial. San Jose Choir mengadakan penggalangan dana di sela acara untuk membantu warga yang terdampak gempa bumi di Flores. Aksi tersebut memperluas makna acara budaya, karena perhatian kepada sesama hadir bersama pertunjukan dan perayaan identitas lokal.

Roy Ratu Riwu Kaho, putra Kelurahan Naikolan yang kini memimpin Komisi II DPRD Kota Kupang, menyampaikan apresiasi atas kerja sama warga, panitia, dan Pemerintah Kota Kupang dalam menyelenggarakan event tersebut. Ia melihat kegiatan budaya dapat menjadi ruang yang menghubungkan penguatan ekonomi masyarakat dengan kepedulian sosial.

“Penggalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana menunjukkan bahwa kebudayaan tidak hanya berbicara tentang identitas, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan,” katanya.

Ia juga mengajak orang tua, tokoh masyarakat, lembaga adat, komunitas seni, dunia pendidikan, serta generasi muda untuk terus memberi tempat bagi kebudayaan agar tetap berkembang di tengah kehidupan warga.

Usulan menjadikan Jalan Bougenvil sebagai kawasan kuliner kini menjadi salah satu aspirasi yang lahir dari perayaan tersebut. Bila dikembangkan secara terarah dengan melibatkan warga setempat, kawasan itu dapat memberi ruang bagi UMKM sekaligus memperkuat fungsi Jalan Bougenvil sebagai titik kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi di Naikolan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Event Budaya Naikolan Warga Usulkan Jalan?

Event Budaya Naikolan Warga Usulkan Jalan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Event Budaya Naikolan Warga Usulkan Jalan matter?

Event Budaya Naikolan Warga Usulkan Jalan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.