Gunung Merapi Diguncang 1.205 Gempa
Gunung Merapi Diguncang 1 205 Gempa dalam Sepekan Terakhir
Beritabaru1.com – Aktivitas vulkanik di kawasan puncak Gunung Merapi menunjukkan peningkatan signifikan selama periode pengamatan satu minggu terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, tercatat sebanyak 1.205 gempa dan 98 kali awan panas guguran yang terjadi di kawasan puncak Merapi. Periode pengamatan ini mencakup hari Jumat (7/8) hingga Kamis (13/8) yang menunjukkan dinamika aktivitas gunung berapi paling aktif di Indonesia tersebut.
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa, melalui keterangan tertulis yang dirilis pada malam hari Jumat (14/8), menjelaskan bahwa kegempaan di puncak Gunung Merapi didominasi oleh berbagai jenis gempa. Gempa guguran atau RF tercatat sebanyak 620 kali sebagai yang terbanyak, disusul oleh gempa Fase Banyak atau MP, gempa vulkanik dangkal atau VTB sebanyak 49 kali, serta 14 kali gempa tektonik atau TT. Selain itu, tercatat juga 4 kali gempa Awan Panas Guguran atau APG yang mengindikasikan adanya pergerakan material vulkanik di dalam sistem gunung berapi.
Klasifikasi dan Intensitas Kegempaan
Menurut Agus, intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini lebih rendah dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah gempa tercatat cukup tinggi, tingkat keparahan dan frekuensi kejadian masih berada dalam batas yang dapat diprediksi. Data pemantauan juga menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif yang ditandai dengan keluarnya lava secara bertahap. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat SIAGA, yang berarti adanya peningkatan aktivitas vulkanik dan potensi bahaya yang perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar. BPPTKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap berbagai parameter kegempaan dan deformasi tanah di kawasan Merapi.
Perubahan Morfologi dan Awan Panas Guguran
Pada minggu ini, tercatat terjadi 4 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Sat/Putih. Guguran lava yang dapat teramati meliputi 5 kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh 1.900 meter, 27 kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter, 7 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 1.800 meter, dan 55 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 meter.
"Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini lebih rendah dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya," kata Agus Budi Santosa.
Sementara itu, kubah lava teramati adanya sedikit perubahan morfologi pada Kubah Barat Daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava. Untuk Kubah Tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan. Berdasarkan analisis foto udara tanggal 1 Agustus 2026, volume Kubah Barat Daya dan Kubah Tengah berturut-turut adalah sebesar 4.039.600 meter kubik dan 2.369.400 meter kubik.
Agus menambahkan pada minggu ini tidak terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dan tidak dilaporkan adanya penambahan aliran dan lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Kondisi ini memungkinkan pemantauan aktivitas vulkanik berjalan lebih optimal tanpa gangguan cuaca.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Aktivitas Gunung Merapi
Apa yang dimaksud dengan tingkat SIAGA untuk Gunung Merapi?
Tingkat SIAGA merupakan status aktivitas vulkanik yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas gunung berapi. Pada status ini, masyarakat di sekitar Merapi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari BPPTKG serta BPBD setempat.
Berapa jarak aman dari Gunung Merapi saat status SIAGA?
Pada status SIAGA, radius bahaya untuk awan panas guguran mencapai 5 kilometer dari kawah puncak. Untuk lahar, radius bahaya dapat mencapai 15 kilometer tergantung pada intensitas hujan dan kondisi topografi.
Apakah gempa yang terjadi di Merapi berpotensi menyebabkan erupsi besar?
Gempa yang terjadi merupakan bagian dari aktivitas normal Merapi. Meskipun jumlah gempa mencapai 1.205 dalam sepekan, hal ini belum tentu mengindikasikan erupsi besar. Pemantauan terus dilakukan untuk menentukan tren aktivitas yang lebih akurat.
Kapan status Merapi akan diturunkan menjadi WASPADA?
Status akan diturunkan menjadi WASPADA jika terjadi penurunan aktivitas vulkanik secara konsisten dalam beberapa minggu ke depan. Penurunan status ini memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap data kegempaan, deformasi tanah, dan emisi gas.
Untuk informasi lebih lanjut tentang aktivitas Gunung Merapi, pembaca dapat mengunjungi artikel terkait di Medan Indonesia - Nusantara atau mengikuti update resmi dari BPPTKG Yogyakarta melalui media sosial mereka.