Kalsel Tingkatkan Edukasi Pertanian Modern untuk Generasi Muda
Generasi Muda dan Masa Depan Lumbung Pangan: Langkah Kalsel Tingkatkan Edukasi Pertanian Modern
Beritabaru1.com – Kalsel Tingkatkan Edukasi Pertanian Modern bukan sekadar slogan kebijakan, melainkan respons langsung terhadap krisis regenerasi petani yang mengancam ketahanan pangan nasional. Populasi petani di Kalimantan Selatan didominasi usia lanjut, sementara minat anak muda untuk mengelola lahan terus menurun. Di sisi lain, alih fungsi sawah dan tekanan perubahan iklim memperkecil ruang produksi dari tahun ke tahun. Menyadari urgensi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menempatkan transformasi pertanian berbasis teknologi sebagai prioritas utama agar sektor ini kembali menarik bagi kaum muda.
Regenerasi Petani Melalui Mekanisasi dan Inovasi
Syamsir Rahman, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa tanpa regenerasi petani, seluruh program ketahanan pangan akan kehilangan fondasi manusianya. Ia menegaskan bahwa pendekatan lama yang mengandalkan tenaga kerja manual tidak lagi memadai; diperlukan peralihan ke sistem mekanisasi, otomasi lahan, serta pemanfaatan data agronomi modern.
"Para petani kita mayoritas orang tua, sehingga perlu adanya regenerasi petani dan tentunya harus berkembang melalui sistem pertanian modern, mekanisasi, dan inovasi," ujar Syamsir Rahman.
Dalam praktiknya, edukasi pertanian modern di Kalsel tidak berhenti pada ruang kelas. Pemprov memanfaatkan pameran publik sebagai wahana interaksi langsung antara petani muda, pelajar, dan masyarakat luas dengan teknologi terkini. Pendekatan ini dirancang agar generasi muda melihat pertanian bukan lagi pekerjaan berat tanpa prospek, melainkan bidang yang kaya peluang ekonomi dan inovasi.
Kalsel Expo 2026: Jendela Teknologi di Banjarbaru
Pada penyelenggaraan Kalsel Expo 2026 di Banjarbaru, anjungan Dinas PKP Provinsi menjadi titik pusat informasi pertanian. Sepanjang jadwal pameran, tim dinas menggelar sesi sosialisasi harian yang mencakup demonstrasi alat mekanis, penjelasan varietas unggul, serta simulasi pengelolaan lahan berbasis sensor iklim mikro.
Salah satu unit yang paling ramai dikunjungi pengunjung adalah traktor apung — mesin khusus untuk mengolah lahan basah dan rawa tanpa merusak struktur tanah. Demonstrasi langsung alat tersebut menjadi media efektif bagi remaja yang belum pernah bersentuhan dengan operasional pertanian skala luas.
"Melalui kegiatan pameran yang kita ikuti setiap tahun, kita ingin mensosialisasi dan mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda tentang peluang besar di sektor pertanian ini," ungkap Syamsir Rahman pada Minggu (16/8).
Data Produksi: Capaian 2025 dan Target 2026
Kalimantan Selatan menempati posisi strategis sebagai lumbung pangan bagi wilayah Kalimantan. Pada tahun 2025, produksi padi provinsi ini tercatat sebesar 1,179 juta ton. Untuk tahun berjalan 2026, target produksi dinaikkan sekitar 15 persen menjadi 1,3 juta ton — angka yang menuntut ekspansi areal tanam sekaligus peningkatan produktivitas per hektare.
Musim kemarau dan kebakaran hutan serta lahan tetap menjadi ancaman nyata. Syamsir mengakui bahwa sekitar 6.000 hektare tanaman padi di berbagai kabupaten tengah mengalami kekeringan dan berisiko gagal panen. Namun, ia memastikan stabilitas pasokan pangan daerah tetap terjaga karena sejumlah wilayah telah memasuki masa panen raya sebelum puncak musim kering.
Sebagai strategi diversifikasi, pemanfaatan lahan rawa untuk budidaya padi maupun palawija terus diperluas hingga seluas 15 ribu hektare. Langkah ini sekaligus mengurangi tekanan terhadap lahan sawah datar yang kian terbatas akibat alih fungsi.
Pelestarian Buah Lokal yang Hampir Punah
Di samping teknologi dan statistik produksi, anjungan Dinas PKP pada expo juga menampilkan produk pertanian unggulan daerah. Tiga varietas buah khas Kalimantan Selatan — buah mentega, kapul, dan mata kucing — kini berada di ambang kepunahan akibat berkurangnya pohon induk dan minimnya minat penanaman oleh petani muda. Program pelestarian benih serta edukasi budidaya menjadi bagian integral dari upaya menjaga keanekaragaman hayati pangan lokal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa tujuan utama program edukasi pertanian modern di Kalimantan Selatan? Program ini bertujuan mendorong regenerasi petani dengan memperkenalkan mekanisasi, inovasi teknologi, dan peluang ekonomi sektor pertanian kepada generasi muda agar minat mereka meningkat secara berkelanjutan.
Berapa target produksi padi Kalsel untuk tahun 2026? Target yang ditetapkan sebesar 1,3 juta ton, naik sekitar 15 persen dari capaian 1,179 juta ton pada tahun 2025.
Bagaimana Pemprov menangani dampak kekeringan terhadap lahan padi? Pemprov memperluas budidaya di lahan rawa hingga 15 ribu hektare sebagai diversifikasi produksi, sekaligus memastikan wilayah yang sudah memasuki panen raya tetap menopang stabilitas pasokan pangan daerah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kalsel Tingkatkan Edukasi Pertanian Modern?Kalsel Tingkatkan Edukasi Pertanian Modern is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kalsel Tingkatkan Edukasi Pertanian Modern matter?Kalsel Tingkatkan Edukasi Pertanian Modern matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.