Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Karhutla di Kalsel Menggila, 3.387 Hektare Hangus Terbakar

Published Agustus 12, 2026 · Updated Agustus 12, 2026 · By Emily Davis - beritabaru1.com

Foto : Emily Davis - beritabaru1.com

Karhutla di Kalsel Menggila 3 387 Hektare: Situasi Semakin Memburuk

Beritabaru1.com – Karhutla di Kalsel Menggila 3 387 hektare merupakan situasi yang semakin mengkhawatirkan bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, luas area yang hangus akibat kebakaran hutan dan lahan telah mencapai 3.387 hektare. Angka ini tersebar di 13 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Kalsel. Informasi ini disampaikan oleh Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, pada Rabu (12/8) petang di Banjarbaru.

Meskipun berbagai upaya penanganan telah digencarkan, kejadian karhutla masih terus berlangsung tanpa henti. Hingga tanggal 11 Agustus 2026, total luas terbakar tercatat lebih dari 3.387 hektare. Data dari Pusdalops BPBD Kalsel menunjukkan jumlah titik api mencapai 5.695 titik dengan 1.051 kejadian karhutla di berbagai wilayah. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah maupun masyarakat.

Wilayah Paling Terdampak oleh Kebakaran

Beberapa daerah mengalami dampak paling parah dari kebakaran hutan dan lahan. Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan luas terbakar terbesar mencapai 777 hektare. Disusul oleh Kabupaten Tanah Laut dengan 738 hektare dan Kota Banjarbaru seluas 672 hektare. Selain itu, Hulu Sungai Selatan mencatat 379 hektare dan Tapin 225 hektare. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya terjadi di satu wilayah saja.

"Sebagian besar kebakaran terjadi kawasan lahan mineral dan untuk wilayah Kota Banjarbaru dan Tanah Laut sebagian merupakan lahan gambut," ujar Ronny.

Untuk mengatasi situasi ini, Satgas Karhutla dari berbagai unsur telah siaga selama 24 jam. Kewaspadaan juga ditingkatkan terhadap potensi terbakarnya kembali areal TPAS Basirih di Kota Banjarmasin. Tim pemadam siaga ditempatkan di berbagai titik strategis untuk merespons kejadian dengan cepat.

Ronny menambahkan bahwa pemadaman kini menghadapi tantangan berupa sumber air yang semakin surut. Di sisi lain, rencana operasi pemadaman melalui udara (OMC) belum dapat dilaksanakan karena tidak adanya awan hujan, padahal pesawat sudah standby di Bandara Syamsudin Noor. Kondisi cuaca yang kering menjadi faktor utama yang memperparah situasi kebakaran.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalsel. Sebelumnya, Gubernur Muhidin bersama Kapolda Kalsel telah turun langsung ke lokasi untuk membantu upaya pemadaman di areal lahan gambut Desa Pengayuan, Kota Banjarbaru. Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan komitmen kuat dalam menangani masalah kebakaran.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Karhutla Kalsel

Berapa total luas area yang terbakar? Total luas area yang hangus akibat karhutla mencapai 3.387 hektare di 13 kabupaten dan kota.

Siapa yang menyampaikan informasi terbaru? Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menyampaikan informasi ini pada Rabu (12/8) petang.

Apa tantangan utama dalam pemadaman? Tantangan utama meliputi sumber air yang surut dan tidak adanya awan hujan untuk operasi pemadaman udara.

Di mana letak TPAS Basirih? TPAS Basirih terletak di Kota Banjarmasin dan menjadi salah satu area yang diwaspadai.

Apakah ada operasi pemadaman udara? Rencana operasi pemadaman melalui udara (OMC) belum dapat dilaksanakan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan karhutla di Kalsel, pembaca dapat mengunjungi halaman [Berita Kalsel terbaru](https://mediaindonesia.com/nusantara/kalsel) atau [Laporan Bencana](https://mediaindonesia.com/nusantara/bencana) di situs Media Indonesia.

Related Reading