Kasus ISPA di Kalsel Tembus 7.000, Warga Diminta Waspada Kabut Asap
Kasus ISPA di Kalsel Tembus 7.000: Warga Diminta Waspada Kabut Asap Akibat El-Nino
Beritabaru1.com – Fenomena El-Nino yang kuat dan berlangsung sejak Juli 2026 telah membawa dampak signifikan bagi berbagai wilayah di Indonesia. Kekeringan yang meluas menjadi pemicu utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang kemudian menghasilkan kabut asap tebal di sejumlah daerah. Dalam upaya mitigasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026. Surat edaran ini secara tegas melarang praktik pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Kebijakan strategis ini menyasar seluruh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di Indonesia sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi krisis lingkungan.
Lonjakan Kasus ISPA dan Pneumonia di Kalimantan Selatan
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mencatatkan peningkatan drastis dalam jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) serta pneumonia selama musim kemarau tahun ini. Secara total, angka kasus telah melampaui batas 7.000 penderita. Tiga wilayah yang menjadi episentrum kasus tertinggi adalah Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar. Kondisi ini mencerminkan betapa seriusnya dampak polusi udara terhadap kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin, menegaskan bahwa kombinasi antara karhutla dan serangan kabut asap menjadi penyebab utama lonjakan pasien. "Melihat kondisi karhutla dan serangan kabut asap, jumlah penderita ISPA dan pneumonia di Kalsel juga meningkat. Karena itu kita meminta masyarakat luas terutama yang berada di wilayah terkena kabut asap untuk mematuhi protokol kesehatan," ujarnya pada Jumat (14/8). Pernyataan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga untuk tetap waspada terhadap ancaman kesehatan.
Strategi Pencegahan dan Himbauan kepada Masyarakat
Guna menekan angka kesakitan, pemerintah daerah Kalsel telah menggalakkan program distribusi masker secara masif ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Ketersediaan obat-obatan juga dinilai memadai untuk menangani pasien ISPA dan pneumonia. "Upaya pencegahan melalui pembagian masker kepada masyarakat termasuk sekolah-sekolah terus kita lakukan. Persediaan obat-obatan yang kita miliki juga mencukupi," jelas Diauddin. Selain itu, warga diimbau untuk mengurangi aktivitas luar ruangan saat kabut asap mencapai tingkat tebal. Konsumsi air putih dan suplemen vitamin juga ditingkatkan sebagai langkah preventif.
Gubernur Kalsel, Muhidin, dalam sela-sela peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, menyampaikan himbauan kuat untuk menghentikan pembakaran lahan. Ia menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan telah mengganggu transportasi, merusak lingkungan, serta menyebabkan gangguan kesehatan berupa ISPA.
Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan Normal
Meskipun diselimuti kabut asap, rutinitas warga di Kalsel masih berlangsung seperti biasa. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan pondok pesantren tidak mengalami gangguan berarti. Suadmaji, Kepala SDN 1 Landasan Ulin Selatan, Banjarbaru, menjelaskan bahwa kabut asap umumnya muncul pada pagi dan sore hari. "Kabut asap tebal itu kadang-kadang pada pagi hari, tapi sekitar jam 08.00 WIB mulai berkurang. Sampai sekarang belum sampai mengganggu aktivitas belajar dan kondisi sekolah masih tergolong aman," paparnya. Sekolah dengan 286 siswa ini telah meminta dukungan masker dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesehatan para pelajar.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang ISPA dan Kabut Asap di Kalsel
Apa itu ISPA? ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Atas adalah kondisi medis yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru. ISPA dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau polusi udara seperti kabut asap.
Bagaimana cara mencegah ISPA saat kabut asap? Beberapa langkah pencegahan meliputi pemakaian masker saat di luar ruangan, menghindari aktivitas luar saat kabut asap tebal, meningkatkan konsumsi air putih dan vitamin, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Apakah kabut asap berbahaya bagi anak-anak? Ya, anak-anak termasuk kelompok rentan terhadap dampak kabut asap karena sistem pernapasan mereka masih berkembang. Paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko ISPA dan pneumonia pada anak.
Kapan kabut asap biasanya muncul di Kalsel? Kabut asap di Kalimantan Selatan umumnya muncul pada pagi dan sore hari, terutama selama musim kemarau yang dipengaruhi oleh fenomena El-Nino. Pada siang hari, kabut asap cenderung berkurang.
Bagaimana pemerintah menangani kasus ISPA akibat kabut asap? Pemerintah melakukan distribusi masker, memastikan ketersediaan obat-obatan, menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar, serta melarang pembakaran lahan melalui surat edaran resmi.