Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kebakaran, Jalur Pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani Ditutup Sementara

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By Michael Jones - beritabaru1.com

Foto : Michael Jones - beritabaru1.com

Kebakaran Jalur Pendakian Torean dan Senaru, Rinjani Ditutup Sementara

Beritabaru1.com – Kebakaran Jalur Pendakian Torean dan Senaru membuat Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menutup sementara dua akses pendakian tersebut. Penutupan dilakukan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan di kawasan Bukit Setampol, Puncak Sangkareang, Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali jalur Torean dan Senaru. Keputusan selanjutnya akan mempertimbangkan perkembangan penanganan kebakaran, hasil pemantauan lapangan, serta kondisi keamanan kawasan bagi pengunjung dan petugas.

“Jalur wisata pendakian Senaru dan jalur Torean masih ditutup sementara sampai batas waktu belum ditentukan,” ujar Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiarsito, di Mataram, Rabu (30/9).

Pendaki Dialihkan Keluar Lewat Sembalun

Penutupan tidak hanya berlaku bagi calon pendaki yang hendak memasuki Gunung Rinjani melalui Torean dan Senaru. Pendaki yang telah berada di dalam kawasan dan sebelumnya memilih dua jalur itu sebagai akses keluar juga diarahkan menuju jalur Sembalun.

Pengalihan ini dilakukan agar pergerakan pendaki tetap dapat dikendalikan selama pengamanan area terdampak kebakaran berlangsung. Pendaki perlu mengikuti arahan petugas di lapangan, termasuk penyesuaian rute, jadwal perjalanan, dan ketentuan keselamatan yang dapat berubah sesuai kondisi kawasan.

“Pendaki yang masih di dalam dan memilih Senaru dan Torean sebagai pintu keluar diarahkan keluar via Sembalun,” kata Astekita.

Bagi pemegang e-ticket pendakian melalui Senaru, tersedia opsi untuk melakukan penjadwalan ulang. Rencana masuk maupun keluar kawasan juga dapat disesuaikan melalui jalur Sembalun hingga Senaru sesuai pengaturan yang berlaku. Pendaki sebaiknya memastikan informasi terbaru sebelum memulai perjalanan menuju pintu pendakian.

Area Terdampak Diperkirakan Seluas 1.098,75 Hektare

Kebakaran di sekitar jalur Senaru serta Resor Torean dan Senaru berpotensi meluas karena kondisi vegetasi di lokasi. Kawasan tersebut ditumbuhi cemara gunung, semak, perdu, rerumputan, savana pegunungan, daun kering, dan tumbuhan bawah lain yang mudah terbakar atau terpengaruh api.

Berdasarkan pemantauan hingga 29 September 2026, luas area terdampak diperkirakan mencapai 1.098,75 hektare. Data itu masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah verifikasi langsung di lapangan dilakukan secara menyeluruh.

Balai TNGR menggunakan pemantauan lapangan, dokumentasi drone, serta verifikasi batas areal untuk memperbarui perkiraan dampak kebakaran. Proses tersebut diperlukan agar kondisi kawasan dapat dipetakan dengan lebih akurat, termasuk untuk menentukan langkah pengamanan dan pemulihan berikutnya.

“Estimasi sementara dan akan diperbarui berdasarkan pemantauan lapangan, dokumentasi drone, dan verifikasi batas areal,” terang Astekita.

Petugas tidak menemukan kemunculan titik api baru. Api yang masih tersisa terpantau berada pada beberapa pohon yang sebelumnya telah terbakar. Kondisi tersebut disebut terisolasi dan belum menunjukkan perambatan ke area lain, meski pengawasan tetap diperketat untuk mencegah risiko kebakaran lanjutan.

Patroli dan Pemeriksaan Barang Bawaan Ditingkatkan

Selama penanganan berlangsung, petugas meningkatkan patroli di kawasan Gunung Rinjani. Pengawasan juga mencakup pemeriksaan barang bawaan pendaki sebagai bagian dari langkah menjaga keamanan kawasan, khususnya di area yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.

Kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean, Gunung Rinjani, terjadi pada Selasa (22/9). Sejak kejadian itu, pemantauan difokuskan pada kondisi vegetasi, titik-titik bekas kebakaran, serta aktivitas pendaki di jalur yang masih dapat digunakan.

Kebakaran Jalur Pendakian Torean dan Senaru menjadi pengingat bagi pendaki untuk tidak hanya memperhatikan jadwal perjalanan, tetapi juga mengikuti seluruh aturan konservasi. Perubahan akses dapat memengaruhi durasi pendakian dan rencana logistik, sehingga persiapan perjalanan perlu disesuaikan dengan rute pengalihan melalui Sembalun.

Penutupan sementara dua jalur tersebut menempatkan keselamatan pendaki dan pemulihan ekosistem sebagai prioritas. Pembukaan kembali Torean dan Senaru akan bergantung pada perkembangan penanganan kebakaran serta hasil evaluasi kondisi area terdampak.

FAQ Penutupan Jalur Pendakian Rinjani

Apakah jalur Torean dan Senaru sudah dibuka?

Belum. Kedua jalur masih ditutup sementara dan belum ada batas waktu pembukaan kembali yang diumumkan.

Lewat jalur mana pendaki yang berada di dalam kawasan harus keluar?

Pendaki yang semula memilih Senaru atau Torean sebagai jalur keluar diarahkan untuk keluar melalui Sembalun sesuai petunjuk petugas.

Bagaimana jika sudah memiliki e-ticket melalui Senaru?

Pemegang e-ticket melalui Senaru dapat menjadwal ulang perjalanan atau menyesuaikan rute masuk dan keluar melalui Sembalun hingga Senaru sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengapa penutupan dilakukan?

Penutupan dilakukan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan, memperlancar pengawasan kawasan, dan melindungi keselamatan pendaki selama kondisi lapangan masih dipantau.

Related Reading