Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Serentak di 38 Daerah, Siswa Jatim Belajar Langsung dari Veteran

Published Agustus 17, 2026 · Updated Agustus 17, 2026 · By Mark Jones - beritabaru1.com

Foto : Mark Jones - beritabaru1.com

Siswa Jatim Bertemu Langsung dengan Para Veteran di 38 Daerah Sekaligus

Beritabaru1.com – Ratusan pelajar dari jenjang SMA, SMK, hingga SLB yang tersebar di seluruh 38 kabupaten dan kota Jawa Timur melakukan kunjungan serentak ke rumah-rumah para veteran kemerdekaan. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendengar secara langsung kisah perjuangan sekaligus menyerap nilai-nilai moral yang relevan bagi generasi muda.

Respon Haru dari Para Pejuang

Kehadiran anak-anak sekolah di kediaman mereka memicu reaksi emosional yang kuat dari para veteran. Menurut keterangan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, banyak pejuang yang merasa tersentuh karena masih ada generasi muda yang mau meluangkan waktu mendengarkan rekam jejak perjuangan mereka secara tatap muka.

"Para veteran sangat mengapresiasi kehadiran para murid dan guru. Mereka terharu because masih ada yang peduli pada sejarah secara langsung," tambahnya.

Mekanisme Program "Murid Menjemput Sejarah"

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan inovatif bertajuk "Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka" yang digagas oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap sekolah diinstruksikan untuk mengunjungi setidaknya satu veteran atau pejuang kemerdekaan.

Di samping bersilaturahmi, para pelajar juga membawa bingkisan berupa sembako, selimut, dan tali asih sebagai wujud perhatian serta penghormatan. Namun, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa pemberian barang tersebut bukan inti dari kegiatan ini.

"Sembako, selimut, maupun tali asih yang dibawa murid sebenarnya bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah menghadirkan rasa hormat, kepedulian, dan apresiasi tulus generasi hari ini kepada para pejuang," ungkapnya.

Melampaui Batas Buku Pelajaran

Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa desain program ini sengaja dibuat agar pelajar tidak terbatas pada literatur formal semata, melainkan berinteraksi langsung dengan pelaku dan saksi sejarah. Pernyataan tersebut disampaikan di Surabaya pada Minggu (16/8).

"Bersama para guru, siswa berkunjung ke kediaman para veteran untuk mendengarkan kisah perjuangan secara langsung sekaligus menggali pesan moral bagi generasi muda," kata Aries Agung Paewai.

Dalam kesempatan terpisah pada Sabtu (15/8), ia menambahkan:

"Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal kemerdekaan dari buku pelajaran, upacara, atau cerita di ruang kelas. Kami ingin mereka datang langsung, duduk bersama para veteran dan keluarga pejuang, mendengar kisahnya, melihat keteladanannya, serta memahami bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan luar biasa."

Dokumentasi Pesan Kemerdekaan

Pada setiap kunjungan, murid-murid merekam pesan kemerdekaan dari para veteran dalam format video berdurasi satu hingga dua menit atau berupa tulisan tangan. Aries menilai bahwa aspek dokumentasi inilah yang membedakan gerakan ini dari kegiatan peringatan kemerdekaan pada umumnya.

"Yang membuat gerakan ini berbeda adalah setiap kunjungan menghasilkan dokumen pesan kemerdekaan dari veteran untuk murid-murid di Jawa Timur," jelas Aries.

Menafsirkan Semangat Perjuangan di Era Modern

Aries menekankan bahwa makna mengisi kemerdekaan perlu diterjemahkan ulang sesuai tantangan zaman. Kini, kontribusi nyata tidak lagi berarti mengangkat senjata, melainkan berprestasi dalam pendidikan, menjaga persatuan, serta menunjukkan kepedulian sosial.

"Kami ingin menanamkan kepada murid bahwa mengisi kemerdekaan sekarang adalah dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan, memiliki kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi bermanfaat bagi negara," katanya.

Ia juga menilai bahwa program ini berpotensi menjadi model pendidikan karakter khas Jawa Timur karena mengintegrasikan literasi sejarah, empati sosial, penghormatan terhadap pejuang, dan dokumentasi sejarah lokal dalam satu kerangka kegiatan.

"Jika buku mengajarkan sejarah, maka para veteran mengajarkan kepada anak-anak kita tentang harga sebuah kemerdekaan," tuturnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Serentak di 38 Daerah Siswa Jatim?

Serentak di 38 Daerah Siswa Jatim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Serentak di 38 Daerah Siswa Jatim matter?

Serentak di 38 Daerah Siswa Jatim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.