Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Teknologi Tepat Guna Dorong Kelurahan Gedog Jadi Sentra Ekonomi Sirkular dan Produk Inovatif

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Mark Brown - beritabaru1.com

Foto : Mark Brown - beritabaru1.com

Kelurahan Gedog Jadi Sentra Ekonomi Sirkular dengan Teknologi Tepat Guna

Beritabaru1.com – Kelurahan Gedog di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini bertransformasi menjadi pusat ekonomi sirkular melalui penerapan Teknologi Tepat Guna. Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Binaan Tahun II yang dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar bersama Universitas Widyagama Malang. Melalui sosialisasi, pelatihan intensif, dan pendampingan berkelanjutan, masyarakat lokal diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerahnya.

Strategi Pengembangan Ekonomi Sirkular

Dua kelompok mitra utama yang menjadi fokus program adalah Bank Sampah Gong Lestari dan Pokmas Hidrofarm. Pengembangan ekonomi sirkular diarahkan melalui dua jalur utama, yaitu konversi limbah plastik menjadi produk bernilai tambah serta ekstraksi minyak sereh merah. Seluruh upaya tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, pengelolaan usaha, serta strategi pemasaran berbasis potensi daerah.

Ketua Program, Palupi Puspitorini, menekankan bahwa kegiatan ini tidak sekadar memberikan alat atau teknologi kepada masyarakat. Fokus utamanya adalah memastikan masyarakat mampu mengoperasikan teknologi tersebut, mengembangkan produk, serta mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk meningkatkan kapasitas ekonomi warga secara signifikan.

Kami ingin teknologi tepat guna yang diberikan benar-benar menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pendekatannya bukan hanya sosialisasi dan pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan praktik serta pendampingan agar mitra mampu menerapkan teknologi, menghasilkan produk, dan mengembangkan pemasarannya secara mandiri,

ujar Palupi.

Penguatan Bank Sampah Melalui Teknologi Crushing

Bagi mitra Bank Sampah Gong Lestari, program ini berfokus pada penguatan pengelolaan sampah plastik dengan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R). Sebelumnya, sampah plastik hanya dikumpulkan dan dijual dalam bentuk glondong. Kini, melalui teknologi pencacahan atau crushing, sampah tersebut diubah menjadi plastic flakes yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Data pelaksanaan menunjukkan peningkatan produksi mencapai lebih dari 75%. Selain itu, kenaikan harga jual berdampak langsung pada peningkatan pendapatan mitra. Pelatihan juga berhasil meningkatkan pemahaman anggota mengenai teknik pengolahan plastik. Hasil evaluasi mencatat rata-rata peningkatan pemahaman sebesar 55%, dengan aspek pembuatan plastik crushing mengalami kenaikan tertinggi sebesar 75%.

Dengan adanya pendampingan ini, kami tidak hanya belajar mengelola sampah, tetapi juga melihat bahwa sampah plastik bisa menjadi bahan yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi. Mesin pencacah membantu kami meningkatkan kapasitas produksi, sementara pendampingan membuka wawasan untuk mengembangkan produk dan pemasaran.

Ungkap Ibu Sutji Pudjiastuti, Ketua Bank Sampah Gong Lestari.

Diversifikasi Produk dari Budidaya Sereh Merah

Sementara itu, Pokmas Hidrofarm mendapatkan pendampingan dalam pengembangan budidaya sereh merah hingga diversifikasi produk turunannya. Pelatihan dilakukan mulai dari teknik budidaya, pembibitan, pemeliharaan, hingga proses ekstraksi menggunakan peralatan distilasi. Tim juga memberikan pelatihan pembuatan produk turunan berupa lilin aromaterapi dan parfum atau reed diffuser.

Hasil pelaksanaan menunjukkan produksi masing-masing mencapai 200 botol, dengan pendapatan produk sebesar Rp5 juta. Ketua Pokmas Hidrofarm, Andi Ahmad Setyobudi, mengungkapkan bahwa pendampingan memberikan pengalaman baru bagi anggota dalam mengembangkan produk pertanian menjadi produk agroindustri.

Pendampingan ini sangat membantu kami karena sebelumnya kami lebih banyak berfokus pada bahan baku dan minyak sereh. Sekarang kami belajar mengembangkan minyak sereh menjadi produk yang lebih siap dipasarkan, seperti lilin aromaterapi dan reed diffuser berbahan baku minyak sereh merah. Kami juga belajar tentang pencatatan usaha dan pemasaran digital,

ujar Andi Ahmad.

Penguatan Manajemen dan Pemasaran Digital

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Aspek manajemen usaha dan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Pelatihan manajemen keuangan, pencatatan produksi dan penjualan, penetapan target produksi, serta digital marketing diberikan kepada kelompok mitra.

Pada Pokmas Hidrofarm, pendampingan mencakup pencatatan usaha yang lebih sistematis dan pengenalan platform digital untuk pemasaran. Sementara itu, Bank Sampah Gong Lestari juga mulai memanfaatkan media sosial untuk promosi produk olahan sampah plastik. Kedua kelompok mitra kini memiliki kapasitas yang lebih baik untuk bersaing di pasar lokal maupun regional.

FAQ: Teknologi Tepat Guna untuk Kelurahan Gedog

Apa itu Teknologi Tepat Guna dalam konteks Kelurahan Gedog? Teknologi Tepat Guna adalah penerapan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat lokal untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi.

Berapa lama program pendampingan di Kelurahan Gedog berlangsung? Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Binaan Tahun II, yang mencakup sosialisasi, pelatihan intensif, dan pendampingan berkelanjutan.

Produk apa saja yang dihasilkan melalui program ini? Program ini menghasilkan plastic flakes dari limbah plastik, minyak sereh merah, lilin aromaterapi, dan reed diffuser sebagai produk turunan.

Bagaimana dampak ekonomi bagi masyarakat Kelurahan Gedog? Peningkatan produksi mencapai lebih dari 75% untuk Bank Sampah Gong Lestari, sementara pendapatan produk Pokmas Hidrofarm mencapai Rp5 juta dari 200 botol produk.

Apakah program ini melibatkan perguruan tinggi? Ya, program ini dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar bersama Universitas Widyagama Malang.

Related Reading