Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Terjadi 52 Gempa Susulan Setelah Gempa Berkekuatan M7.7 di NTT

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Michael Gonzalez - beritabaru1.com

Foto : Michael Gonzalez - beritabaru1.com

Terjadi 52 Gempa Susulan Setelah Gempa M7.7 di NTT: Detail Lengkap dan Analisis BMKG

Beritabaru1.com – Terjadi 52 gempa susulan yang tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengonfirmasi bahwa hingga pukul 08.00 WIB pada hari Sabtu, 15 Agustus, monitoring menunjukkan adanya 52 aktivitas gempa bumi susulan dengan rentang magnitudo antara M3.6 hingga M6.2. Dari jumlah tersebut, hanya satu gempa yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar episenter. Kondisi terkini menunjukkan tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan di wilayah terdampak.

Peringatan Dini Tsunami dan Waktu Kejadian

Peringatan dini tsunami resmi dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan stabilitas kondisi laut. Sebelumnya, pada pukul 04.58 WIB, wilayah Flores di NTT diguncang gempa bumi tektonik yang cukup kuat. Berdasarkan hasil analisis terbaru dari BMKG, gempa bumi ini memiliki magnitudo M7.7 dengan kedalaman hiposenter sebesar 15 kilometer. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur, atau tepatnya berlokasi di laut dengan jarak 30 kilometer arah timur laut dari Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas tektonik Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault yang menyebabkan pergeseran lempeng tektonik secara vertikal. Fenomena ini merupakan karakteristik umum dari zona subduksi di wilayah Indonesia bagian timur.

Dampak dan Potensi Tsunami

BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami dengan tingkat status ancaman siaga yang berkisar antara 0,5 hingga 3 meter. Sementara itu, tingkat ancaman waspada berlaku untuk ketinggian gelombang kurang dari 0,5 meter. Masyarakat di pesisir pantai NTT diimbau untuk tetap waspada meskipun peringatan dini telah berakhir, mengingat masih adanya kemungkinan gempa susulan lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa yang terkait dengan kejadian ini.

Terjadi 52 gempa susulan setelah gempa utama ini menjadi indikator bahwa aktivitas tektonik di wilayah tersebut masih berlangsung intensif. Para ahli geofisika menyarankan agar masyarakat tetap mengikuti informasi terkini dari BMKG melalui berbagai saluran komunikasi resmi. Gempa bumi dengan magnitudo 7.7 termasuk dalam kategori gempa besar yang dapat dirasakan hingga jarak yang cukup jauh dari episenter. Kedalaman hiposenter yang relatif dangkal juga berkontribusi terhadap intensitas guncangan yang dirasakan di permukaan tanah.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa yang dimaksud dengan gempa susulan? Gempa susulan atau aftershock adalah gempa bumi yang terjadi setelah gempa utama di lokasi yang sama atau berdekatan. Gempa susulan umumnya memiliki magnitudo lebih kecil dari gempa utama dan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga minggu.

Berapa lama peringatan dini tsunami berlaku? Peringatan dini tsunami biasanya berlaku hingga kondisi laut stabil dan tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan. Dalam kasus ini, peringatan dini berakhir pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan stabilitas.

Apa penyebab gempa bumi di NTT? Gempa bumi di Nusa Tenggara Timur disebabkan oleh aktivitas tektonik Flores Back-Arc Thrust, yaitu pergerakan lempeng tektonik yang menyebabkan pergeseran vertikal pada kerak bumi.

Apakah ada potensi tsunami lebih lanjut? Meskipun peringatan dini telah berakhir, potensi tsunami masih ada. BMKG menyatakan tingkat ancaman siaga hingga 3 meter dan waspada untuk gelombang kurang dari 0,5 meter.

Related Reading