Tim SAR Evakuasi 90 Korban Gempa Flores, 40 Orang Meninggal
Tim SAR Evakuasi 90 Korban Gempa Flores: 40 Orang Tewas, Operasi Dimaksimalkan
Beritabaru1.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi telah memicu operasi evakuasi besar-besaran. Gempa yang terjadi pada pukul 05.58 WITA tersebut memiliki pusat guncangan di sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Dampak gempa terasa hingga ke berbagai kabupaten di Flores, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Hingga pukul 18.30 WIB hari yang sama, Tim SAR Evakuasi 90 Korban Gempa berhasil dievakuasi dari lokasi bencana oleh tim gabungan yang dikerahkan dari berbagai instansi.
Profil Korban dan Sebaran Wilayah Terdampak
Dari total 90 orang yang berhasil dievakuasi, tercatat 40 orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan bervariasi. Korban tersebar di lima kabupaten terdampak, yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, serta Nagekeo. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban jiwa tertinggi dengan 24 orang meninggal. Manggarai Timur menyusul dengan 11 korban tewas, diikuti Sikka yang kehilangan 3 orang. Sementara itu, Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing mencatat satu korban meninggal dunia.
Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan di berbagai lokasi, termasuk rumah tinggal, sekolah, dan fasilitas umum. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal akibat reruntuhan bangunan. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk kapal dan helikopter, untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Optimalisasi Operasi SAR dan Bantuan Darurat
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi. Ia menambahkan bahwa tim juga menggerakkan KN SAR Puntadewa guna mengoptimalkan operasi penyelamatan. Bersama potensi SAR yang ada di seluruh Flores, upaya dilakukan agar penyelamatan berjalan cepat, tepat, dan aman.
"Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman," ujar Fathur.
Sebanyak 281 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi ini. Unsur-unsur tersebut meliputi TNI, Polri, KSOP, BPBD, PMI, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya. Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap kemungkinan korban yang tertimbun reruntuhan bangunan. Warga terdampak juga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Operasi penyelamatan difokuskan pada 72 jam pertama setelah bencana terjadi. KN SAR Puntadewa yang berlayar dari Labuan Bajo telah tiba di Pelabuhan Mbay untuk memperkuat upaya evakuasi. Selain itu, helikopter Basarnas yang berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, disiapkan untuk mendukung operasi di wilayah terdampak pada Minggu (16/8) pagi.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berapa magnitudo gempa yang mengguncang Flores? Gempa yang terjadi memiliki magnitudo 7,7 dengan pusat guncangan di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Kapan gempa terjadi dan berapa lama operasi evakuasi? Gempa terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA. Operasi penyelamatan difokuskan pada 72 jam pertama setelah bencana.
Bagaimana jumlah korban berdasarkan kabupaten? Manggarai: 24 tewas, Manggarai Timur: 11 tewas, Sikka: 3 tewas, Manggarai Barat: 1 tewas, dan Nagekeo: 1 tewas. Total 40 orang meninggal dari 90 korban yang dievakuasi.
Apa saja moda transportasi yang digunakan dalam evakuasi? Evakuasi menggunakan kapal KN SAR Puntadewa, helikopter Basarnas dari Bali, serta transportasi darat untuk menjangkau wilayah terdampak.
Berapa personel yang terlibat dalam operasi SAR? Sebanyak 281 personel dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, KSOP, BPBD, PMI, pemerintah daerah, dan potensi SAR lainnya terlibat dalam operasi.