Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Unhas Bantah PKKMB FIB Dibajak TNI, Kedatangan Pangdam Disebut Resmi

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Matthew Martin - beritabaru1.com

Foto : Matthew Martin - beritabaru1.com

Unhas Bantah PKKMB FIB Dibajak TNI: Klarifikasi Resmi Kedatangan Pangdam

Beritabaru1.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menepis kabar yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan pengambilan alih acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) oleh TNI. Dalam pernyataan resminya, kampus tersebut menegaskan bahwa Unhas Bantah PKKMB FIB Dibajak TNI. Kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, sebenarnya sejalan dengan undangan resmi dari Unhas. Agenda ini bertujuan untuk memberikan kuliah umum mengenai wawasan kebangsaan serta bela negara kepada para mahasiswa baru yang baru saja bergabung.

Akibat Viralnya Narasi Salah Tafsir

Klarifikasi ini muncul setelah narasi yang menyatakan bahwa panitia PKKMB FIB tidak menyadari kedatangan Pangdam menjadi viral di berbagai platform digital. Akibatnya, agenda yang semula dijadwalkan berakhir pada pukul 16.00 WITA terpaksa diperpanjang hingga pukul 17.10 WITA. Ketua Panitia PKKMB FIB Unhas, Rezky Ramadhani SS MLitt, menjelaskan bahwa panitia baru menerima kabar mendadak setelah dihubungi oleh pimpinan saat rangkaian acara hampir selesai dan peserta hendak dibubarkan.

"Di rundown tidak ada kegiatan ini. Jadi kami langsung ditelpon sama pimpinan, bilang mau datang Pangdam di situ," ujarnya setelah kegiatan berlangsung.

Rezky menambahkan bahwa panitia menerima protes dari mahasiswa baru yang sudah kelelahan, namun tetap melanjutkan kegiatan sesuai arahan pimpinan. Perubahan agenda ini juga melibatkan pengambilalihan operator untuk menampilkan video Pangdam pada videotron. Meskipun ada kebingungan awal, seluruh proses berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Penjelasan Detail dari Pihak Kampus

Unhas melalui Kepala Subdirektorat Humas dan Dokumentasi, Ishaq Rahman, menyatakan bahwa narasi tersebut merupakan disinformasi dan framing negatif yang sengaja disebar oleh pihak tertentu. Menurut penjelasan resmi, Pangdam XIV/Hasanuddin sebenarnya dijadwalkan hadir pada 11 Agustus 2026, yang bertepatan dengan hari pertama PKKMB Unhas. Namun, karena kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan, kehadirannya ditunda dan dikomunikasikan kepada pimpinan Universitas untuk hadir pada 12 Agustus 2026.

FIB dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki jumlah mahasiswa baru terbesar kedua dari seluruh fakultas di Unhas. Selain itu, kondisi ruangan GOR JK Arenatorium dinilai memungkinkan untuk kehadiran Pangdam dan rombongannya. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan lokasi bukan tanpa pertimbangan matang dari pihak kampus.

"Unhas menegaskan bahwa rencana kedatangan Pangdam telah dikomunikasikan kepada pimpinan FIB, sehingga narasi bahwa panitia tidak mengetahui kedatangan Pangdam adalah tidak benar," tegas Ishaq.

Kegiatan Berjalan Tertib dan Aman

Kegiatan bersama Pangdam Sulsel tersebut berlangsung kurang lebih satu jam dan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko, membawakan materi yang memotivasi mahasiswa dengan gaya patriotik dan penuh semangat, serta membuka ruang dialog dan diskusi. Unhas juga membantah informasi adanya mahasiswa baru yang pingsan selama prosesi pembawaan materi.

Meskipun ada mahasiswa yang kurang sehat karena kondisi kurang fit mengingat kegiatan PKKMB fakultas dimulai sejak pukul 08.00 pagi, panitia menyiapkan Tim Medis untuk menangani hal tersebut. Terkait narasi penutupan pintu GOR yang dijaga aparat, Unhas menyebutnya sebagai hoax. Personil TNI yang mendampingi Pangdam hanya melakukan pengamanan sebagaimana lazimnya kunjungan petinggi militer di daerah, dan tidak melakukan intervensi terhadap pelaksanaan PKKMB.

TNI Hormati Lingkungan Akademik Kampus

Secara resmi Unhas membantah narasi yang menyebutkan kehadiran Pangdam pada PKKMB sebagai bentuk militerisme. "Unhas sebagai lembaga pendidikan tinggi dan TNI sebagai institusi pertahanan negara selalu bersinergi untuk mendukung nasionalisme dalam bingkai persatuan dan kesatuan," tegas Ishaq. Sinergi ini menunjukkan bahwa hubungan antara dunia pendidikan dan militer berjalan harmonis.

Senada dengan Unhas, Kepala Pendam XIV/Hasanuddin, Kolonel Arm Andi Akbar, juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh potongan video maupun narasi yang beredar di media sosial tanpa memahami konteks kegiatan secara utuh. "TNI menghormati lingkungan akademik/kampus sebagai pusat peradaban," tutupnya. Imbauan ini penting agar publik tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak lengkap.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kejadian PKKMB FIB

1. Apakah benar PKKMB FIB dibajak oleh TNI? Tidak. Unhas secara resmi membantah hal tersebut. Kehadiran Pangdam merupakan bagian dari undangan resmi untuk kuliah umum wawasan kebangsaan.

2. Mengapa agenda PKKMB FIB diperpanjang? Agenda diperpanjang karena kedatangan Pangdam yang mendadak diterima panitia setelah dihubungi oleh pimpinan kampus.

3. Apakah ada mahasiswa yang pingsan saat acara? Unhas membantah adanya mahasiswa yang pingsan. Beberapa mahasiswa memang kurang fit karena kegiatan dimulai pagi hari, namun Tim Medis siap menangani.

4. Apa alasan FIB dipilih sebagai lokasi kunjungan Pangdam? FIB dipilih karena memiliki jumlah mahasiswa baru terbesar kedua di Unhas dan ruangan GOR JK Arenatorium yang memadai.

5. Apakah TNI melakukan intervensi terhadap PKKMB? Tidak. Personil TNI hanya melakukan pengamanan rutin dan tidak mengganggu jalannya acara PKKMB.

Related Reading