Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wagub NTT Tinjau Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Ditargetkan Beroperasi Dua Hari

Published Agustus 18, 2026 · Updated Agustus 18, 2026 · By Mark Brown - beritabaru1.com

Foto : Mark Brown - beritabaru1.com

Wagub NTT Tinjau Rumah Sakit Lapangan di Ruteng

Beritabaru1.com – Wagub NTT Tinjau Rumah Sakit lapangan darurat yang tengah dibangun di Stadion Golo Dukal, Ruteng, pada Selasa (18/8). Peninjauan langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas medis darurat yang ditargetkan beroperasi dalam satu hingga dua hari ke depan. Langkah tersebut menjadi respons cepat pemerintah provinsi terhadap kerusakan parah yang menimpa RSUD Ruteng pascagempa di Kabupaten Manggarai.

Kondisi Pasca-Gempa di Manggarai

Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur dalam skala besar. Data terkini mencatat 26 orang meninggal dunia serta 119 orang terluka, dengan rincian 31 korban mengalami cedera berat dan 88 lainnya luka ringan. Sekitar 6.487 warga terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Skala kerusakan bangunan juga sangat signifikan. Sebanyak 1.983 unit rumah dilaporkan rusak, terdiri atas 1.597 rusak berat, 263 rusak sedang, dan 123 rusak ringan. Di sektor pendidikan, seluruh 104 satuan pendidikan yang terdampak masuk kategori rusak berat. Fasilitas kesehatan turut terpukul: 39 unit mengalami kerusakan (30 rusak berat dan 9 rusak sedang). Selain itu, 12 fasilitas pemerintahan dan 12 fasilitas umum juga tercatat rusak.

Peninjauan dan Koordinasi Medis di Stadion Golo Dukal

Kerusakan yang menimpa RSUD Ruteng mencapai sekitar 75 persen dari total fasilitasnya, sehingga sebagian besar layanan rawat inap tidak lagi dapat berjalan di dalam gedung utama. Ruang ICU masih beroperasi, namun kapasitasnya jauh di bawah kebutuhan. Kondisi ini mendorong pemerintah provinsi bersama pemerintah daerah untuk mendirikan fasilitas medis darurat di area Stadion Golo Dukal.

Tim dari RSUD Dr Soetomo Surabaya telah tiba di Ruteng dan bekerja terpadu dengan tenaga kesehatan lokal untuk membangun tenda-tenda perawatan rawat inap. Johni Asadoma menegaskan bahwa kolaborasi kedua pihak berjalan intensif demi membentuk layanan medis darurat yang memadai bagi ribuan korban gempa.

"Dari RSUD dan RS Soetomo Surabaya sudah tiba di sini. Mereka bekerja secara terpadu membangun tenda-tenda yang akan digunakan sebagai tempat perawatan pasien rawat inap. Ini menjadi rumah sakit lapangan di Stadion Ruteng," ujar Johni.

Target Operasional dan Kebutuhan Logistik

Menurut Johni, ketersediaan tenaga medis secara umum masih memadai, tetapi penguatan layanan memerlukan tambahan dokter spesialis dan tenaga ahli di bidang tertentu. Di luar aspek sumber daya manusia, logistik pendukung seperti genset, sarana mandi-cuci-kakus (MCK), dan pasokan air bersih menjadi prioritas mendesak yang harus segera dipenuhi.

"Tenaga medis masih mencukupi, tetapi kita membutuhkan beberapa tenaga spesialis dan tenaga ahli, termasuk berbagai perlengkapan dan logistik pendukung. Genset, MCK, dan air bersih sangat dibutuhkan di sini," katanya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan menargetkan agar fasilitas tersebut dapat mulai melayani pasien dalam rentang satu hingga dua hari sejak peninjauan dilakukan. Johni menyampaikan optimisme bahwa target waktu tersebut realistis mengingat progres pembangunan tenda yang terus berjalan.

"Dalam satu-dua hari ini, insyaallah sudah bisa digunakan," ujarnya.

FAQ: Rumah Sakit Lapangan Ruteng

Di mana lokasi rumah sakit lapangan darurat di Ruteng?

Fasilitas medis darurat tersebut didirikan di area Stadion Golo Dukal, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas dan kapasitas lahan yang memadai untuk menampung tenda-tenda perawatan.

Kapan rumah sakit lapangan ditargetkan beroperasi?

Berdasarkan pernyataan Wagub NTT saat peninjauan, fasilitas tersebut ditargetkan mulai melayani pasien dalam satu hingga dua hari. Target waktu ini bergantung pada penyelesaian konstruksi tenda dan ketersediaan logistik pendukung seperti genset serta pasokan air bersih.

Siapa yang terlibat dalam pembangunan dan operasional fasilitas ini?

Tim medis dari RSUD Dr Soetomo Surabaya bekerja bersama tenaga kesehatan lokal dan RSUD Ruteng. Koordinasi lintas institusi ini diawasi langsung oleh pemerintah provinsi NTT melalui peninjauan Wagub NTT terhadap kesiapan operasional rumah sakit lapangan.

Related Reading