Wisatawan Italia Tertipu Travel Agent di Labuan Bajo, Pemilik Labuan Bajo Top Diburu Polisi
Wisatawan Italia Tertipu Travel Agent di Labuan Bajo
Beritabaru1.com – Kasus penipuan travel agent kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, enam wisatawan Italia tertipu travel agent di Labuan Bajo setelah kehilangan kontak dengan pemilik Labuan Bajo Top, Kristoforus Aman atau yang lebih dikenal sebagai Itok Aman, berusia 32 tahun. Kejadian ini terjadi pada hari Minggu tanggal 9 Agustus lalu, saat para wisatawan tersebut mulai merasa khawatir karena tidak bisa menghubungi agen perjalanan mereka. Insiden ini tidak hanya merugikan para turis asing, tetapi juga pihak kapal yang telah menyiapkan logistik perjalanan.
Sebelumnya, Itok telah melakukan koordinasi dengan pihak Sabbar Cruise untuk mengatur perjalanan wisata selama empat hari tiga malam di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Namun, rencana yang telah disusun itu justru berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi para wisatawan. Mereka yang telah menabung dan merencanakan perjalanan ini merasa kecewa dengan ketidakjelasan informasi dari agen perjalanan.
Kapal Juga Menjadi Korban
Saputra, pengelola Sabbar Cruise, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima uang muka sebesar Rp20 juta dari total kesepakatan sewa kapal senilai Rp79 juta. Dana tersebut segera digunakan untuk persiapan logistik perjalanan, termasuk pembelian bahan makanan dan perlengkapan tambahan seperti handuk, seprai, serta bed cover baru sesuai permintaan. Pengeluaran ini menunjukkan komitmen pihak kapal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan.
"DP tersebut kami gunakan untuk persiapan perjalanan. Bahkan total belanja kami sudah mencapai sekitar Rp27 juta," ujar Saputra.
Pihak kapal juga merasa dirugikan karena pengeluaran persiapan melebihi jumlah DP yang diterima. Yang lebih menyedihkan, saat hari keberangkatan tiba, agen perjalanan tidak dapat dihubungi sama sekali. Setelah sempat terkatung-katung, keenam wisatawan Italia akhirnya memutuskan untuk menyewa kapal lain secara mandiri agar agenda wisata mereka tidak berantakan total. Keputusan ini diambil dengan biaya tambahan yang harus mereka tanggung sendiri.
Laporan ke Kepolisian
Pada Rabu malam tanggal 12 Agustus, para wisatawan akhirnya kembali ke Labuan Bajo dan langsung menuju Polres Manggarai Barat untuk melaporkan kejadian tersebut. Christian, salah satu dari mereka, mengungkapkan kelelahan dan kekecewaannya yang mendalam. Perjalanan yang seharusnya menyenangkan justru berubah menjadi pengalaman yang tidak terlupakan karena masalah administrasi dan kepercayaan.
"Saya lelah mengurus ini. Belum makan dan tidak sempat istirahat," ungkap Christian saat berada di Mapolres Manggarai Barat pada Kamis dini hari tanggal 13 Agustus.
Menurut Christian, meskipun sudah tiga kali berkunjung ke Indonesia, ini merupakan pengalaman pertamanya berurusan dengan agen perjalanan yang bermasalah seperti ini. Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi wisatawan asing yang ingin menjelajahi keindahan Indonesia melalui jasa travel agent lokal.
Bukan Kasus Pertama
Kasus yang menyeret nama Itok Aman ini ternyata bukan kali pertama terjadi. Pada Mei 2026, ia pernah tersandung kasus serupa yang melibatkan 20 wisatawan asal Malaysia dan Singapura dengan total kerugian mencapai Rp85,2 juta. Dalam kasus sebelumnya, dana wisatawan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk judi online. Hal ini menunjukkan pola perilaku yang konsisten dari pelaku penipuan tersebut.
Meskipun sempat ditahan dan kemudian ditangguhkan penahanannya pada Juni 2026 setelah menempuh jalur damai, Itok kini kembali berurusan dengan hukum. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman dan telah mengidentifikasi keberadaan Itok yang diduga berada di wilayah Mukun, Kabupaten Manggarai Timur. Proses hukum akan berlanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ini
1. Berapa total kerugian yang dialami wisatawan Italia? Total kerugian wisatawan Italia mencapai Rp20 juta untuk uang muka kapal, ditambah biaya tambahan untuk menyewa kapal lain secara mandiri.
2. Kapan Itok Aman terakhir kali terlihat? Itok Aman terakhir kali terlihat di wilayah Mukun, Kabupaten Manggarai Timur, sebelum kasus ini terjadi.
3. Apakah ada kasus serupa sebelumnya? Ya, pada Mei 2026, Itok terlibat kasus penipuan yang merugikan 20 wisatawan Malaysia dan Singapura sebesar Rp85,2 juta.
4. Bagaimana cara wisatawan melaporkan kasus penipuan? Wisatawan dapat melaporkan langsung ke Polres setempat atau melalui hotline kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
5. Apa yang harus dilakukan wisatawan sebelum memilih travel agent? Wisatawan disarankan untuk memverifikasi legalitas travel agent, membaca review, dan memastikan kontrak tertulis yang jelas sebelum melakukan pembayaran.