Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Debut Manis di Tiongkok Masters 2026, Faathir/Devin Bidik Perempat Final

Published September 2, 2026 · Updated September 2, 2026 · By Nancy Brown - beritabaru1.com

Foto : Nancy Brown - beritabaru1.com

Faathir/Devin Tembus Babak 16 Besar China Masters 2026, Mata Kini Terarah ke Perempat Final

Beritabaru1.com – Debut di panggung Super 750 BWF World Tour kerap menjadi ujian mental tersendiri bagi pasangan muda. Namun Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi membuktikan bahwa tekanan tersebut tidak otomatis menjadi penghambat. Bertanding di Shenzhen, Tiongkok, pada Selasa (1/9/2026), ganda putra Indonesia itu memastikan tiket babak 16 besar China Masters 2026 dengan cara yang tidak mereka rencanakan: lawan memilih mundur setelah gim pertama.

Keputusan itu datang dari pasangan unggulan kelima asal Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin. Setelah gim pembuka berakhir dengan skor 21-16 untuk Faathir/Devin, kedua pemain Malaysia memutuskan untuk retired. Tidak ada tanda cedera yang terlihat di lapangan selama 21 poin gim pertama berlangsung, sehingga keputusan tersebut sempat membuat Faathir/Devin terkejut.

Di Balik Mundurnya Lawan

Devin Artha Wahyudi menjelaskan bahwa setelah pertandingan dihentikan, barulah diketahui bahwa Nur Izzuddin tengah mengalami demam sejak malam sebelumnya. Kondisi kesehatan yang tidak prima membuat pasangan Malaysia memilih tidak memaksakan diri melanjutkan laga.

"Setelah saya tanya, ternyata Izzuddin sakit demam dari semalam. Daripada dipaksakan, mungkin mundur menjadi keputusan terbaik bagi mereka," ujar Devin dalam keterangan resmi PBSI.

Keputusan mundur di tengah turnamen level tinggi bukan hal yang jarang terjadi, terutama ketika pemain harus menjaga kondisi untuk jadwal kompetisi yang padat sepanjang musim. Bagi Faathir/Devin, hasil ini tetap dihitung sebagai kemenangan resmi dan membuka jalan menuju babak berikutnya tanpa harus menguras tenaga di gim kedua dan ketiga.

Gaya Bermain yang Menonjol di Gim Pertama

Sebelum laga dihentikan, pasangan Indonesia menunjukkan kontrol permainan yang matang. Mereka menerapkan pola bermain aman namun tetap tajam ketika celah serangan terbuka. Devin mengakui bahwa strategi lawan yang kerap mengangkat kok justru menjadi keuntungan tersendiri, karena memberi ruang bagi Faathir/Devin untuk menekan secara berkelanjutan.

"Kami sempat ambil gim pertama karena coba bermain safe dan menyerang. Lawan juga banyak mengangkat bola jadi enak untuk kami menekan," tambah Devin.

Kemampuan membaca ritme lawan dan menjaga keseimbangan antara pertahanan serta ofensif merupakan fondasi penting bagi pasangan ganda putra yang baru memasuki level kompetisi tertinggi. Di turnamen Super 750, kualitas lawan jauh lebih tinggi dibanding level Super 500 atau Super 300, sehingga setiap kesalahan kecil dapat berujung pada gim yang hilang. Fakta bahwa Faathir/Devin mampu unggul 21-16 dalam gim pembuka menunjukkan bahwa mereka tidak gentar menghadapi tekanan level tersebut.

Ambisi Melampaui Sekadar "Lewat"

Menjadi debutan di turnamen Super 750 berarti tidak ada ekspektasi besar dari luar, namun itu bukan berarti pasangan muda ini ingin sekadar mengumpulkan poin ranking. Faathir menegaskan bahwa target mereka jelas: menembus babak delapan besar. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pendekatan mereka tetap bertahap, satu pertandingan demi satu pertandingan.

"Target kami pasti mau yang terbaik, inginnya bisa ke delapan besar dulu tapi coba step by step. Tidak mudah karena ini Super 750 pertama kami," kata Faathir.

Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran bahwa lompatan dari level Super 500 ke Super 750 membawa perbedaan signifikan dalam kecepatan permainan, kedalaman rotasi pemain lawan, serta intensitas taktik. Pasangan-pasangan top dunia yang menjadi unggulan di turnamen semacam ini telah terbiasa bermain di tekanan tertinggi, sementara Faathir/Devin masih dalam fase membangun jam terbang di level tersebut.

Ujian Berikutnya: Hadapi Malaysia Lagi

Di babak 16 besar, tantangan langsung menanti. Faathir/Devin akan berhadapan dengan pasangan Malaysia lainnya, Tee Kai Wun dan Yap Roy King. Kedua pemain tersebut melaju ke babak kedua setelah menumbangkan wakil Taiwan melalui pertarungan tiga gim yang ketat. Pertemuan dua wakil Malaysia di babak kedua sendiri menjadi catatan menarik: satu pasangan memilih mundur karena masalah kesehatan, sementara pasangan lain harus melewati laga penuh untuk lolos.

Bagi Faathir/Devin, laga melawan Tee Kai Wun/Yap Roy King akan menjadi ujian sesungguhnya di turnamen ini. Tidak ada jalan pintas yang bisa mereka andalkan; setiap poin harus diperjuangkan secara penuh. Jika mampu melewati hadangan tersebut, babak perempat final akan membuka peluang berhadapan dengan pasangan-pasangan berperingkat lebih tinggi dan membawa implikasi besar bagi posisi ranking serta kepercayaan diri mereka di sisa musim 2026.

Perkembangan ganda putra Indonesia di level internasional terus menjadi perhatian. Dengan regenerasi pemain yang berjalan bertahap, pasangan-pasangan muda seperti Faathir/Devin diharapkan mampu mengisi ruang yang ditinggalkan oleh generasi sebelumnya. Setiap turnamen Super 750 yang mereka ikuti menjadi batu loncatan untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka bersaing di kancah tertinggi bulu tangkis dunia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Debut Manis di Tiongkok Masters 2026?

Debut Manis di Tiongkok Masters 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Debut Manis di Tiongkok Masters 2026 matter?

Debut Manis di Tiongkok Masters 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.