Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ivan Gunawan Rancang Seragam Kontingen Indonesia dalam Defile Upacara Pembukaan Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya

Published September 1, 2026 · Updated September 1, 2026 · By Emily Davis - beritabaru1.com

Foto : Emily Davis - beritabaru1.com

Desainer Busana Ivan Gunawan Tanggung Jawab atas Citra Kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya

Beritabaru1.com – Sebelum ribuan mata dunia tertuju pada Stadion Paloma Mizuho di Nagoya, Jepang, pada 18 Oktober mendatang, sebuah proses kreatif telah berjalan di balik layar. Ivan Gunawan, nama yang sudah lama dikenal di kancah mode nasional, resmi ditunjuk sebagai perancang busana untuk para atlet dan ofisial Indonesia yang akan tampil dalam defile upacara pembukaan Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya. Penunjukan ini bukan sekadar keputusan estetika; ia menyangkut representasi visual sebuah bangsa di hadapan 45 negara peserta yang akan bersaing memperebutkan ratusan medali emas dari 18 cabang olahraga selama tujuh hari kompetisi.

Proses Seleksi yang Diinisiasi Chef de Mission

Keputusan memilih Ivan Gunawan lahir dari inisiatif Chef de Mission kontingen Indonesia untuk ajang tersebut, Reda Manthovani. Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI), Senny Marbun, menjelaskan bahwa CdM memandang pembuatan seragam defile sebagai urusan yang tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Proses seleksi dilakukan dengan pertimbangan ketat agar hasil akhirnya mencerminkan kehendak kolektif seluruh pihak yang terlibat.

"Ini merupakan gagasan dari CdM bahwa membuat seruniform itu tidak bisa sembarangan, jadi mudah-mudahan Ivan Gunawan bisa menghadirkan desain yang sesuai keinginan bersama."

Pernyataan tersebut diucapkan Senny di Jakarta pada Senin, 31 Agustus. Ia menambahkan bahwa rekam jejak panjang Ivan Gunawan di industri fesyen menjadikannya figur yang mampu menghasilkan busana berkelas untuk momen bersejarah di stadion terbesar Nagoya tersebut. Bagi Senny, pengalaman desainer dalam menangani event berskala internasional menjadi faktor penentu mengapa namanya terpilih di antara kandidat lain.

Ukur Badan di Solo dan Koordinasi di Jepang

Pengerjaan teknis seragam defile telah dimulai sejak pekan sebelum pernyataan resmi dirilis. Ivan Gunawan beserta tim kerjanya terbang langsung ke Kota Surakarta (Solo) untuk melakukan pengukuran badan terhadap seluruh atlet dan ofisial yang akan mengenakan busana tersebut. Langkah ini memastikan setiap potong kain jatuh tepat pada proporsi tubuh masing-masing individu, mengingat kontingen Indonesia terdiri dari atlet dengan beragam kondisi fisik.

"Saya berharap semuanya senang dan bangga mengenakan seragam yang akan dipakai di Nagoya nanti."

Sementara itu, NPCI dan tim CdM telah menjalankan persiapan logistik secara paralel. Sebuah tim khusus telah lebih dulu diberangkatkan ke Jepang untuk melakukan pengecekan lapangan serta koordinasi teknis dengan panitia lokal. Kehadiran tim ini di lokasi jauh sebelum hari-H bertujuan mengantisipasi kendala operasional, mulai dari akses menuju stadion hingga prosedur keamanan bagi delegasi.

Dukungan Pemerintah dan Pesawat Carter

Aspek transportasi kontingen juga telah dipastikan. Senny Marbun menegaskan bahwa seluruh delegasi Indonesia akan terbang menuju Jepang menggunakan pesawat carter yang disediakan langsung oleh Pemerintah Indonesia. Keputusan ini menjamin kenyamanan perjalanan lintas benua bagi atlet disabilitas yang membutuhkan penanganan khusus selama penerbangan jarak jauh.

Dalam kesempatan yang sama, Senny menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir atas perhatian konsisten terhadap kebutuhan atlet disabilitas. Ia menilai bahwa dukungan politik tingkat tinggi tersebut menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang memungkinkan kontingen Indonesia tampil optimal di arena internasional.

Konteks Kompetisi: Skala dan Signifikansi Aichi-Nagoya 2026

Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya dijadwalkan berlangsung dari 18 hingga 24 Oktober 2026. Ajang ini merupakan edisi yang mempertemukan 45 negara anggota Asian Paralympic Committee dalam persaingan di 18 cabang olahraga. Total ratusan medali emas akan diperebutkan, menjadikan turnamen ini salah satu panggung terbesar bagi atlet paralimpik Asia.

Bagi Indonesia, partisipasi dalam ajang ini bukan hanya soal perolehan medali. Defile upacara pembukaan menjadi momen pertama di mana identitas visual sebuah negara dipertontonkan secara global. Seragam yang dirancang Ivan Gunawan akan menjadi simbol pembuka narasi Indonesia di hadapan jutaan penonton televisi dan hadirin stadion. Dalam konteks tersebut, pilihan desainer, proses pengukuran, hingga koordinasi logistik bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari strategi representasi nasional di panggung olahraga disabilitas terbesar Asia.

Para atlet Indonesia yang akan berlaga di Aichi-Nagoya membawa beban ganda: prestasi di lintasan, lapangan, atau kolam, sekaligus kebanggaan sebagai duta visual negaranya. Seragam defile yang mereka kenakan pada malam pembukaan menjadi pernyataan pertama sebelum satu pun kompetisi dimulai. Di situlah letak bobot sesungguhnya dari keputusan yang diambil Ivan Gunawan dan timnya di ruang kerja, di ruang ukur Solo, dan di ruang koordinasi di Jepang.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ivan Gunawan Rancang Seragam Kontingen Indonesia?

Ivan Gunawan Rancang Seragam Kontingen Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ivan Gunawan Rancang Seragam Kontingen Indonesia matter?

Ivan Gunawan Rancang Seragam Kontingen Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.