Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pengaruh Cruyff di Balik Keputusan Xavi Latih Timnas Belanda

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Michael Gonzalez - beritabaru1.com

Foto : Michael Gonzalez - beritabaru1.com

Xavi Hernandez Resmi Mengemban Tugas Pelatih Timnas Belanda

Beritabaru1.com – Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) secara resmi mengumumkan penunjukan Xavi Hernandez sebagai pelatih baru tim nasional Oranje. Keputusan ini menandai berakhirnya masa tunggu selama empat dekade lebih bagi Belanda untuk kembali memiliki pelatih non-nasional. Pengumuman tersebut disampaikan pada hari Rabu lalu.

Legenda Barcelona dan timnas Spanyol ini menandatangani kesepakatan berdurasi empat tahun. Kontrak tersebut mencakup misi kualifikasi menuju Piala Eropa 2028 serta Piala Dunia 2030. Sebelumnya, Xavi terakhir kali memimpin Barcelona sebagai pelatih kepala hingga ia memutuskan hengkang dari Camp Nou pada tahun 2024. Sejak saat itu, ia belum kembali ke posisi manajerial.

Kedekatan Filosofis dengan Sepak Bola Belanda

Mantan gelandang berusia 46 tahun ini merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan sepak bola Belanda. Sebagai alumni akademi Barcelona, ia banyak menyerap filosofi yang dikembangkan oleh Johan Cruyff dan Rinus Michels. Xavi menjelaskan bahwa latar belakang pendidikannya di Barcelona memberinya perspektif unik.

Sebagai seseorang yang mendapat pendidikan di akademi Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda.

Anda bisa mengatakan bahwa saya sedikit banyak merupakan anak dari sepak bola Belanda.

Pernyataan tersebut dikutip dari AFP. Xavi juga mengakui bahwa Louis van Gaal dan Frank Rijkaard merupakan dua sosok pelatih yang sangat memengaruhi perjalanan kariernya. Van Gaal bahkan menjadi pelatih yang memberinya kesempatan debut di tim utama Barcelona.

Konteks Penunjukan dan Pertandingan Pertama

Koeman meninggalkan posisinya setelah periode kedua berakhir dengan kekalahan melalui adu penalti dari Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia. Sebelumnya, Arne Slot yang pernah melatih Liverpool dikabarkan sempat berdiskusi dengan federasi Belanda, namun akhirnya memilih bertahan di level klub.

Pertandingan perdana Xavi bersama Oranje dijadwalkan pada 24 September. Tim akan menghadapi Jerman dalam laga Nations League yang diselenggarakan di Johan Cruyff Arena, Amsterdam. Penunjukan ini juga menandai Belanda memiliki pelatih asing untuk pertama kalinya sejak Ernst Happel dari Austria menangani mereka pada era 1970-an. Happel berhasil membawa Belanda mencapai final Piala Dunia 1978 sebelum akhirnya dikalahkan Argentina.

Filosofi dan Pengalaman yang Membawa Xavi ke Belanda

Xavi menyebutkan bahwa filosofi sepak bola Belanda menjadi salah satu faktor utama yang menariknya menerima tawaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa Belanda memiliki tradisi kaya dengan visi yang selaras dengan keyakinannya.

Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang sangat menarik bagi saya, yakni sepak bola menyerang berbasis penguasaan bola, kreativitas, semangat, dan keyakinan.

Sebagai pelatih, Xavi memulai kariernya bersama klub Qatar, Al Sadd, setelah pensiun dari dunia persepakbolaan sebagai pemain. Ia kemudian kembali ke Barcelona dan berhasil membawa klub tersebut meraih gelar La Liga pada musim 2023. Namun, pada akhir musim berikutnya, ia dipecat dan digantikan oleh Hansi Flick.

Saat masih aktif bermain, Xavi meraih empat trofi Liga Champions bersama Barcelona. Ia juga menempati posisi kedua dalam daftar penampilan terbanyak sepanjang sejarah klub, hanya di bawah Lionel Messi. Direktur sepak bola Belanda, Nigel de Jong, menilai bahwa pengalaman Xavi sebagai pemain dan pelatih menjadi modal berharga untuk menangani Oranje.

Sebagai pemain, Xavi telah mengalami dan memenangkan segalanya, termasuk Piala Dunia, berbagai gelar domestik, dan Liga Champions.

Sebagai pelatih, ia dibentuk oleh pengalaman bekerja bersama pelatih-pelatih top dengan visi sepak bola yang sangat sesuai dengan cara kami ingin bermain.

Belanda masih berusaha mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi juara di pentas internasional. Mereka telah tiga kali kalah di final Piala Dunia, rekor terbanyak di antara negara yang belum pernah mengangkat trofi tersebut. Satu-satunya gelar utama Belanda diraih pada Piala Eropa 1988. Sejak saat itu, mereka empat kali tersingkir di semifinal Piala Eropa, termasuk ketika dikalahkan Inggris dua tahun lalu.

Xavi pernah menjadi bagian penting dari generasi emas Spanyol yang mengakhiri penantian panjang negara tersebut di pentas internasional. Bersama La Roja, ia meraih Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012. Kini, Xavi mendapat kesempatan membawa pengaruh tersebut ke bangku pelatih Belanda.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pengaruh Cruyff di Balik Keputusan Xavi?

Pengaruh Cruyff di Balik Keputusan Xavi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pengaruh Cruyff di Balik Keputusan Xavi matter?

Pengaruh Cruyff di Balik Keputusan Xavi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.