Beritabaru1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

NASA Bantah Hoaks Bumi Kehilangan Gravitasi pada 12 Agustus 2026

Published Agustus 12, 2026 · Updated Agustus 12, 2026 · By Michael Jones - beritabaru1.com

Foto : Michael Jones - beritabaru1.com

NASA Bantah Hoaks Bumi Kehilangan Gravitasi pada 12 Agustus 2026

Beritabaru1.com – Kabar yang beredar luas di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi resmi. NASA Bantah Hoaks Bumi Kehilangan gravitasi yang diklaim akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Badan antariksa Amerika Serikat ini kembali menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Isu ini sempat viral setelah dikaitkan dengan teori konspirasi yang menyebut adanya proyek rahasia bernama Project Anchor. Banyak masyarakat yang mulai khawatir dengan kemungkinan fenomena misterius tersebut.

Penjelasan Ilmiah dari NASA

Karen Fox, komunikator sains senior NASA, memberikan penjelasan mendalam mengenai fenomena ini. Menurutnya, teori konspirasi semacam ini memang sering muncul kembali setiap tahunnya. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (12/8), NASA menegaskan bahwa hilangnya gravitasi secara global adalah hal yang mustahil secara ilmiah.

"Bumi tidak akan kehilangan gravitasi pada hari Rabu. Gravitasi Bumi, atau total gaya gravitasi, ditentukan oleh massanya," tulis pernyataan NASA.

NASA juga menambahkan bahwa satu-satunya cara bagi Bumi untuk kehilangan gravitasi adalah jika seluruh sistem Bumi—yang mencakup gabungan massa inti, mantel, kerak, samudra, air daratan, dan atmosfer—kehilangan massanya. Kondisi ini jelas tidak mungkin terjadi dalam waktu singkat.

Akar Rumor dan Verifikasi Fakta

Klaim ini mulai mendapatkan momentum di media sosial menjelang tanggal 12 Agustus. Berdasarkan laporan dari lembaga pemeriksa fakta Snopes pada Januari lalu, rumor ini bermula dari klaim adanya dokumen rahasia NASA yang bocor pada November 2024. Narasi hoaks tersebut memperingatkan bahwa Bumi akan mengalami anomali gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026.

Snopes menetapkan klaim ini sebagai berita bohong (false), karena tidak ditemukan bukti kredibel mengenai keberadaan proyek tersebut. Beberapa unggahan di Instagram bahkan menambahkan detail dramatis, seperti anggaran proyek sebesar US$89 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun. Klaim lainnya menyatakan bahwa hanya pejabat tertentu yang akan dilindungi di bunker bawah tanah.

Kaitan dengan Fenomena Astronomi

Munculnya kembali hoaks ini bertepatan dengan fenomena astronomi penting, yakni Gerhana Matahari Total. Jalur gerhana ini melintasi Greenland, Islandia, Rusia utara, Samudra Atlantik, Spanyol, dan sebagian kecil Portugal. NASA menegaskan bahwa fenomena gerhana matahari tidak memiliki dampak luar biasa terhadap gravitasi Bumi.

Meskipun tarikan gravitasi Matahari dan Bulan memengaruhi gaya pasang surut air laut, hal tersebut tidak mengubah total gravitasi planet ini.

"Daya tarik gravitasi Matahari dan Bulan pada Bumi sudah dipahami dengan baik dan dapat diprediksi puluhan tahun sebelumnya," tambah pernyataan NASA untuk meredam kekhawatiran publik.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Hoaks Gravitasi

Apa itu Project Anchor? Project Anchor adalah nama proyek rahasia yang diklaim dalam hoaks sebagai penyebab hilangnya gravitasi Bumi. Namun, NASA tidak pernah mengakui keberadaan proyek ini secara resmi.

Berapa lama Bumi akan kehilangan gravitasi menurut hoaks? Menurut klaim hoaks, Bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026. Namun, ini tidak sesuai dengan prinsip fisika dasar.

Apakah hoaks ini sudah pernah terjadi sebelumnya? Ya, teori konspirasi serupa pernah muncul beberapa tahun lalu dan selalu terbukti tidak benar setelah diverifikasi oleh para ahli.

Bagaimana cara memverifikasi informasi tentang hoaks? Anda dapat memeriksa situs resmi NASA atau lembaga pemeriksa fakta terpercaya seperti Snopes untuk memastikan keakuratan informasi.

Dengan penjelasan lengkap dari NASA, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir berlebihan. NASA Bantah Hoaks Bumi Kehilangan gravitasi secara tegas dan memberikan dasar ilmiah yang kuat. Informasi yang akurat akan membantu mencegah penyebaran kepanikan yang tidak perlu di masyarakat.

Related Reading