Sepak Bola

PSIM Yogyakarta Promosikan Kiper 16 Tahun Athaullah Daib ke Skuad Utama

1786567420_743d0f3d715941e4d857
Foto : Emily Davis - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. PSIM Yogyakarta Resmi Naikkan Kiper Remaja 16 Tahun ke Tim Utama
  2. Related Reading

PSIM Yogyakarta Resmi Naikkan Kiper Remaja 16 Tahun ke Tim Utama

Beritabaru1.com – Klub sepak bola legendaris Yogyakarta, PSIM Yogyakarta, telah mengambil langkah strategis dalam program pengembangan bakat muda. Melalui promosi resmi, PSIM Yogyakarta Promosikan Kiper 16 Tahun, Athaullah Daib, ke dalam skuad utama tim. Langkah ini menandai babak baru dalam sejarah pembinaan pemain muda di klub yang dikenal dengan julukan Laskar Mataram. Pemain berusia 16 tahun ini akan bergabung bersama para senior untuk menghadapi tantangan kompetisi pada musim 2026/2027 mendatang.

Keputusan untuk mengangkat pemain muda ke tim utama bukan tanpa alasan. PSIM Yogyakarta telah melakukan pemantauan intensif terhadap performa Athaullah selama beberapa waktu terakhir. Komitmen klub dalam mengembangkan talenta lokal dari akademi mereka sendiri semakin terlihat jelas melalui langkah ini. Dengan demikian, PSIM Yogyakarta Promosikan Kiper 16 Tahun menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan usia muda di klub berjalan dengan baik.

Rekomendasi Tim Pelatih dan Performa Impresif

Pelatih kepala asal Belanda, Jean-Paul van Gastel, menyambut positif keputusan untuk mengangkat Athaullah ke skuad utama. Menurut Van Gastel, promosi ini didasarkan pada penampilan luar biasa yang ditunjukkan pemain muda tersebut selama masa pemantauan. Kolaborasi antar tim pelatih memberikan keyakinan kuat bahwa Athaullah memiliki masa depan yang cerah di dunia sepak bola profesional.

Sebelum menembus skuad utama, Athaullah telah menjadi pilar penting di posisi penjaga gawang untuk skuad Elite Pro Academy (EPA) U-16 PSIM Yogyakarta pada musim 2025/2026. Bakatnya tidak luput dari pengamatan tim pelatih senior yang kemudian memberikan rekomendasi khusus. Selama masa observasi, pemain ini mendapatkan porsi latihan khusus di bawah arahan pelatih kiper PSIM, Mario Capece.

Latihan intensif yang dilakukan Athaullah bersama tim senior memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda ini. Ia belajar banyak tentang taktik permainan, mentalitas kompetisi, serta cara beradaptasi dengan lingkungan sepak bola profesional. Semua persiapan ini menjadi fondasi kuat bagi kemampuannya untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Perasaan Sang Pemain dan Harapan ke Depan

Bagi Athaullah Daib, promosi ini bukan sekadar kenaikan jenjang karier, melainkan perwujudan dari mimpi masa kecilnya. Pemain kelahiran 9 April 2010 ini mengaku sangat bangga bisa dipercaya masuk ke tim senior PSIM Yogyakarta di usia yang sangat belia. Athaullah, yang saat ini masih tercatat sebagai pelajar kelas sebelas di SMA Negeri 2 Playen, memandang kesempatan ini sebagai buah dari kerja kerasnya selama menimba ilmu di akademi Laskar Mataram.

“Dahulu hal ini selalu terbawa ke dalam mimpi. Saya sering bermimpi bisa bermain di tim senior, dan alhamdulillah sekarang mimpi tersebut sudah menjadi kenyataan,” ungkap Athaullah dengan penuh syukur.

Pernyataan ini mencerminkan rasa terima kasih pemain muda terhadap semua dukungan yang diberikan selama ini. Ia juga berjanji akan terus meningkatkan kemampuan agar bisa memberikan kontribusi maksimal bagi PSIM Yogyakarta di masa depan.

Kata Pelatih dan Sinyal Positif untuk Masa Depan

Van Gastel mengungkapkan bahwa kolaborasi tim pelatih dalam memantau perkembangan Athaullah membuahkan keyakinan bahwa sang pemain memiliki masa depan cerah. Keputusan untuk mempertahankannya dalam skuad utama merupakan langkah strategis untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Tim pelatih merekomendasikannya kepada kami. Kemudian, Mario (Capece) melatihnya secara khusus dan saya sempat memantau beberapa kali. Saya melihat anak ini memiliki potensi yang sangat besar,” tambah pelatih asal Belanda tersebut.

Pelatih kepala PSIM Yogyakarta juga menambahkan pandangannya tentang pemain muda ini. Menurutnya, kemampuan teknis dan mentalitas Athaullah menunjukkan bahwa ia layak mendapatkan kesempatan di tim utama.

“Saya sangat senang bekerja dengan talenta-talenta muda. Kami mengundang anak ini berlatih bersama kami karena ia baru berusia 16 tahun dan performanya cukup baik. Jadi, kami memutuskan untuk mempertahankannya dan mencoba mengembangkan potensinya,” ujar Van Gastel sebagaimana dikutip dari laman resmi klub, Kamis (13/8).

Promosi Athaullah Daib diharapkan menjadi motivasi bagi para pemain muda lainnya di akademi PSIM Yogyakarta. Van Gastel menilai langkah ini merupakan sinyal positif bagi klub terkait kesinambungan pembinaan usia muda yang mulai membuahkan hasil nyata untuk tim utama.

Frequently Asked Questions

Berapa usia Athaullah Daib saat dipromosikan ke skuad utama? Athaullah Daib berusia 16 tahun saat dipromosikan ke skuad utama PSIM Yogyakarta. Ia lahir pada 9 April 2010.

Apa posisi Athaullah di dalam tim? Athaullah bermain sebagai penjaga gawang. Ia sebelumnya menjadi pemain utama untuk skuad EPA U-16 PSIM Yogyakarta.

Kapan promosi ini diumumkan secara resmi? Promosi Athaullah Daib diumumkan pada hari Kamis, 13 Agustus 2026, sesuai dengan keterangan dari laman resmi klub.

Apakah Athaullah masih bersekolah saat bergabung dengan tim utama? Ya, Athaullah masih tercatat sebagai pelajar kelas sebelas di SMA Negeri 2 Playen, Yogyakarta.

Siapa pelatih kiper yang melatih Athaullah secara khusus? Pelatih kiper PSIM Yogyakarta, Mario Capece, yang melatih Athaullah secara khusus selama masa observasi sebelum promosi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan PSIM Yogyakarta dan berita sepak bola lainnya, Anda dapat mengunjungi [halaman sepak bola Media Indonesia](https://mediaindonesia.com/sepak-bola/).

Leave a Comment