Nusantara

Korban Gempa Flores di Desa Terpencil Menanti Bantuan, Warga Bertahan dengan Swadaya

1787203297_ef3660a79a7af8efabdd
Foto : Nancy Brown - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Gempa Flores: Warga Desa Terpencil Masih Menanti Bantuan
  2. Related Reading

Gempa Flores: Warga Desa Terpencil Masih Menanti Bantuan

Beritabaru1.com – Aliran logistik dari pemerintah pusat maupun organisasi kemanusiaan sudah mulai mengalir ke sejumlah titik terdampak gempa di Flores. Namun, bagi korban gempa Flores di desa-desa terpencil yang terletak di punggung pegunungan, bantuan itu belum menyentuh mereka. Jarak, medan terjal, dan jalur yang tertutup longsor membuat distribusi terhenti jauh sebelum mencapai komunitas paling rentan.

Desa Sisir: Bertahan dengan Tenda Mandiri Tanpa Dukungan Eksternal

Di Desa Sisir, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, puluhan keluarga masih tidur di bawah tenda darurat yang mereka dirikan sendiri. Tidak ada satu pun kiriman sembako, obat, atau perlengkapan pengungsian yang tiba hingga saat pelaporan ini. Informasi tersebut disampaikan Aldo Meze, mahasiswa program KKN bertema Pencegahan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, yang berada di lokasi bersama 32 rekan seangkatannya.

“Sampai dengan detik ini, belum ada bantuan yang datang ke sini (Desa Sisir). Masyarakat sampai dengan saat ini belum bisa ke mana-mana, belum bisa beraktivitas dengan normal, karena masih trauma dan takut dengan banyaknya gempa susulan.”

Skala kerusakan di desa itu cukup berat. Sekitar 50 unit rumah dilaporkan roboh total atau rusak parah, sementara kurang lebih 60 bangunan lain mengalami retak-retak akibat guncangan berulang. Di antara pengungsi, kelompok paling rentan mendominasi: bayi, balita, lansia, dan sekitar 10 ibu hamil. Untuk makan sehari-hari, warga saling berbagi makanan seadanya yang tersisa.

“Untuk makan, warga makanan seadanya. Kami harap mungkin ada bantuan-bantuan seperti sembako, makanan siap saji, dan juga susu untuk anak bayi balita.”

Aldo menegaskan bahwa jalur distribusi tidak boleh berhenti di pos pengungsian utama. Ia meminta agar kiriman diarahkan langsung ke Desa Sisir, terutama untuk bayi berumur enam bulan hingga dua tahun serta ibu-ibu hamil yang membutuhkan perhatian medis segera.

“Ini lebih banyaknya itu anak yang umur enam bulan sampai dengan umur dua tahun. Itu yang mungkin sangat butuh perhatian dan juga ibu hamil. Untuk bantuan itu kami mohon sekali, kalaupun ada, mungkin bisa disalurkan di Desa Sisir.”

Desa Pong Lengor: 278 Rumah Rusak, 1.453 Jiwa Menunggu

Skala kerusakan jauh lebih luas tercatat di Desa Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Pemerintah desa mendata 278 rumah rusak yang terbagi menjadi 144 rusak berat, 57 rusak sedang, dan 77 rusak ringan. Total 1.453 jiwa dari 381 kepala keluarga terdampak langsung dan sebagian besar masih bertahan di tenda darurat atau halaman rumah.

Lukas Nabas, aparat desa setempat, menjelaskan keterbatasan peran mereka di lapangan.

“Kami di lapangan hanya mampu mendata, mencatat, mendokumentasikan, dan melaporkan. Kami tidak memiliki kewenangan untuk menjanjikan bantuan. Yang kami punya hanyalah data, fakta, dan harapan.”

Jalur Tertutup dan Penembusan Wilayah oleh Personel Polda

Kondisi geografis Flores memperparah keterlambatan. Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengungkapkan bahwa longsor sempat mengisolasi sejumlah kecamatan. Setelah jalur berhasil dibuka, tim langsung bergerak menyalurkan logistik. Salah satu titik yang berhasil ditembusi adalah Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, di mana petugas menemukan warga yang sangat membutuhkan dan segera menyerahkan makanan, minuman, serta obat-obatan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Desa

Apakah bantuan sudah tiba di Desa Sisir? Berdasarkan laporan di lapangan, hingga waktu pelaporan belum ada satu pun kiriman bantuan yang diterima warga Desa Sisir. Distribusi masih terhambat oleh medan dan akses jalan.

Bagaimana kondisi pengungsi di Desa Pong Lengor? Sebanyak 1.453 jiwa dari 381 kepala keluarga terdampak. Sebagian besar masih bertahan di tenda darurat atau halaman rumah sambil menunggu kedatangan logistik dari pemerintah.

Apa saja kebutuhan paling mendesak di lokasi? Sembako, makanan siap saji, susu untuk bayi dan balita, obat-obatan, air minum, serta perlengkapan pengungsian dasar. Kelompok paling rentan—bayi, balita, lansia, dan ibu hamil—memerlukan perhatian prioritas.

Apakah jalur menuju desa-desa terpencil sudah terbuka? Sebagian jalur yang sebelumnya tertutup longsor telah berhasil dibuka oleh personel Polda NTT. Namun, keterjangkauan geografis masih menjadi kendala utama bagi distribusi ke titik-titik paling terpencil.

Warga di pelosok Flores tidak meminta janji atau pernyataan resmi. Yang mereka butuhkan sederhana: bantuan yang benar-benar tiba di tempat mereka bertahan, sebelum malam berikutnya datang tanpa makanan, tanpa obat, dan tanpa kepastian.

Leave a Comment