Ekonomi

Perak Jadi Primadona Baru di Tengah Reli Logam Mulia 2026

1786574506_003f5801ffcaa6ea1d7f
Foto : Matthew Martin - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Perak Mengukuhkan Posisi sebagai Aset Unggulan di Era Reli Logam Mulia 2026
  2. Related Reading

Perak Mengukuhkan Posisi sebagai Aset Unggulan di Era Reli Logam Mulia 2026

Beritabaru1.com – Di tengah gelombang kenaikan harga logam mulia yang masih berlanjut, instrumen perak atau XAG/USD mulai menarik minat besar dari para pelaku pasar keuangan. Menurut analisis dari JustMarkets, perak kini telah bertransformasi dari sekadar pelengkap emas menjadi aset dengan faktor fundamental yang kuat serta karakter pergerakan harga yang unik. Hal ini menjadikan perak layak untuk diamati secara terpisah oleh para trader maupun investor yang ingin diversifikasi portofolio mereka.

Data dari TradingEconomics menunjukkan lonjakan signifikan pada harga perak dunia, yakni mencapai sekitar 69% secara tahunan. Momentum ini semakin terlihat jelas pada pekan pertama Agustus 2026, ketika harga perak sempat menguat lebih dari 10%. Angka ini jauh melampaui kenaikan emas yang hanya tercatat sekitar 30% pada periode yang sama. Peningkatan ini mencerminkan sentimen positif pasar terhadap komoditas industri sekaligus safe haven.

Tren positif tersebut juga merembet ke pasar domestik Indonesia. Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, harga perak batangan Antam mengalami kenaikan dari Rp39.450 menjadi Rp44.100 per gram dalam waktu kurang dari dua pekan. Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor fundamental yang kuat, termasuk permintaan industri yang meningkat dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat.

Defisit Pasokan Global Mendorong Harga Perak

Laporan World Silver Survey 2026 yang diterbitkan oleh Silver Institute bersama Metals Focus mengungkap bahwa pasar perak global telah mencatat defisit pasokan selama lima tahun berturut-turut hingga tahun 2025. Kondisi ini diproyeksikan akan berlanjut pada 2026, yang menandai tahun keenam berturut-turut terjadi defisit dengan potensi kekurangan mencapai 46,3 juta ounce. Defisit struktural ini menjadi katalis utama bagi kenaikan harga perak dalam jangka menengah hingga panjang.

Niyas Yessengarayev, Regional Marketing Team Lead (APAC) JustMarkets, menjelaskan bahwa perak saat ini berada pada persimpangan yang jarang terjadi. Ia menyampaikan:

“Permintaan investasi yang kuat bertemu dengan defisit pasokan struktural. Bagi trader, kombinasi ini menciptakan dinamika harga yang menarik karena perak cenderung memiliki pergerakan yang lebih besar dibandingkan emas dalam jangka pendek maupun menengah,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai aset safe haven, perak juga memegang peran vital dalam industri teknologi masa depan. Penggunaannya mencakup panel surya, kendaraan listrik, hingga infrastruktur pusat data AI. Karakter ganda inilah yang membuat perak bergerak mengikuti sentimen ekonomi geopolitik sekaligus data manufaktur global. Permintaan sektor teknologi diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan transisi energi global.

Strategi Kombinasi Emas dan Perak

Meskipun menunjukkan momentum yang tajam, JustMarkets menekankan bahwa emas tetap menjadi acuan utama atau benchmark bagi tren makroekonomi jangka panjang. Hal ini terutama terkait dengan kebijakan suku bunga The Fed dan inflasi AS. Namun, penurunan rasio emas/perak ke kisaran 68–69 pada awal Agustus menunjukkan bahwa perak masih memiliki ruang untuk mengejar ketertinggalan nilai atau undervalued dibandingkan emas. Posisi ini memperkuat narasi bahwa perak bisa menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari potensi capital gain lebih tinggi.

JustMarkets menyarankan strategi kombinasi alih-alih memilih salah satu logam. Dengan volatilitas harian yang lebih tinggi, perak menawarkan peluang keuntungan yang besar namun memerlukan manajemen risiko yang lebih ketat bagi trader ritel. Yessengarayev menambahkan:

“Rekomendasi kami bukan perak menggantikan emas, melainkan perak melengkapi emas. Trader yang hanya fokus pada satu logam berisiko kehilangan separuh gambaran pasar,” tambah Yessengarayev.

Melalui layanan CFD XAU/USD dan XAG/USD, JustMarkets memberikan fleksibilitas bagi trader untuk memindahkan eksposur sesuai dengan perubahan kondisi pasar terkini secara real-time. Pendekatan ini memungkinkan investor untuk memanfaatkan volatilitas perak tanpa harus keluar dari posisi emas yang sudah dimiliki.

Frequently Asked Questions

Berapa proyeksi harga perak untuk akhir 2026? Berdasarkan tren defisit pasokan dan permintaan industri yang meningkat, banyak analis memproyeksikan harga perak dapat melanjutkan kenaikan hingga mencapai level tertinggi baru dalam beberapa tahun ke depan.

Apakah perak lebih volatil dibandingkan emas? Ya, perak secara historis memiliki volatilitas yang lebih tinggi daripada emas. Hal ini berarti potensi keuntungan lebih besar, namun juga risiko kerugian yang lebih signifikan dalam jangka pendek.

Bagaimana cara terbaik untuk berinvestasi di perak? Investor dapat memilih antara membeli batangan perak fisik, melalui CFD, atau melalui reksa dana yang berfokus pada komoditas logam mulia. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Apakah defisit pasokan perak akan berlanjut setelah 2026? Menurut proyeksi Silver Institute, defisit pasokan diprediksi akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan, didukung oleh pertumbuhan permintaan dari sektor teknologi dan energi terbarukan.

Leave a Comment