Ekonomi

Swasembada Garam dan Produksi Tambak Udang Digenjot, Ekonomi makin Tumbuh

Petani memanen garam saat panen raya di area tambak garam rakyat Desa Kedungmutih, Wedung, Demak, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026)
Foto : Mark Brown - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Swasembada Garam dan Produksi Tambak: Strategi Pertumbuhan Ekonomi Kelautan Indonesia
  2. Related Reading

Swasembada Garam dan Produksi Tambak: Strategi Pertumbuhan Ekonomi Kelautan Indonesia

Beritabaru1.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai program strategis. Fokus utama meliputi pencapaian swasembada garam nasional, pengembangan kawasan tambak udang terintegrasi, serta revitalisasi tambak di sepanjang Pantai Utara (Pantura). Langkah-langkah ini dirancang untuk meningkatkan kontribusi sektor maritim terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya kelautan yang sangat besar, namun masih menghadapi tantangan ketergantungan pada impor garam. Setiap tahun, kebutuhan garam nasional mencapai sekitar 5 juta ton, sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 2 juta ton. Kondisi ini menunjukkan adanya defisit yang perlu ditutup melalui peningkatan kapasitas produksi lokal.

Percepatan Swasembada Garam melalui K-SIGN

Salah satu inisiatif unggulan pemerintah adalah pembangunan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Trenggono menjelaskan bahwa wilayah ini memiliki karakteristik perairan yang mirip dengan kawasan produksi garam di Broome, Australia, yang telah terbukti mampu menghasilkan garam dalam skala besar. Pada tahap awal, pemerintah mengembangkan sekitar 2.000 hektare lahan dengan target produksi 400 ribu ton garam per tahun.

Kawasan K-SIGN memiliki potensi pengembangan hingga 12 ribu hektare yang diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 2 juta ton garam. Pengembangan ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga masyarakat lokal. Namun, produksi garam masyarakat masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi standar industri pangan dan farmasi yang memerlukan treatment khusus.

Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada PT Garam sebagai mitra strategis dalam pengelolaan K-SIGN. Sinergi antara pemerintah dan BUMN ini diharapkan dapat menghadirkan industri garam nasional yang semakin kompetitif di pasar global.

Modernisasi Tambak Udang untuk Ekspor

Selain program garam, pemerintah juga mendorong pengembangan tambak udang terintegrasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Saat ini, Indonesia merupakan eksportir udang terbesar keempat dunia dengan nilai ekspor hampir US$2 miliar per tahun. Untuk mendukung hal tersebut, KKP membangun model tambak udang modern di Kebumen, Jawa Tengah, dengan luas sekitar 60 hektare.

Kawasan tambak di Kebumen menggunakan teknologi modern dan didukung sumber input air yang memadai sesuai standar industri. Produktivitas yang ditargetkan melalui model ini mencapai sekitar 40 ton per hektare, sementara tambak yang telah beroperasi mampu mencapai produksi sekitar 30 ton per hektare. Peningkatan produktivitas ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri udang global.

“Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan garamnya sendiri,” tegas Trenggono dalam wawancara dengan Media Indonesia di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (12/8).

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Swasembada Garam dan Produksi Tambak

Berapa ton garam yang diimpor Indonesia setiap tahun? Indonesia masih mengimpor sekitar 2 juta hingga 3 juta ton garam untuk memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 5 juta ton per tahun.

Di mana lokasi K-SIGN dan berapa luas lahannya? K-SIGN berlokasi di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, dengan tahap pertama pengembangan sekitar 2.000 hektare dan potensi total hingga 12 ribu hektare.

Berapa nilai ekspor udang Indonesia per tahun? Nilai ekspor udang Indonesia mencapai hampir US$2 miliar per tahun, menjadikan Indonesia sebagai eksportir udang terbesar keempat dunia.

Berapa target produktivitas tambak udang modern di Kebumen? Tambak modern di Kebumen menargetkan produktivitas sekitar 40 ton per hektare, sementara tambak yang telah beroperasi mencapai sekitar 30 ton per hektare.

Dengan implementasi program-program ini, diharapkan swasembada garam dan produksi tambak dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat lokal akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi tersebut.

Leave a Comment