Nusantara

Usai Penutupan KKN Unhas, 12 Mahasiswa Kecelakaan di Bantaeng

1786671072_b64fabad0b2adf6bc351
Foto : Richard Moore - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Usai Penutupan KKN Unhas 12 Mahasiswa Terlibat Kecelakaan di Bantaeng
  2. Related Reading

Usai Penutupan KKN Unhas 12 Mahasiswa Terlibat Kecelakaan di Bantaeng

Beritabaru1.com – Usai Penutupan KKN Unhas 12 Mahasiswa menjadi sorotan publik setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang cukup serius. Insiden ini menimpa sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin (KKN Unhas) Gelombang 116 yang sedang melaksanakan tugas di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Peristiwa tidak menyenangkan ini terjadi tepat setelah mereka menghadiri acara penutupan program KKN yang juga dirangkai dengan kegiatan penghijauan serentak di kawasan Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong.

Rombongan mahasiswa yang berposko di Desa Kayu Loe mengalami kecelakaan tunggal pada Kamis (13/8) sekitar pukul 14.00 WITA. Kecelakaan ini tergolong cukup serius dan sempat viral di berbagai platform media sosial dengan beragam versi cerita yang beredar di masyarakat.

Kronologi Lengkap Kecelakaan dan Proses Evakuasi

Kepala Sub Direktorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Universitas Hasanuddin, Suleha Thamrin, menjelaskan situasi tersebut pada Jumat (14/8). Ia menyampaikan bahwa saat perjalanan kembali ke posko, sebuah mobil pick up terbuka yang membawa 12 mahasiswa dari Posko Kayu Loe mengalami masalah pada sistem remnya. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut mahasiswa tersebut tidak dapat berhenti dengan sempurna.

“Kabar kecelakaan ini sempat beredar di media sosial, dengan berbagai versi. Untuk meluruskan informasi agar tidak simpang-siur, kami ingin menjelaskannya,” seru Suleha Thamrin.

Mengingat rem kendaraan mengalami kegagalan total, pengemudi mengambil keputusan darurat untuk membenturkan mobil ke pohon di pinggir jalan. Akibat benturan tersebut, mobil terbalik dan berguling ke area jalan yang lebih rendah. Peristiwa ini terjadi di wilayah perbatasan antara Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe, yang merupakan jalur utama menuju posko mahasiswa.

Putri F. Nurdin, Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng, yang berada di dekat lokasi segera bergerak menuju tempat kejadian. Ia langsung menghubungi Public Savety Center (PSC) untuk meminta bantuan medis. Dalam waktu sekitar 10 menit, Tim Medis dari PSC Cabang Loka tiba dan memberikan penanganan awal sembari menunggu kedatangan ambulans untuk evakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Kondisi Para Korban dan Penanganan Medis di Rumah Sakit

Seluruh mahasiswa yang terlibat dievakuasi ke RS Anwar Makkatutu di Bantaeng dan langsung mendapatkan perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD). Berdasarkan laporan yang diterima, kondisi para korban terus menunjukkan perbaikan yang signifikan sejak penanganan awal.

Sebanyak lima orang dinyatakan sehat dan stabil, sementara empat lainnya mengalami cedera ringan. Tiga mahasiswa lainnya memerlukan observasi lebih lanjut termasuk pemeriksaan foto x-ray. Hasil pemeriksaan menunjukkan dua orang mengalami keseleo pada kaki, dan satu orang terindikasi mengalami fraktur di bagian paha. Semua korban mendapatkan perawatan yang memadai dari tim medis rumah sakit.

Pada pukul 21.45 WITA, Putri F. Nurdin yang mendampingi korban sejak siang hari menyampaikan update perkembangan. Sebanyak sepuluh mahasiswa telah mendapat izin untuk pulang pada malam itu juga. Dua mahasiswa lainnya sebenarnya sudah diperbolehkan pulang, namun Putri meminta agar mereka tetap beristirahat di rumah sakit karena sedang tertidur lelap. Ia akan menjemput keduanya saat perjalanan kembali ke Makassar pada hari berikutnya.

Suleha Thamrin menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari DPK KKN di lapangan. Ia berharap para mahasiswa tetap berhati-hati dalam menjalani aktivitas selama masa akhir KKN. Penutupan KKN Unhas Gelombang 116 dan penarikan mahasiswa dari berbagai lokasi berlangsung bertahap, dimulai dari Rabu, 12 Agustus 2026 hingga Sabtu, 15 Agustus 2026. Khusus untuk Kabupaten Bantaeng, proses penarikan mahasiswa dijadwalkan pada tanggal 14 Agustus 2026, bersamaan dengan penarikan dari lokasi Pinrang, Gowa, Maros, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Toraja Utara.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kecelakaan Mahasiswa KKN Unhas

Berapa jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kecelakaan tersebut? Sebanyak 12 mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 yang berposko di Desa Kayu Loe terlibat dalam kecelakaan tunggal menggunakan mobil pick up terbuka.

Kapan dan di mana kecelakaan ini terjadi? Kecelakaan terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WITA di wilayah perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng.

Apa penyebab utama kecelakaan ini? Penyebab utamanya adalah kegagalan sistem rem pada mobil pick up yang digunakan untuk mengangkut mahasiswa saat perjalanan kembali dari acara penutupan KKN.

Bagaimana kondisi kesehatan para korban setelah kecelakaan? Lima mahasiswa dinyatakan sehat dan stabil, empat mengalami cedera ringan, dan tiga lainnya memerlukan observasi lebih lanjut termasuk dua keseleo kaki dan satu fraktur paha.

Kapan jadwal penarikan mahasiswa KKN Unhas dari Bantaeng? Proses penarikan mahasiswa dari Kabupaten Bantaeng dijadwalkan pada tanggal 14 Agustus 2026, bersamaan dengan penarikan dari beberapa lokasi lain di Sulawesi Selatan.

Leave a Comment