Pelabuhan Teluk Bayur dan Panjang Catat Lonjakan Arus Peti Kemas Selama 2026
Pelabuhan Teluk Bayur dan Panjang Catat Lonjakan Arus Peti Kemas 2026
Beritabaru1.com – Pelabuhan Teluk Bayur dan Panjang kembali menunjukkan performa luar biasa dalam menggerakkan ekonomi maritim nasional. Terminal Teluk Bayur memimpin lonjakan volume peti kemas pada Juli 2026 dengan capaian pertumbuhan 30,8 persen. Disusul oleh Terminal Panjang yang mencatatkan kenaikan 29,1 persen. Sementara itu, Terminal Tanjung Priok dan Terminal Jambi masing-masing tumbuh 15,2 persen dan 6 persen.
Performa Juli 2026 Mendorong Pertumbuhan Kumulatif
Performa solid bulan Juli tersebut menjadi pendorong utama peningkatan kinerja kumulatif IPC TPK sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini. Arus peti kemas pada Juli 2026 mencapai 353.465 TEUs, naik signifikan dari 310.846 TEUs yang tercatat pada Juli 2025. Pertumbuhan tahunan pada bulan tersebut mencapai 13,7 persen.
Secara keseluruhan, PT IPC Terminal Petikemas sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) berhasil menembus angka 2.171.202 TEUs selama periode Januari hingga Juli 2026. Angka ini melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.009.185 TEUs. Pertumbuhan kumulatif ini mencapai 8 persen secara year-on-year.
Strategi Jangka Panjang untuk Rantai Pasok Nasional
Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, menjelaskan bahwa hasil positif ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mempertahankan keunggulan operasional. Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang semakin kuat dengan para pengguna jasa.
“Capaian positif ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan IPC TPK dalam menjaga operational excellence serta memperkuat sinergi dengan para pengguna jasa,” ujar Daniel di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
IPC TPK saat ini mengelola enam wilayah area kerja yang tersebar di berbagai provinsi. Enam terminal tersebut meliputi Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat, Pelabuhan Panjang di Lampung, Pelabuhan Palembang di Sumatera Selatan, Pelabuhan Teluk Bayur di Sumatera Barat, serta Pelabuhan Jambi di Jambi.
“Kami berharap pencapaian ini dapat terus menjadi pemicu semangat bagi seluruh tim IPC TPK untuk konsisten menjaga kualitas layanan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempertahankan tren kinerja positif,” pungkas Daniel.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, IPC TPK terus memfokuskan upaya percepatan pelayanan bongkar muat. Langkah ini bertujuan memastikan kelancaran rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri logistik Indonesia secara keseluruhan.
Frequently Asked Questions
Berapa total arus peti kemas IPC TPK hingga Juli 2026?
PT IPC Terminal Petikemas berhasil mencatatkan total 2.171.202 TEUs selama periode Januari hingga Juli 2026, melampaui capaian tahun sebelumnya sebesar 2.009.185 TEUs.
Terminal mana yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada Juli 2026?
Terminal Teluk Bayur memimpin dengan pertumbuhan 30,8 persen, diikuti oleh Terminal Panjang dengan kenaikan 29,1 persen.
Bagaimana dampak lonjakan peti kemas terhadap ekonomi regional?
Pertumbuhan arus peti kemas di Pelabuhan Teluk Bayur dan Panjang berkontribusi positif terhadap efisiensi rantai pasok dan daya saing industri logistik di Sumatera Barat dan Lampung.