Ekonomi

Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Gempa M 7,7 Flores

1786783708_a931142947a73347543c
Foto : Nancy Brown - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Koordinasi Penanganan Gempa M 7,7 di Flores Dimulai
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Koordinasi Penanganan Gempa M 7,7 di Flores Dimulai

Beritabaru1.com – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia berkolaborasi dengan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) untuk menjamin keamanan para pengunjung dan menyusun strategi tanggap darurat. Langkah ini diambil menyusul guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Mbay dan Nagekeo di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi, tanggal 15 Agustus, pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA.

Titik pusat gempa terletak pada kedalaman 15 kilometer dengan jarak 30 kilometer dari Mbay-Nagekeo. Guncangan utama ini kemudian memicu serangkaian gempa susulan yang terasa hingga ke Labuan Bajo dan kawasan sekitarnya. Data mencatat gempa berkekuatan M 6,2 pada pukul 06.13 WITA, diikuti M 4,5 pada pukul 06.22 WITA, serta M 5,6 pada pukul 06.37 WITA.

Keamanan Wisatawan Menjadi Prioritas Utama

Dalam penanganan bencana di kawasan destinasi super prioritas Floratama yang mencakup Flores, Alor, Lembata, dan Bima, keselamatan wisatawan ditetapkan sebagai fokus utama. Sebanyak 986 wisatawan yang sempat terjebak di Pulau Padar karena penutupan pelayaran sementara telah berhasil dipulangkan. Mereka tiba kembali dengan selamat di Labuan Bajo setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan pelayaran secara resmi.

Seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo dievakuasi menuju titik aman di luar gedung, termasuk kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Wisatawan yang sebelumnya dievakuasi ke Puncak Waringin dari Meurorah Hotel kini telah kembali ke tempat akomodasi masing-masing.

Infrastruktur dan Fasilitas Pariwisata

Operasional penerbangan di Bandara Komodo tetap berjalan normal dengan pembatasan setelah melalui proses pemeriksaan kelaikan teknis. Aktivitas pelayaran laut juga telah dibuka kembali secara bertahap. Untuk memprioritaskan keamanan dan prosedur keselamatan bersama, seluruh rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat, termasuk misa, konser, dan pameran UMKM, resmi dihentikan.

Hasil pemantauan sementara BPOLBF hingga pukul 13.45 WITA menunjukkan Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan yang roboh. Seluruh tamu dan karyawan dipastikan aman dan telah direlokasi ke hotel terdekat yang aman. Di Nagekeo, Hotel Papita Mbay dilaporkan mengalami kerusakan parah dan koordinasi lanjutan terus dilakukan.

Sedangkan di Hotel Ayana, Ta’aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah secara umum dalam kondisi aman dengan beberapa catatan retakan ringan atau minor. Jaringan listrik dan internet di sebagian besar akomodasi telah kembali beroperasi normal. Restoran La Moringga dan Escape Bajo di Manggarai Barat dilaporkan hanya mengalami kerusakan ringan dan beroperasi secara kondusif dengan seluruh staf serta pengunjung aman.

Tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk. Pemantauan fasilitas pendukung daya tarik wisata terus berjalan secara simultan.

Korban dan Dampak pada Fasilitas Umum

Gempa bumi juga berdampak pada fasilitas umum dan aksesibilitas di beberapa kabupaten sekitar. Dilaporkan telah terjadi tanah longsor dan tiang listrik roboh pada tiga jalur utama, yaitu jalur Lintas Labuan Bajo – Ruteng, Bajawa – Ende, Ruteng – Borong, serta Ende – Moni. Pelabuhan Maumere Sikka mengalami kerusakan fisik.

Beberapa fasilitas publik seperti Unika St. Paulus Ruteng, Gereja Paroki Karot, Gereja Borong, Kantor Camat Kuwus, dan fasilitas rawat jalan/UGD RSUD Ruteng mengalami kerusakan sedang. Pendataan sementara mencatat 4 korban jiwa meninggal dunia, dengan 1 orang di Terang-Manggarai Barat, 2 orang di Reo-Manggarai, dan 1 orang di Maumere-Sikka. Selain itu, terdapat 2 orang luka-luka di Maumere.

Balai Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah secara resmi mencabut Peringatan Dini Tsunami pada pukul 07.30 WIB atau 08.30 WITA. Kendati demikian, masyarakat dan wisatawan diimbau tetap waspada mengingat potensi gempa susulan masih berpeluang terjadi dalam 24 jam ke depan.

BPOLBF terus mengaktifkan posko koordinasi dan pengawasan langsung bersama BMKG, KSOP, Basarnas, BPBD, serta Pemda Manggarai Barat untuk memantau industri pariwisata serta memfasilitasi kebutuhan evakuasi wisatawan. Kementerian Pariwisata mengimbau seluruh pelaku usaha pariwisata, wisatawan lokal maupun mancanegara, serta masyarakat luas di wilayah Flores agar tetap tenang, tidak panik, dan selalu memperbarui informasi melalui saluran resmi BMKG, BPOLBF, dan instansi berwenang.

Frequently Asked Questions

What is Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan?

Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan matter?

Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment