Humaniora

Bangun Resiliensi, Suarakan Aspirasi: ORANGE FEM 2026 Siapkan Mahasiswa Baru Menjadi Agen Perubahan

1786801482_af4f0eb2b66575a65097
Foto : Richard Moore - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Orange FEM 2026: Bangun Resiliensi Suarakan Aspirasi
  2. Related Reading

Orange FEM 2026: Bangun Resiliensi Suarakan Aspirasi

Beritabaru1.com – Bangun Resiliensi Suarakan Aspirasi – Ratusan mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University mengikuti program Orange FEM 2026 sebagai pintu gerbang menuju kehidupan akademik di tingkat fakultas. Program pembekalan ini dirancang untuk mempersiapkan angkatan 62 agar mampu menghadapi berbagai tantangan perkuliahan sekaligus menjadi lulusan yang adaptif, kritis, dan kompetitif. Melalui serangkaian kegiatan yang mencakup penguatan karakter, diskusi kebangsaan, simulasi aksi, literasi finansial, hingga pengenalan jejaring alumni, mahasiswa dibekali keterampilan esensial untuk masa depan mereka.

Program ini menjadi momen penting bagi mahasiswa baru untuk memahami peran strategis mereka sebagai agen perubahan di tengah dinamika sosial dan ekonomi Indonesia. Dengan semangat Bangun Resiliensi Suarakan Aspirasi, Orange FEM 2026 tidak hanya mempersiapkan mahasiswa secara akademik, tetapi juga membentuk mentalitas yang tangguh dan kemampuan untuk menyuarakan kepentingan bersama.

Membangun Ketangguhan Diri Melalui Pengalaman

Rangkaian kegiatan diawali dengan Talkshow Build Resilience, Grow Stronger yang menghadirkan Niko Faiz Fahrezi sebagai narasumber utama. Sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama IPB University 2025 dan peraih Medali Emas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Niko berbagi cerita inspiratif yang dipandu oleh Ririn Hidayati. Sesi ini mengajak peserta memahami bahwa perjalanan akademik tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Niko menceritakan pengalamannya menghadapi berbagai penolakan saat bergabung dengan organisasi, kegagalan dalam kompetisi, serta fase kehilangan arah selama perkuliahan. Menurutnya, momen-momen sulit tersebut justru menjadi titik balik yang membentuk ketangguhan diri dan mendorong perkembangan berkelanjutan.

Kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Justru dari kegagalan kita belajar mengenal diri, memperbaiki proses, dan menemukan cara untuk menjadi lebih baik.

Niko juga menekankan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan privilese yang tidak dimiliki seluruh anak muda Indonesia. Mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta menjaga keseimbangan antara akademik, organisasi, dan kesehatan mental agar tidak terjebak dalam budaya toxic productivity.

Memperluas Perspektif Kebangsaan

Setelah sesi resiliensi, Orange FEM 2026 melanjutkan dengan Talkshow CERDAS BERAKSI: Understanding the Nation bersama Sadam Permana dan Virdian Aurellio. Kedua narasumber mengulas berbagai persoalan yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari ketimpangan pendidikan, korupsi, hingga kesenjangan sosial-ekonomi yang menjadi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Virdian menekankan peran penting mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang mampu mengawal perubahan sosial. Sementara itu, Sadam membagikan pengalamannya ketika mengunjungi Desa Batu Apung di Lombok, di mana ia melihat anak-anak harus bekerja membantu memenuhi kebutuhan keluarga di usia ketika mereka seharusnya menikmati pendidikan.

Perubahan itu seperti compound interest. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan dampak yang jauh lebih besar di masa depan.

Sadam menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kesempatan belajar di perguruan tinggi bukan hanya sebuah privilese, tetapi juga amanah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Kedua narasumber juga memperkenalkan konsep 5% Change Theory sebagai pengingat bahwa perubahan besar sering kali berawal dari sekelompok kecil orang yang memiliki keberanian untuk bergerak dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini.

Simulasi Aksi dan Refleksi Kebangsaan

Semangat perubahan tersebut kemudian diwujudkan melalui Simulasi Aksi, salah satu rangkaian yang menjadi pengalaman paling berkesan bagi mahasiswa baru. Berbeda dengan aksi penyampaian pendapat di ruang publik, simulasi ini dirancang sebagai media pembelajaran untuk melatih keberanian menyampaikan aspirasi, membangun solidaritas, serta menumbuhkan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa kemudian membentuk barisan human chain sebagai simbol solidaritas sebelum memasuki simulasi aksi. Di bawah arahan orator, perwakilan mahasiswa membacakan tuntutan yang merefleksikan empat isu strategis bangsa, yakni pendidikan, ekonomi, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM). Tuntutan tersebut menyoroti pentingnya pemerataan pendidikan, penguatan ekonomi yang berkeadilan, penguatan demokrasi yang menjamin partisipasi masyarakat, serta perlindungan hak asasi manusia sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Suasana berubah semakin khidmat ketika prosesi tabur bunga dimulai. Diiringi pembacaan puisi dan lagu Mengheningkan Cipta, mahasiswa menaburkan kelopak bunga sebagai simbol keprihatinan atas berbagai persoalan bangsa sekaligus refleksi bahwa setiap keresahan yang disuarakan memerlukan kepedulian dan tindakan nyata. Melalui prosesi tersebut, peserta diajak untuk tidak hanya menjadi penikmat pendidikan, tetapi juga agen perubahan yang aktif berkontribusi bagi masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Orange FEM 2026

Apa itu Orange FEM 2026? Orange FEM 2026 adalah program pembekalan mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa menjadi agen perubahan dengan semangat Bangun Resiliensi Suarakan Aspirasi.

Siapa saja narasumber yang hadir dalam program ini? Narasumber utama meliputi Niko Faiz Fahrezi (Mahasiswa Berprestasi Utama IPB 2025), Ririn Hidayati (pemandu sesi), Sadam Permana, dan Virdian Aurellio yang membahas topik resiliensi dan isu kebangsaan.

Apa saja kegiatan utama dalam Orange FEM 2026? Kegiatan utama mencakup Talkshow Build Resilience, Talkshow CERDAS BERAKSI, Simulasi Aksi, literasi finansial, pengenalan jejaring alumni, dan prosesi refleksi kebangsaan.

Bagaimana konsep 5% Change Theory diterapkan? Konsep ini mengajarkan bahwa perubahan besar berawal dari sekelompok kecil orang yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai. Setiap langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan akan menghasilkan dampak signifikan.

Apakah ada kegiatan lanjutan setelah program pembekalan? Ya, mahasiswa baru akan melanjutkan dengan kegiatan akademik dan organisasi selama satu semester penuh untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang dipelajari dalam Orange FEM 2026.

Untuk informasi lebih lanjut tentang program Orange FEM 2026 dan kegiatan fakultas lainnya, pembaca dapat mengunjungi [halaman resmi Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University](https://fem.ipb.ac.id) atau [portal berita IPB University](https://ipb.ac.id).

Leave a Comment