Kemenhub: Seluruh Bandara NTT Beroperasi Normal
Daftar Isi
Seluruh Bandara di NTT Beroperasi Normal Pasca Gempa Flores
Beritabaru1.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa tidak ada satu pun bandar udara di kawasan Flores maupun wilayah sekitarnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menutup operasionalnya setelah gempa bumi mengguncang daerah tersebut pada Sabtu (15/8). Seluruh layanan penerbangan tetap berjalan dengan menempatkan keselamatan dan keamanan sebagai prioritas tertinggi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan bahwa hasil pemantauan serta pemeriksaan langsung di lapangan tidak menunjukkan adanya penutupan bandara akibat guncangan gempa. Fasilitas-fasilitas tersebut masih mampu melayani berbagai jenis penerbangan, mulai dari mobilitas masyarakat, pengiriman bantuan kemanusiaan, distribusi logistik, hingga kebutuhan penanganan pascabencana.
“Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/8).
Lukman menegaskan bahwa terhadap area yang dinilai berisiko, pihak otoritas menerapkan langkah mitigasi berupa pembatasan akses pengguna jasa ke zona tertentu. Langkah ini dilakukan tanpa menghambat kelancaran operasional penerbangan secara keseluruhan.
Kerusakan dan Mitigasi di Setiap Bandara
Pemantauan menunjukkan adanya kerusakan pada struktur bangunan terminal, kantor, menara, dan fasilitas pendukung di sejumlah bandara. Namun, seluruh temuan tersebut telah ditangani melalui tindakan mitigasi dan pengamanan sehingga layanan penerbangan tetap dapat berlangsung.
Bandara Komodo, Labuan Bajo
Di lokasi ini ditemukan kerusakan pada plafon terminal dan fire station, retakan di dinding gedung administrasi, serta retak memanjang pada fillet Taxiway A. Area terminal telah dibersihkan, operasional penerbangan kembali normal, dan menara kini berfungsi sebagaimana mestinya. Pada fase awal penanganan, komunikasi penerbangan sempat ditopang oleh perangkat VHF-A/G portable yang ditempatkan di luar tower.
Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende
Kerusakan tercatat pada plafon terminal, retakan dinding gedung PKP-PK, serta struktur tower. Pembersihan area terminal sudah dilaksanakan, sementara pelayanan lalu lintas udara dialihkan melalui contingency plan dengan memindahkan komunikasi ke Watchroom Gedung PKP-PK. Penerbangan tetap beroperasi dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu
Partisi dinding kaca pada gedung terminal lantai 2 mengalami kerusakan. Perbaikan struktur sedang berlangsung, sementara area berisiko diamankan dan akses pengguna jasa dibatasi.
“Sementara itu, operasional bandar udara dan navigasi penerbangan tetap berjalan normal dan seluruh penerbangan dapat beroperasi sebagaimana mestinya,” terangnya.
Bandara Frans Sales Lega, Ruteng
Arsitektur ACP terminal, plafon ruang rapat dan kantor, dinding PKP-PK, serta tower dilaporkan mengalami kerusakan. Pembersihan area terminal dan evaluasi struktur lanjutan masih terus dilakukan. Hasil pemeriksaan memastikan sisi udara tetap aman dan layak digunakan untuk melayani penerbangan.
Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere
Kerusakan ringan ditemukan pada plafon dan kaca terminal lantai 2. Sisi udara, termasuk runway dan apron, berada dalam kondisi baik. Bandara tetap beroperasi dan turut mendukung pergerakan bantuan serta mobilisasi unsur pemerintah, termasuk fasilitasi pergerakan Presiden Republik Indonesia beserta unsur TNI/Polri.
Bandara Soa Bajawa
Plafon dan kaca terminal serta retakan pada dinding dan kolom sejumlah bangunan teridentifikasi. Retak memanjang juga ditemukan pada runway. Mitigasi diterapkan melalui pembersihan material, pengamanan peralatan, penggunaan VHF-A/G portable, serta penempatan armada PKP-PK di luar gedung sebagai antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan. Layanan penerbangan tetap berjalan dengan pembatasan akses pada area berisiko.
Kewenangan Maskapai dan Imbauan kepada Pengguna Jasa
Lukman menambahkan bahwa maskapai penerbangan memiliki kewenangan penuh untuk melakukan evaluasi operasional serta penyesuaian jadwal berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
“Ini termasuk apabila hasil assessment internal menunjukkan perlunya penundaan atau pembatalan penerbangan untuk memastikan keselamatan,” ujar Lukman.
Kemenhub juga mengimbau seluruh pengguna jasa untuk senantiasa mengikuti arahan petugas bandar udara, khususnya terkait pembatasan akses pada area tertentu yang berpotensi memiliki risiko.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemenhub?
Kemenhub is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemenhub matter?
Kemenhub matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.