Alumni Sudan Dorong Penguatan Hubungan Indonesia-Sudan
Daftar Isi
Kepengurusan Baru Ikatan Alumni Sudan Resmi Diresmikan di Jakarta
Beritabaru1.com – Pada 18 Agustus 2026, Universitas Al-Azhar Indonesia di Jakarta menjadi lokasi pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Sudan (IAS) untuk masa bakti 2026–2030. Ratusan alumni dari berbagai wilayah di Indonesia memadati acara tersebut, didampingi keluarga dan santri masing-masing. Kehadiran sejumlah diplomat serta ekspatriat yang pernah bertugas di Sudan turut mewarnai suasana kekeluargaan dalam kegiatan itu.
Pesan Ketua Umum Baru: Lebih dari Sekadar Seremoni
Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, yang kini memimpin IAS untuk periode 2026–2030, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Ia memandang momentum tersebut sebagai bagian integral dari upaya mempererat ikatan antaranggota sekaligus memperluas kontribusi bagi kedua negara.
“Silaturahim menyatukan hati, menguatkan ukhuwwah, dan insya Allah melancarkan rezeki. Dari kebersamaan inilah kita bergerak memberi kontribusi terbaik untuk Indonesia dan Sudan.”
Pernyataan itu disampaikan Anshar melalui keterangan tertulis pada Rabu (19/8).
Dukungan dari Dunia Diplomasi dan Akademisi
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman hadir dan menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah alumni Sudan yang telah tersebar di berbagai sektor. Ia menilai pengalaman serta jejaring mereka di bidang pendidikan, dakwah, sosial, hingga pemerintahan merupakan modal strategis untuk memperkokoh hubungan masyarakat kedua negara. Supratman berharap organisasi ini terus melahirkan gagasan dan aktivitas yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat, umat, dan bangsa.
Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Y. M. Dr. Yassir Mohamed Ali, menyambut positif terbentuknya kepengurusan baru. Menurutnya, Kedutaan Besar Sudan terbuka lebar untuk membangun sinergi dengan para alumni guna memperkuat hubungan bilateral, khususnya di sektor pendidikan, kebudayaan, dan kemanusiaan. Dalam kesempatan yang sama, Dubes Ali menyebut Indonesia sebagai sahabat sejati Sudan di tengah berbagai krisis dan persoalan yang tengah dihadapi negaranya.
Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, turut menyatakan dukungannya terhadap penguatan kerja sama pendidikan. Ia mengungkapkan kebanggaannya dapat mendampingi alumni Sudan dalam mengembangkan ekosistem keilmuan Islam yang moderat dan produktif. Widodo bersama Dubes Sudan juga menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti rencana kerja sama pendidikan antara kedua negara.
Panggilan Menjadi Teladan di Tengah Masyarakat
Dai Nasional Ustaz Das’ad Latief mengingatkan para alumni agar mampu menjadi teladan di lingkungan sosial masing-masing. Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater serta mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Sikap moderat, amanah dalam menjalankan keilmuan, serta penguatan ukhuwah keumatan dan kebangsaan, menurutnya, menjadi fondasi bagi alumni untuk mengambil peran dalam pembangunan masyarakat.
Arah Program dan Konsolidasi Organisasi
Di luar agenda pelantikan, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai ruang pertemuan lintas angkatan alumni. Kehadiran keluarga dan santri menjadikan acara ini sekaligus ajang silaturahim dan konsolidasi organisasi.
Ke depan, pengurus IAS periode 2026–2030 telah menyiapkan sejumlah program strategis yang mencakup penguatan sumber daya manusia, pemberian beasiswa, kegiatan dakwah, serta kerja sama di bidang kemanusiaan. Melalui kepengurusan baru ini, IAS menargetkan agar kiprah alumni Sudan semakin dikenal luas oleh masyarakat, sekaligus memperluas kolaborasi untuk menghadirkan manfaat bagi bangsa dan negara.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Alumni Sudan Dorong Penguatan Hubungan Indonesia?
Alumni Sudan Dorong Penguatan Hubungan Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Alumni Sudan Dorong Penguatan Hubungan Indonesia matter?
Alumni Sudan Dorong Penguatan Hubungan Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.